Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Daniella Pingsan


__ADS_3

Hai akak-akak reader, pada penasaran kan apakah Daniella udah di jebol gawangnya sama Zack. Maunya aku tulis detail, tapi takut gak lolos lagi kaya kemarin🀭 nanti bakal tau sendiri ya 😊


Happy Reading πŸ₯°


Zack masih menatap malas gadis di depannya ini, entah kenapa tiba-tiba gadis itu muncuh di hadapannya, tapi dia sudah tidak tertarik dengan gadis manapun, di hatinya hanya ada Daniella.


Hanya Daniella yang akan menjadi pemilik hatinya, Zack sudah tidak mau berurusan dengan mahkluk yang namanya perempuan lagi.


"Zack, kamu tidak perlu malu, aku tahu kalau kamu sebenarnya sangat tidak mau bermain di dalam, tapi malam itu kamu berhasil memasuki ku, apakah kamu sudah lupa?" Amoera masih berusaha mengingat kejadian dua tahun lalu itu.


"Sudah ku katakan Amoera, aku tidak melakukan apapun padamu, bahkan malam itu setelah kamu masuk ke dalam kamar, aku pulang ke rumah dan menyuruh Billy datang ke hotel untuk menemanimu," Amoera terkejut mendengar itu.


"Ii ... itu tidak mungkin Zack! aku benar-benar yakin bahwa malam itu adalah kamu!" seru Amoera.


"Terserah, aku benar-benar malas meladeni mu," ucap Zack kemudian berdiri dan pergi dari hadapan Amoera.


Wanita itu tampak mengepalkan tangannya, apa benar yang tidur dengannya malam itu adalah Billy salah satu temannya dulu di SMA.


Dia harus bertanya pada pria itu, Amoera baru saja datang dari New York karena akan pindah lagi di Washington DC. Dia memang masih belum bisa melupakan Zack dan malam panjangnya bersama pria itu.


Tapi apa yang dia dengar dari Zack adalah suatu hal yang tidak pernah dia duga, malam itu memang Amoera berhubungan dengan seorang pria, karena keadaannya yang mabuk dia mengenali pria itu adalah Zack.


Dia begitu yakin karena memang Amoera dan Zack memesan kamar di hotel tersebut.


Sedangkan Zack yang sudah tidak bisa ikut kelas dosen killer karena di usir akhirnya memutuskan untuk ke rumah Daniella.


Sesampainya di rumah Daddy Danish, Zack langsung mencari keberadaan sang kekasih.


"Bibi Ellen, apakah Daniella masih di dalam kamar?" Zack melihat kepala pelayan itu sedang membersihkan meja dan bertanya.


"Iya tuan, tadi setelah sarapan Nona Daniella kembali ke kamarnya," jawab Bibi Ellen.


"Makasih Bi, aku langsung cari Daniella ya?" Zack memutuskan untuk langsung ke kamar.


Tok, tok, tok!


Zack mengetuk pintu dan membukanya.


"Ell, dimana kamu My Love?" Zack mencari keberadaan Daniella.


Rasanya sudah sangat rindu tidak melihat gadis itu, Daniella memang izin untuk tidak masuk kuliah karena badannya masih pegal-pegal akibat terjatuh kemarin.


"Sayang!" Zack berteriak mencari Ell yang tidak ada di manapun.


"Apa dia berada di kamar mandi?" Zack mendekati pintu kamar mandi dan mengetuk pintunya.

__ADS_1


"Sayang, My Love apa kamu di dalam?"


Tidak ada sahutan dari dalam, karena penasaran diapun memutar handle pintu dan membukanya.


"Daniella!!" Zack terkejut ketika mendapati sang kekasih yang sudah tergeletak di samping bathup tidak sadarkan diri.


Zack langsung membopong tubuh Daniella dan membawanya keluar dari dalam kamar.


"Tolong siapa saja, Daniella pingsan, tolong siapkan mobil!" seru Zack menuruni tangga dengan hati-hati.


"Ya Tuhan Nona, ada apa dengan Nona Daniella!" Bibi Ellen langsung berlari mendekat.


"Suruh sopir mengantarkan kami ke rumah sakit Bibi!"


"Baik Tuan!!" Bibi Ellen segera memerintahkan sopir pribadi untuk mempersiapkan mobil.


Daddy Danish dan Mommy Luka sudah berangkat ke kantor, mereka bahkan sedang mengadakan rapat perusahaan.


