Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Mendapatkan Bukti


__ADS_3

Happy Reading 😊


Nickolas sedang melakukan terapi untuk melatih otot kakinya agar bisa menyesuaikan dengan platina yang di pasang di kedua kakinya itu.


Liora datang bersama Bella dengan senyum yang mengembang. Membawa sekeranjang buah-buahan dan di letakkan di atas meja.


Liora tersenyum saat melihat Nickolas yang sedang melakukan terapi. Dia dan Bella duduk di kursi yang di sediakan di tempat itu.


"Apa anda yakin dengan keputusan ini Nona? bagaimana kalau dia tahu niat anda hanya ingin membalas Nyoya Alice?" tanya Bella.


"Kata siapa aku melakukan ini hanya karena ingin membalas Alice, tapi aku melakukan ini karena aku juga menyayangi Nickolas, ya meskipun aku tahu dia mungkin tidak mencintaiku sama sekali, aku hanya ingin yang terbaik untuk semuanya," jawab Liora.


Gadis itu melakukan semua ini bukan semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak di kejar oleh Om-om yang sangat tergila-gila padanya itu, tapi sepertinya keputusan untuk menikah dengan Nick juga bisa membantu pria itu mendapatkan perusahaan kembali, sekaligus untuk menggulingkan Brian dan Alice dan mencari bukti agar kedua orang itu bisa di lumpuhkan.


Nickolas sudah selesai dengan terapinya, dia melihat Liora dan tersenyum ke arah gadis itu. Liora datang menghampiri Nickolas dan membantunya untuk duduk di kursi roda kembali.


"Liora, kenapa kamu baru datang?" tanya Nickolas.


"Tadi aku menemui Papa di perusahaan," jawab Liora.


"Papamu? bukankah kamu tidak mau bertemu Papamu lagi? nanti kalau kamu tiba-tiba di tahan dan gak boleh keluar lagi bagaimana?"


Liora tersenyum saat mendengar Nickolas mengatakan itu.


"Nick, aku membawa kabar baik untuk kita, Papa telah merestui kita untuk menikah, aku ingin bisa mengembalikan ingatanmu dan juga perusahaanmu Nick," ucap Liora menyentuh tangan Nickolas.


"Apa kamu sudah tahu siapa aku dan dimana keluargaku Liora?" Tanya Nickolas.


Liora mengangguk dan tersenyum.


"Kamu adalah putra tuan Jeremy Ferguson pemilik perusahaan State Group, dan saat ini perusahaanmu telah jatuh ke tangan yang salah, saudara tirimu Brian Ferguson yang mengambil alih jabatan Presiden direktur di perusahaan itu, ayo kita menikah Nick, dan aku akan mengambil alih jabatan itu untuk sementara," jawab Liora.


Nickolas mengerutkan dahinya mendengar ucapan Liora.


"Entahlah Liora, aku masih belum mengingat semuanya, kalau memang itu bisa membantu mu aku akan melakukan apapun," jawab Nickolas tersenyum.


Yang di inginkan Nickolas hanya membalas kebaikan Liora yang sudah merawat dan menjaganya seperti ini.


Masalah perasaan pria itu benar-benar tidak ada rasa apapun terhadap Liora.


###


Darren dan Candy sedang makan malam di sebuah restoran mewah.


"Sayang, bagaimana keadaan Nickolas sekarang ya, apa menurut mu lebih baik dia tidak pernah bisa mengingat lagi, jadi Nick tidak akan mengusikmu," ucap Candy di sela makannya.


Darren terkekeh.


"Ya mungkin itu juga hal bagus, aku tahu dia masih belum bisa menerima kenyataan kalau aku sudah sembuh, sebenarnya Nick adalah pria yang baik, karena masalalunya dia menjadi seperti itu," jawab Darren.


Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang wanita menghampiri meja Darren dan Candy.

__ADS_1


"Hai, kamu Darren kan?" ucap wanita itu.


Darren mendongakkan dan melihat seorang wanita cantik sedang berjalan bersama pria muda tampan di sampingnya.


"Alice?" ucap Darren.


Candy menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Benar, aku adalah senior mu dulu di kampus," jawab Alice tersenyum.


Alice yang saat itu datang bersama Brian ke restoran itu tidak menyangka akan bertemu dengan Darren, junior yang pernah di taksirnya dulu.


"Bukankah kamu sudah menikah dengan tuan Xavier?" tanya Darren.


Alice dan Brian saling berpandangan.


"Iya, aku memang sudah menikah dengan Xavier, ehm perkenalkan dia adalah Brian, sahabatku," ucap Alice berbohong.


