Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

Sherena dan Zarco sudah siap di tempatnya, bahkan Rigen juga ikut ke sana tanpa Emma sang kekasih tentunya. Mereka bertiga sudah seperti pencuri yang sedang mengendap-endap.


"Gimana? Apa udah siap? Kapan kita mulai ini?" Tanya Rigen sudah tidak sabar.


"Tenanglah, Rigen,, kenapa sekarang sepupu ku ini tidak sabaran!" Sherena memeluk lengan Rigen dan mendekatkan tubuhnya.


Zarco yang melihat hal itu langsung panas dan menarik lengan kekasihnya. "Kalian ini saudara ya, di larang dekat-dekat." Bisik Zarco.


"Justru karena Rigen saudaraku, aku jadi berani peluk-peluk, kalau sama pria lain, big no!" Jawab Sherena.


"Berarti aku bukan orang lain kan? kamu mau kan peluk-pelukan sama aku?" Tanya Zarco mengedipkan sebelah matanya.


"Ih, Zarco apaan sih!" Sherena mencubit perut Zarco membuat pria itu mengaduh.


"Eh, udah siap ini, Aland sudah memberi kode." Ucap Rigen yang sedari tadi sudah standby.


"Ayo kita nyalakan!" Zarco mengambil pemantik di dalam sakunya.


Sedangkan di sisi lain.


Aland menutup mata Regina dan membawanya ke atap gedung tua itu. "Kita mau kemana Alan, aku takut!" Seru Regina.


"Jangan takut, kan ada aku." Aland membuka tangannya. Regina tampak mengerutkan kening. "Kenapa kita ke atap gedung?"


"Lihatlah ke arah sana!" Tunjuk Aland ke arah langit. Tiba-tiba ada sebuah suara seperti petasan besar menggelegar di langit.


Regina membelalakkan matanya. Sebuah kembang api indah bertabur di atas langit. Dengan warna-warna yang indah. Ada juga sebuah kembang api yang berbentuk tulisan 'I love you Regina' berkerkap kerlip di atas sana.


Regina benar-benar tidak menyangka bahwa Aland akan memberikan nya kejutan seperti ini. "Bagaimana sayang? apa kamu suka? terlalu kekanakan ya?" Tanya Aland.

__ADS_1


Pria itu melingkarkan tangannya memeluk Regina dari belakang. Regina bisa merasakan hembusan napas Aland mengenai pipinya.


"Aku sangat menyukainya, dari mana kamu tahu kalau aku ingin sekali melihat kembang api, sudah lama sekali aku tidak melihat pertunjukan kembang api. Sepertinya kamu sudah menyewa detektif untuk memata-matai ku kan?" Tanya Regina membalikkan tubuhnya ke arah Aland.


"Aku kan keturunan cenayang, jadi tahu apa yang ada dalam pikiran kamu dan yang kamu inginkan, sayang." Ucap Aland menarik hidung Regina.


"Gak lucu sama sekali, Aland.. memang nya jaman sekarang masih ada cenayang?"


"Tentu saja, ini buktinya aku tahu." Jawab Aland enteng.


"Aaww sakit sayang, udah jangan cubit-cubit lagi ya, lihat masih banyak kejutan yang menantimu." Aland mendekatkan wajahnya.


Regina menatap langit kembali? Masih ada sisa-sisa kembang api yang saling bersahutan di langit itu. Aland memegang pinggang Regina dan Regina refleks mengalungkan tangannya ke leher calon suaminya itu.


"Aku mencintaimu, sayang." Ucap Aland menatap mata hazel calon istrinya.


Aland semakin mendekatkan bibirnya, dan mereka pun berciuman di bawah langit yang bertaburan kembang api yang begitu indah.


Sedangkan di bawah gedung.


Ketiga orang itu benar-benar puas dengan hasil kinerja mereka, sebenarnya bukan mereka yang menyiapkan semuanya, tetapi ada beberapa orang yang sudah mempersiapkan. Rigen, Sherena dan Zarco hanya bertugas menyalakan pemantik saja.


"Aku bahagia sekali, mereka yang mendapat kejutan tapi aku yang puas!" Seru Sherena. Zarco dan Rigen juga ikut tertawa bahagia.


Drrtt....!


Rigen mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak di kenal. Pria itu melihat sebuah nomer asing di layarnya.


"Halo? apa! di mana dia sekarang!" Teriak Rigen.

__ADS_1


Zarco dan Sherena saling memandang. Terlihat pria itu begitu gelisah.


"Baiklah, aku akan segera ke sana!"


Rigen menutup panggilannya, orang yang menelepon itu mengatakan bahwa kekasihnya sedang dalam bahaya. Entah siapa yang menelepon, pria itu harus segera menyelamatkan Emma.


"Rigen, mau kemana?" Tanya Sherena.


"Aku harus menyelamatkan Emma, dia sedang dalam bahaya!" Seru Rigen.


Rigen langsung berlari menuju mobilnya, pria itu bergegas masuk dan langsung menstater dan tancap gas. Sedangkan Sherena dan Zarco menatap bingung ke arah saudaranya itu. "Rigen kenapa?" Tanya Zarco.


"Entahlah.. tadi dia hanya mengatakan bahwa Emma dalam bahaya.." Jawab Sherena.


"Aku yakin kalau Rigen pasti bisa mengatasinya."


"Mudah-mudahan saja." Jawab Sherena.


Zarco mengacak rambut Sherena gemas. Entah kenapa sekarang Zarco jadi semakin cinta dengan wanitanya ini.


"Jangan di acak-acak donk, kan jadi berantakan." Seru Sherena mengerucutkan bibirnya.


Cup, cup, cup!


Sherena terkejut saat kekasih nya itu tiba-tiba meraup bibir nya. Ada suatu gelenyer aneh yang gadis itu rasakan. Rasanya ingin lagi dan lagi. Sherena tersipu malu saat Zarco memangdanya secara instan, pria itu mendekap tubuh mungil sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


Bersambung.


Tinggal beberapa part lagi khilaf Terdalam akan ending ya kak, rencana mau buat sequel kisah mereka. Jadi jangan lupa baca terus ya.. karena nanti akan ada give away juga. terima kasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2