Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Rencana 2


__ADS_3

Happy Reading 😊


Visual Aland



Aland merebahkan tubuhnya di kasur karena merasa sangat lelah setelah mengemudi selama 1 jam lebih.


"Apa kamu lapar, sayang?" Tanya Susy duduk di samping Aland.


Mereka baru saja masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan. Aland langsung melompat ke arah ranjang king size dan ingin istirahat dulu. Pria itu sudah memikirkan rencana yang akan di laksanakan nanti malam untuk Regina.


"Tidak, aku hanya ingin istirahat, nanti bangunkan aku kalau sudah makan malam." Jawab Alan menutup matanya.


"Baiklah, tidurlah dulu,, kamu pasti sangat lelah."


Aland dan Susy memang menempati satu kamar, berhubung kamar di villa Edward yang tersisa hanya tinggal dua. Regina bersama dengan Sherena sedangkan Aland sekamar dengan kekasihnya.


Susy tidak membawa baju ganti karena setahunya mereka tidak akan menginap. Sepertinya dia harus membeli baju baru dan beberapa baju dalam_an.


"Aku harus membeli baju dulu." Gumam Susy kemudian keluar dari dalam kamarnya.


Visual Susy



Sedangkan di sisi lain.


Sherena melirik ke arah Regina yang sedari tadi hanya diam di balkon kamar. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian mereka tidak melakukan aktivitas apapun.


Regina hanya terus melihat laut dari balkon dengan pandangan yang sulit di artikan. Memang pemandangan dari situ terlihat sangat indah. Hamparan laut Miami beach terlihat begitu luas dari situ.


Villa Edward memang berada di atas dataran tinggi, sehingga jarak pandang ke arah laut terlihat sangat jauh.


Regina memejamkan matanya berusaha menenangkan pikiran yang sedari tadi berhasil mengusik otaknya


__ADS_1


Gadis berusia dua puluh tiga tahun itu merasa kesal dengan sikap Aland yang sudah keterlaluan kepadanya.


Flashback


Tadi pada saat mereka baru saja datang dan akan menuju ke kamar yang ada di lantai atas. Aland tiba-tiba berhenti dan menyuruh Susy mengambil ponselnya yang ketinggalan di dalam mobil.


"Kenapa kamu ceroboh hari ini? biasanya seorang Aland tidak pernah melakukan kesalahan ataupun lupa menaruh barang yang penting." Gumam Susy berlalu.


Aland juga meminta Sherena untuk membantu Susy mencari ponselnya. Tentu saja hal itu membuat Sherena menggerutu.


"Pinjam ponselmu sebentar!" Regina mengernyit.


"Untuk misscall ke ponsel ku biar cepat ketemu!" Regina melihat tatapan yang tajam dari Aland langsung menurut.


"Aku bawa ponselmu, kalau kamu ingin benda ini kembali, temui aku di belakang villa ini nanti malam jam 8 tanpa bersama Sherena,, jangan beritahu pada siapapun termasuk Susy."


"Kalau aku tidak mau?" Jawab Regina menantang.


"Ponselmu akan ku hancurkan!" Regina langsung melotot sempurna.


"Aland, Kenapa kamu jadi menyebalkan sih! kembalikan ponselku!" Seru Regina.


Regina tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Aland mendekatkan wajahnya.


"Terserah aku, bukankah itu yang kamu inginkan?" Jawab Regina gugup. Karena wajah Aland benar-benar dekat.


"Aland, ponselmu tidak ada!!"


Alan menjauh kan wajahnya ketika mendengar suara Susy yang sudah kembali.


"Oh, ternyata ponselku berada di saku jaket, tadi notifikasinya ku silent, jadi tidak tahu." Jawab Aland mendekati Susy dan merangkul bahunya.


"Ayo kita masuk ke kamar, aku sudah merasa lelah." Lagi-lagi Renata tidak bisa berkata apa-apa.


Flashback end.


"Re, kenapa diam saja? kita main ke pantai yuuuk, masa udah sampai sini ini kita nggak main ke pantai?" Ucap Sherena.

__ADS_1


Regina menoleh dan tersenyum. "Hemm,, ide yang bagus, aku juga sudah membawa beberapa biki_ni dari rumah."


"Niat banget sih?"


"Kan, kamu sendiri yang bilang kalau akan mengajakku ke Miami beach?" Jawab Regina.


"Iya, eh bentar, Aland dan Susy di ajak gak?" Regina mengangkat kedua bahunya.


"Terserah, aku mau ganti baju dulu," jawab Regina mengambil tas dan berjalan ke arah kamar mandi.


###


"Aland, lepaskan aku!!" Seru Regina.


"Kenapa? Aku tidak akan melepaskanmu kalau kamu belum menjawab pertanyaan ku."


Aland dan Regina saat ini tengah berada di suatu tempat. Regina menepati ucapan Aland yang menyuruhnya untuk bertemu di belakang villa. Alasan Regina sederhana, ia hanya menginginkan ponselnya kembali.


"Pertanyaan apa?"


"Kenapa sekarang sikap mu jadi seperti ini? biasanya kamu akan selalu menggangguku! tapi sekarang sikapmu benar-benar berubah?" Ucap Aland.


Regina memalingkan wajahnya.


"Bukankah ini lebih baik? kamu tidak pernah menyukai ku bukan? jadi yang lebih baik kita jaga jarak!"


Aland mengusap wajahnya kasar. Dulu dia memang selalu memberi jarak antara dirinya dengan Regina. Selalu mengatai Regina seperti anak kecil dan menyuruhnya untuk tidak manja.


"Tidak, aku tidak keberatan!" Jawab Aland.


"Sudahlah Aland, sekarang kembalikan ponselku!"


Aland tidak mendengarkan ucapan Regina, tetapi ia malah menarik Regina ke dalam pelukannya.


"Aland, lepaskan aku! kalau Susy melihat kita seperti ini, nanti akan salah paham." Aland melepaskan pelukannya.


Tiba-tiba pria itu mendekatkan wajahnya. Regina bisa merasakan bibirnya basah ketika Aland menempelkan bibirnya dan langsung meraup bibir Regina. Sontak Regina melototkan matanya.

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2