Brian tersenyum dan memperkenalkan dirinya pada Darren dan Candy.


"Siapa wanita ini Darren?" tanya Alice.


"Oh, perkenalkan dia adalah Candy, istriku," jawab Darren memperkenalkan istrinya.


"Jadi kamu sudah menikah? kenapa tidak ada resepsi pernikahan kalian?" tanya Alice.


"Kami memang belum mengadakan resepsi pernikahan," jawab Darren menatap Candy dengan tatapan penuh cinta.


"Siapa wanita cantik itu?" tanya Candy.


"Dia adalah seniorku di kampus dulu, tapi setahuku dia sudah menikah dengan CEO dari perusahaan Puce CORP tuan Xavier." jawab Darren.


"Lalu kenapa dia pergi makan malam bersama pria lain? bahkan pria itu terlihat masih muda," tanya Candy.


"Entahlah sayang, biarkan saja mereka," jawab Darren.


Liora yang memang menyuruh seseorang untuk mengikuti dan menjadi mata-mata ibu tirinya mendapatkan sebuah pesan kalau saat ini Alice dan Brian sedang berada di sebuah restoran.


"Nick, aku pergi dulu ya? ada sebuah urusan yang harus ku selesaikan," ucap Liora pada Nickolas.


"Pergilah, aku akan tidur saja kalau begitu, tapi nanti kamu kembali ke sini," jawab Nickolas menyentuh tangan Liora.


"Iya, pasti aku kembali ke sini," jawab Liora tersenyum.


Gadis itu mencium bibir Nickolas sekilas, tapi Nick menahan tengkuk Liora dan semakin memperdalam ciumannya.


Liora sedikit terkejut dengan sikap Nickolas, tapi kemudian dia juga membalas ciuman itu, ada rasa bahagia di sudut hatinya kala Nickolas memperlakukan nya seperti itu.


Liora berharap pria itu bisa mencintainya seperti dirinya saat ini.


"Aku pergi dulu ya," ucap Liora yang mendapat anggukan dari Nick.

__ADS_1


Darren dan Candy sudah selesai makan malam, saat mereka akan keluar restoran tiba-tiba Liora menyenggol bahu Candy karena terburu-buru.


"Aduh, maaf-maaf aku tidak sengaja," ucap Liora.


"Liora?" seru Candy.


"Candy, Darren?"


"Kenapa terburu-buru?" tanya Darren.


"Aku harus mencari bukti perselingkuhan mereka," ucap Liora spontan.


"Mereka?" tanya Darren mengerutkan keningnya.


"Ah, maaf maksudnya aku ingin melihat apakah ibu tiriku ada di dalam bersama kekasihnya?"


"Siapa ibu tirimu?" tanya Candy.


"Namanya Alice, ada seseorang yang memberitahuku bahwa dia ada di restoran ini bersama Brian, selingkuhan-nya," jawab Liora dengan mata menahan amarah.


Darren dan Candy saling berpandangan.


"Alice tadi ada di dalam bersama Brian, tapi dia mengatakan kalau pria itu adalah sahabatnya," jawab Candy.


"Tidak Candy, mereka berdua adalah pasangan selingkuh, aku harus menangkap basah mereka," jawab Liora frustasi.


Liora akan masuk tapi di tahan oleh Darren.


"Tunggu Liora, kalau kamu menangkap basah mereka sekarang itu percuma, karena tidak ada bukti yang failid, sebaiknya kita tunggu dulu mereka dan kita akan mengikuti kemana mereka berdua jalan setelah ini," jawab Darren.


Liora pun mengerti maksud dari Darren tersebut. "Baiklah, tapi bantu aku untuk mendapatkan bukti itu?"


Darren dan Candy mengangguk, akhirnya mereka bertiga menunggu Alice dan Brian keluar dari dalam restoran itu.


"Lihat, itu mereka berdua sudah keluar," seru Candy saat melihat Alice dan Brian berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil.


"Kita ikuti mereka," ucap Darren.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil Darren dan mengikuti kemana perginya mobil Brian dan Alice itu.


Setelah beberapa menit mobil yang di ikuti Darren, Candy dan Liora berbelok ke sebuah hotel.


"Mereka masuk ke dalam hotel!" seru Liora.


"Tenang Liora, kita akan mengikuti mereka," ucap Darren ikut masuk ke area parkir hotel itu.


"Lihat saja Alice, aku akan menangkap basah dirimu, aku tidak terima kalau kamu menyakiti Papaku yang begitu tulus denganmu," ucap Liora geram.


Bersambung.


Mana nih bunganya 🌹🌹🌹 akak reader terloveπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Maaf bila masih ada typo ya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2