
Happy Reading 😊
Regina kaget saat tiba-tiba tangannya di pegang oleh Aland.Tangan itu terasa hangat dan menyebabkan dada gadis cantik itu berdetak lebih cepat.
Aland tersenyum senang ketika melihat reaksi Regina yang terlihat gugup. "Re, kenapa sekarang kamu menghindar dariku? bahkan sekarang kamu sangat jarang membalas pesanku?" Regina langsung menarik tangannya.
"Aku memang sengaja, karena sekarang aku ingin lebih fokus menjalani karir ku di dunia bisnis, jadi maaf kalau kamu merasa aku menghindar,, untuk masalah pesan aku memang sibuk jadi tidak bisa selalu membalas pesan darimu." Jawab Regina tersenyum.
Aland merasa jantungnya berdegup kencang ketika melihat senyummu Regina yang begitu manis dan cantik.
Kamu cantik banget sih, Re.
Aland menyentuh dadanya dan meremas baju yang dipakainya. Selama ini dia belum pernah merasakan perasaan ini. Pria itu merasa bingung, ada apa dengan jantungnya? Kenapa tiba-tiba bercetak begitu keras.
Setelah beberapa saat akhirnya Regina dan Aland sampai di kediaman keluarga Daddy Danish. Selama ini Pipi dan Miminya Regina sudah tinggal di rumah terpisah dengan Grandpa Danish.
"Ayo masuk, kita ketemu Grandpa dan Grandma dulu ya,, Setelah itu kita ke rumah." Aland mengangguk patuh.
Mereka pun masuk dan langsung di sambut oleh Danish dan Lula. Aland senang melihat sahabat Daddy-nya itu masih sangat sehat meski Danish sudah memakai kursi roda.
"Aland, apa kabar nak?" Sapa Grandpa Danish.
"Baik paman, bagaimana kabar paman dan bibi Lula? Semakin bertambah umur semakin terlihat mesra saja." Aland tersenyum sopan.
"Hahahaha, karena kami memang selalu memupuk cinta dan kasih sayang setiap waktu, kesetiaan dan perhatian selalu kami utamakan." Ucap Danish memandang wajah Lula.
Lula sangat bersyukur di usia yang sudah lanjut mereka memang masih diberi kesehatan dan juga bisa menyaksikan tumbuh kembang para cucu-cucu mereka.
"Apalagi Bibi Lula, masih terlihat masih sangat cantik, loh." Ucap Aland tersenyum.
"Aland, kamu juga semakin terlihat tampan dan gagah setelah dewasa, pasti banyak gadis yang mengejar mu." Ucap Grandma Lula.
Aland langsung melirik ke arah Regina, sedangkan Regina terlihat biasa saja.
Rere, apakah dia dulu juga mengejarku? kenapa aku baru sadar saat kamu mengabaikan ku seperti ini. Batin Aland.
Regina memeluk lengan Grandma-nya dengan manja. "Oma, apa resepnya biar selalu terlihat cantik dan awet muda? Regina ingin kalau sudah tua nanti suami Rere tetap cinta sampai selamanya dan tidak akan pernah berpaling dengan wanita lain seperti Opa Danish?"
__ADS_1
Aland menyimak percakapan Regina dengan Grandma-nya. Ada rasa penasaran di benak Alan, dengan siapa Regina akan menikah? Siapa pria yang akan di pilih gadis itu. Entah kenapa ada rasa tidak rela saat memikirkan siapa pria yang akan dipilih oleh Regina.
"Kenapa tiba-tiba ngomongin suami? memangnya kamu sudah punya calon-nya? pacar saja tidak punya apalagi salon suami,, gimana kalau kamu dijodohkan saja?" Goda Grandpa Danish.
Regina semakin mengerutkan pelukannya pada lengan Lula dengan bibir yang mengerucut. Sedangkan Aland sudah merasa tegang ketika mendengar Regina akan di jodohkan.
Lula menyentuh kepala regina dan mengelus nya perlahan. "Kunci awet muda itu adalah selalu bahagia dan tersenyum, tidak perlu memikirkan masalah sampai ke dalam hati, intinya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya,, suami baik keluarga lengkap dan bahagia, serta pekerjaan dan rezeki yang lancar, dari situ kita tidak akan terlalu banyak pikiran menjadikan kita akan selalu awet muda." Jawab Lula panjang lebar.
