
Happy Reading 😔
Zack memandang bola kristal yang sudah di perbaiki olehnya, tadi. Dengan sedikit lem perekat, Zack menempelkan beberapa sisi yang terlihat retak dan rusak. Meskipun tidak begitu sempurna, tetapi yang terpenting bola kristal itu sudah terlihat menyatu dan lebih bagus daripada sebelumnya.
Daniella masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas susu coklat hangat untuk sang suami. "Wah, sudah selesai memperbaikinya, terima kasih sayang," Daniella duduk di samping Zack dan langsung memeluknya mesra.
"Iya, sama-sama, tapi ini nggak gratis loh." Daniella melepas kan pelukannya dan memandang wajah Zack dengan mata yang memicing.
"Kenapa pamrih? sama istri sendiri juga," Zack memajukan wajahnya dan meniup telinga Daniella membuat Gadis itu merasa geli.
"Ini demi kepentingan bersama, sama-sama saling membutuhkan, aku telah membantu memperbaiki bola kristal ini, dan sekarang aku meminta bayarannya, sayang."
Mata Daniella membulat sempurna ketika Zack mencium bibirnya dan langsung menyerang sang istri dengan sentuhan-sentuhan yang membuat Daniella berhasrat.
"Aku ingin di manjakan oleh setiap gerakan mu yang sensual, istriku," bisik Zack.
Daniella mengangguk, Zack membuka seluruh pakaiannya dan juga Daniella. Pria itu duduk di sofa, menuntun tubuh sang istri agar duduk di atas pangkuannya.
Zack mengerang ketika Daniella memasukkan miliknya ke goa hangat yang rimbun itu. Masuk dengan sempurna, Daniella juga sangat menyukai gaya bercinta seperti ini, karena senjata Zack akan langsung menyentuh titik sensitifnya.
Di bantu oleh Zack, Daniella menggerakkan tubuhnya perlahan, dengan ritme teratur Daniella memegang kendali.
Zack menengadahkan kepalanya dengan mulut yang terbuka, menikmatinya setiap gerakan dari istrinya.
Akhirnya bayaran yang di minta oleh Zack lunas sudah dengan percintaan yang di pimpin oleh Daniella. Seperti permintaan suaminya itu.
Daniella merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan tubuh yang basah oleh keringat. Zack mengelus rambut istrinya kemudian memajukan wajahnya untuk mencium kening Daniella.
"Terima kasih sayang,, terima kasih karena kamu telah membuatku sangat bahagia,, aku sangat mencintaimu." Ucap Zack mengelus pipi sang istri.
"Sayang, aku sudah telat datang bulan seminggu ini," Ucap Daniella setelah pertempuran panas mereka.
__ADS_1
"Benarkah? apa kamu sudah cek sayang?" Daniella menggeleng.
"Kamu tidak menggunakan pengaman memang baru sebulan lebih, tapi dengan seringnya kita melakukan hubungan suami istri, pasti calon baby itu sekarang sudah tumbuh di sini." Jawab Daniella mengelus perutnya.
Zack tersenyum, kemudian mencium kening Daniella lama. "Kamu sudah siapkan apabila harus hamil saat ini?" tanya Zack.
"Tentu saja, lihatlah Mia dan Evelyn,, meskipun masih muda, mereka juga sudah siap, maka dari itu aku memutuskan untuk tidak menunda lagi," Zack tersenyum dan mencium bibir istrinya itu.
"Kamu memang wanita yang hebat sayang."
###
Florida.
Darren masuk ke dalam rumah dengan wajah yang kusut, pria itu menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. Pikirannya melayang memikirkan kejadian kemarin malam.
Flashback On.
Akhirnya Darren memutuskan untuk pergi ke acara itu sendiri. Pesta itu di adakan di sebuah Club terkenal, di sebuah ruangan tertutup khusus tamu VIP, tentu saja Darren tahu tempat itu pasti banyak minuman keras dan wanita penghibur.
Sebenarnya Darren sangat tidak tertarik untuk menghadiri undangan koleganya itu, tetapi Darren merasa tidak enak hati kalau sampai dia tidak datang karena dan menjadi tamu penting di acara tersebut.
Melisa yang saat itu juga tengah berada di klub itu, dia melihat Darren dan beberapa orang penting masuk ke dalam sebuah ruangan VIP. Entah apa yang di inginkan wanita itu, dia memutuskan untuk ikut masuk ke dalam.
"Maaf Nona, dilarang masuk kalau tidak membawa undangan atau kartu tanda pengenal." Ucap salah seorang penjaga yang ada di depan pintu.
Melisa mengeluarkan sebuah kartu pengenal dan mengatakan bahwa dia adalah sekretaris dari perusahaan terkenal SKY Corp.
"Saya datang bersama Tuan Darren tadi, tapi saya pergi ke toilet dulu, jadi saya tertinggal," jawab Melisa berbohong.
Penjaga itu melihat kartu tanda pengenal dan langsung percaya begitu saja karena memang di sana tertulis bahwa dia adalah sekretaris SKY Corp.
__ADS_1
Akhirnya Melisa bisa masuk dengan mudah ke ruangan VIP tersebut. Darren melihat Melisa datang ke arahnya dengan membawa dua gelas wine di tangan.
"Kenapa kamu bisa berada di sini, Melisa?" tanya Darren heran.
Pasalnya dia tidak mengatakan pada sekretaris nya itu bahwa akan menghadiri pesta di club ini.
"Saya juga mendapat undangan Tuan, ayo kita bersulang?" Melisa memberikan satu gelas wine kepada Darren.
Awalnya Darren menolak, tetapi Melisa memaksa pria itu untuk mengambil minumannya.
"Baiklah, satu gelas saja." Ucap Darren meminum wine tersebut.
Melisa tersenyum ketika Darren menegak habis wine yang berada di dalam gelas itu.
Setelah itu mereka pun mengobrol ringan, tetapi tiba-tiba Darren merasakan tubuhnya terasa panas, bahkan rasa itu langsung menjalar ke arah senjata pemungkasnya.
Melisa melihat gelagat Darren yang sudah merasa gelisah. Wanita itu mendekat dan langsung mengalungkan lengannya ke leher Darren.
"Melisa, apa yang kamu lakukan?"
Senjata Darren terasa sangat sakit dan menegang sempurna. Rasanya benar-benar ingin di salurkan saat itu juga. Apalagi saat ini tubuh Melisa benar-benar sangat dekat bahkan hampir menempel.
Darren benar-benar tersiksa dan frustasi.
"Tuan, aku bisa membantumu mengurangi rasa sakit itu," bisik Melisa di telinga Darren.
Bersambung.
Buat yang kemarin penasaran sama flashback Darren yang memecat Melisa, Nah tuh, udah sedikit tahu kan? bagaimana kelanjutannya? apa yang akan Darren dan Melisa lakukan?
Minta like, bunga dan kopi yang banyak ya..
__ADS_1
Nanti Othor up lagi...