Bibi Ellen berusaha menghubungi asisten Franklin agar memberitahu keadaan Daniella yang pingsan itu kepada tuan besarnya.


"Ada masalah apa lagi ini?" tanya Danish.


"Nona Ell pingsan dan sekarang sudah di bawa ke rumah sakit oleh Zack dan sopir pribadi bos," jawab Franklin sedikit berbisik.


Mereka semua sangat menyukai Daniella yang baik dan tidak pernah menyombongkan dirinya meskipun seorang putri CEO, berbeda dengan kebanyakan putra putri CEO di luar sana.


"Aku akan segera ke rumah sakit, tolong handle rapat ini Franklin," Asisten Franklin mengangguk patuh.


Sedangkan di rumah sakit Daniella sudah masuk ke dalam ruang pemeriksaan, Zack dengan setia menunggunya di depan pintu.


"Zack, sebenarnya apa yang terjadi?" dari arah belakang datang Daddy Danish dan Mommy Lula dengan raut wajah yang khawatir.


"Aku tidak tahu Uncle, pada saat aku sedang mencari Ell di kamarnya ternyata dia sudah pingsan di dalam kamar mandi," jawab Zack lesu.


"Aku sangat khawatir, sejak pagi tadi Daniella terlihat murung dan wajahnya tampak pucat, apa terjadi sesuatu tadi malam Zack saat kamu menjaga Daniella di kamarnya?" tanya Mommy Lula.


Deg!


Zack menelan salivanya karena gugup, tidak mungkinkah dia pingsan karena perbuatannya semalam. Bagaimana kalau iya? Zack menjadi semakin bersalah karena membuat Daniella sakit seperti ini.


Setelah beberapa saat dokter keluar dari dalam ruangan itu. Semua orang langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya Daddy Danish panik.


"Apakah anda Papa dari pasien?" Danish mengangguk.

__ADS_1


"Silahkan ikut saya ke ruangan, ada beberapa hal yang harus saya jelaskan tuan," ucap Dokter tersebut.


###


Amoera mendatangi Billy di kelasnya setelah mengirim pesan. Dia melihat Billy bersama Ara sedang tertawa bersama.


"Billy, apa kabar? lama tidak bertemu?" Billy menoleh ke arah Amoera dengan senyuman di bibirnya.


"Hai Amoera, kabar ku baik? senang sekali bisa melihatmu di sini lagi?" Ara memandang interaksi kedua orang itu dengan tatapan tidak suka.


Billy bisa melihat raut wajahnya yang begitu bahagia saat melihat gadis cantik di hadapannya itu.


"Bisakah kita bicara Billy, aku ingin mengenang nostalgia kita," ucap Amoera.


Entah mengapa melihat Amoera mengajak Billy untuk bicara membuat hatinya tidak senang.


"Baiklah Amoera, kita akan ... !"


"Sayang, aku ingin pergi ke Mall, anterin aku ya?" sela Ara sambil menarik lengan pria itu.


Billy sedikit terkejut dengan tingkah Ara barusan, tapi dia senang melihat Ara yang semakin manja kepadanya.


Sedangkan Amoera mengangkat sebelah alisnya melihat gadis di samping Billy itu.


"Lalu kapan kita bisa bertemu Billy?" tanya Amoera.


"Nanti akan ku telepon, sekarang aku akan mengantarkan Ara dulu ya?" jawab Billy yang sudah di tarik berdiri oleh Ara.


"Iya Ara, sebentar!"


Ara merasa dalam hatinya tidak terima melihat gadis lain mengajak Billy seperti itu.


"Aku gak mau kamu ketemu sama gadis itu!" ucap Ara. Mereka saat ini berada di dalam mobil.


"Memangnya kenapa? dia sahabatku dulu pada waktu SMA." jawab Billy


Ara menoleh dan melototot tajam ke arah pria itu. "Mulai sekarang kamu harus bersamaku kalau bertemu dengan gadis lain, karena aku adalah kekasih mu sekarang!" Billy melongo tidak percaya.


Jadi sekarang Ara sudah mau menerimanya!!


Bersambung.


eh maaf aku lupa kemarin kalau namanya typoπŸ™πŸ˜‚ othor lagi banyak tugas, mau aku revisi ulang namanya kak, Billy ya bukan Jimmy πŸ™πŸ™


Mana nih dukungannya πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ‘‰πŸŒΉβ˜•πŸ‘ˆ

__ADS_1


__ADS_2