Akhirnya mereka mengobrol tidak terlalu lama karena Danish dan Lula juga harus segera istirahat.
"Sekarang kita ke rumahmu, aku ingin bertemu dengan Uncle dan Aunty, sepertinya sudah lama kita tidak bertemu." Ucap Aland memegang setir dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"Heemm ... !" Hanya itu jawaban yang Aland dengar.
Saat ini gantian Aland yang menyetir karena hari juga sudah semakin sore dan Aland juga sudah tidak telah setelah perjalanan nya tadi.
"Sekarang semakin irit bicara ya, bagaimana caranya agar kamu bisa seceria dulu Re, aku kangen kamu yang dulu." Aland melirik Regina yang hanya memainkan ponsel.
"Re, jangan abaikan aku seperti ini, aku harus bagaimana supaya kamu bisa sedikit melihatku?" Tanya Aland frustasi.
Pria itu sadar telah kehilangan senyum dan sikap manja Regina yang dulu selalu gadis itu tunjukkan.
"Kenapa?" Regina menoleh.
"Karena aku sudah lelah."
Deg!
Jawaban Regina bagai sebuah tamparan keras di hati pria itu, ada rasa penyesalan ketika Regina sudah berubah seperti ini.
"Maafkan aku, Re,,, aku menyesal karena dulu selalu mengabaikan mu.. aku berjanji tidak akan pernah melakukan itu lagi." Aland semakin menyesali perbuatannya.
"Kenapa minta maaf, seharusnya aku yang meminta maaf padamu, Aland."
"Tidak, kamu tidak bersalah." Ucap Aland mencengkeram kuat setirnya.
"Dulu aku masih labil dan sangat terobsesi ingin mendapatkan perhatian mu, tapi kini aku sudah lelah dan tidak akan melakukan hal itu lagi, sekarang izinkan aku fokus dengan karirku."
__ADS_1
Aland menggelengkan kepalanya, dia tidak terima kalau Regina harus bersikap seperti itu.
"Sampai kapanpun aku tidak rela kalau kamu mengacuhkan ku, mulai saat ini kamu adalah kekasihku, mau tidak mau kamu harus menerima nya." Regina melotot tidak percaya.
Apa apaan dia, seenaknya saja meng-klaim aku sebagai kekasihnya. Batin Regina.
"Aku menolak, Aland."
"Tidak ada penolakan, kamu sekarang kekasihku dan aku akan menunjukkan padamu bahwa aku serius." Regina semakin terkejut dengan pria yang satu ini.
"Lalu bagaimana dengan Susy? apa kamu tega dengannya menjadikan aku sebagai selingkuhan mu!"
"Kami sudah putus!" Enteng sekali Aland menjawab.
"Pokoknya aku tidak mau." Seru Regina.
Kenapa sekarang dia menjadi sangat menyebalkan!!
####
Rigen menatap Emma dengan senyum yang lebar. Setelah pertemuan nya kemarin malam dengan gadis itu membuat Rigen tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Emma.
"Jadi apa yang akan kita lakukan?" Tanya Emma.
Malam ini mereka bertemu kembali disebuah Cafe.
"Kita akan balas kekasih mu itu, buatlah dia menyesal karena hanya mempermainkan mu, aku akan berpura-pura menjadi kekasih barumu, buktikan padanya kalau kamu sudah tidak membutuhkan nya lagi!" Ucap Rigen menatap mata indah Emma.
"Aku setuju dengan idemu, rasanya ingin sekali menampar wajahnya itu!! dengan teganya dia menghianati ku bersama sahabat ku sendiri!" Jawab Emma mengepalkan tangannya.
Rigen merasa sakit hatinya melihat gadis secantik Emma di khianati oleh kekasih nya sendiri.
Aku akan membuatmu melupakan kekasih brengsek mu itu, Emma. Batin Rigen.
Bersambung.
Hai akak reader 🥰 othor mau kasih tau kalau novel othor yang berjudul Haruskah Aku Berbagi Cinta sekarang ganti judul ya..
__ADS_1
Judulnya Berbagi Cinta : Pilih Aku, Suamiku.
Yang belum baca, cuss baca ya 🥰🥰🥰