Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Sherena Ngambek


__ADS_3

Happy Reading 😊


Rigen menggandeng tangan Emma memasuki ruangan itu, tempat berlangsungnya acara pertunangan yang memang di gelar tidak begitu mewah, hanya sederhana.


Semua mata tertuju pada sosok putra Kenzo dan Mia yang membawa seorang wanita cantik, tubuhnya indah dan rambut yang digerai lurus. Tapi di sini yang membuat semua orang menatap tidak percaya adalah Rigen yang membawa wanita dan hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.


Zarco yang melihat hal itu langsung menggandeng tangan Sherena. Seketika kekasihnya itu menatap tangan yang di pegang oleh Zarco.


"Kenapa memegang tanganku?" Bisik Sherena sambil berusaha menarik tangannya.


"Aku pengen kaya mereka, seperti Rigen dan kekasihnya." Jawab Zarco cuek. Tangan satunya di masukan ke dalam saku dan satunya lagi masih menggenggam tangan Sherena.


"Huh, dasar sukanya ikut-ikutan, aku gak mau!" Sherena menarik tangannya kasar.


Hal itu sempat di lihat oleh beberapa tamu dan membuat beberapa orang di sana saling berbisik.


Sedangkan Rigen dan Emma sudah berada di depan kedua pasangan yang tengah berbahagia itu.


"Selamat ya untuk kalian berdua." Ucap Rigen menyalami Aland dan Regina.


"Terima kasih, wah cantik sekali, sepertinya aku pernah melihatnya, wajahmu tidak asing, nona." Ucap Regina tersenyum.


"Ini Emma Watson, kekasih ku!" Rigen mengenalkan Emma pada Regina dan Aland.


"Emma Watson? Putri ke tiga dari keluarga Watson? Ya Tuhan, ternyata benar apa yang di katakan oleh orang-orang bahwa anda sangat cantik." Seru Regina memeluk Emma.


"Anda terlalu berlebihan, Padahal nona Regina lebih cantik dari pada saya." Jawab Emma.

__ADS_1


"Kalian berdua ini memang cantik, tidak perlu saling mengalah seperti itu," sela Aland.


Membuat semua orang tertawa mendengarnya. Sedangkan Sherena merasa kesal dengan sang kekasih yang tidak peka, padahal awalnya tadi Sherena mengira kalau Zarco akan melamar nya saat menyanyikan sebuah lagu untuknya. Tapi ternyata kata-kata lamaran itu belum terucap juga.


"Sayang, kamu kenapa sih? Kok marah-marah sama aku? Tadi di pegang tangannya gak mau, udah aku lepasin malah ngambek, maunya apa?" Seru Rigen bingung.


Aland, Rigen, Sherena dan Emma menoleh ke belakang, menatap dua pasangan yang sangat fenomenal itu.


"Mereka itu kaya kucing dan tikus kalau bersama, tapi kalau udah pada gak ketemu sehari saja pasti pada uring-uringan." Ucap Aland menggeleng kan kepalanya.


"Sherena memang gitu, dia itu terlalu jaga image, padahal kalau gak di chat Zarco sehari pasti ngomel-ngomel gak jelas." Ucap Regina terkekeh.


Emma dan Rigen hanya diam menyimak kedua pasangan itu.


"Sayang, maunya apa? Hemm,, jangan marah donk! Nanti aku bakalan kasih apapun yang kamu minta." Ucap Zarco membujuk kekasihnya itu.


"Iya-iya, aku memang gak peka, makanya aku tanya, kamu mau apa? Kalau aku kasih hadiah kamu sudah punya segalanya, mobil mewah, pesawat pribadi, vila, perhiasan mahal, baju limited edition, sepatu, tas merek terkenal, semuanya sudah kamu miliki, hatiku juga udah kamu miliki, lalu mau apa lagi? Hemm." Tanya Zarco lembut.


Dia benar-benar tidak bisa melihat Sherena yang marah seperti ini.


"Oke, aku to the point aja ya?" Zarco mengangguk.


"Aku mau di ikat dalam sebuah hubungan dengan komitmen selamanya." Zarco mengerutkan keningnya.


"Maksudnya apa sayang? Aku gak ngerti?"


"Ih, kamu itu memang benar-benar gak peka!" Seru Sherena.

__ADS_1


Aland yang melihat itu mendekati Zarco dan membisikkan sesuatu.


"Dia itu ingin di nikahi secepatnya bro." Bisik Aland.


Zarco mengerti sekarang.


"Apa bisik-bisik?" Sherena memicingkan matanya.


Zarco langsung mendekati Sherena kemudian menarik pinggangnya hingga menempel pada tubuh Zarco.


Sherena begitu terkejut saat kekasihnya itu melingkarkan tangannya pada pinggang gadis itu.


Semua yang berada di sana ikut menyaksikan dengan romantis itu.


"Sayang, selama bertahun-tahun aku mencari mu, tak kenal lelah mesti harus mengerahkan semua, dan sepertinya tuhan mendengar kan doaku, aku menemukanmu dan sekarang hati ini sudah menjadi milikku, tapi rasanya tidak cukup kalau hanya hati yang bersama, aku ingin raga kita menyatu bersama dalam ikatan suci pernikahan, mau kamu menyatukan raga ini dan menjadi pendamping ku selamanya? Tolong jangan menolak ku, asal kamu tahu, aku bahkan sudah menutup pintu hatiku, ku gembok rapat-rapat untuk siapapun karena kunci hati ini hanya seorang Sherena yang memegangnya, kita nikah besok ya?"


Sherena melotot sempurna.


"Aku mau, banget malahan." Jawab Sherena mantap.


Bersambung.


Beberapa part lagi ya kak, besok langsung otw Khilaf Terindah untuk sekuelnya.


Aku mau promoin novel temenku yang berjudul "Berbagi Cinta" Maaf aku tak sempurna karya Author Lusiana Anwar


__ADS_1


__ADS_2