Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Isi Perut


__ADS_3

Happy Reading 😊


Danish menelepon Franklin berkali-kali, dia terpaksa harus menuruti keinginan sang istri yang meminta jus strawberry milik Franklin dan harus di buatkan oleh asisten pribadinya itu.


Franklin mendengar suara ponselnya berdering berkali-kali, pria itu menyingkirkan tangan seorang wanita dari atas tubuhnya.


Dia melihat nama bosnya di layar itu.


"Ada apa bos malam-malam begini menelepon," gumam Franklin.


Diapun mengangkat panggilan itu.


"Halo bos, ada apa?"


"Kamu sekarang ke rumahku sambil membawa buah strawberry yang tadi kamu beli, cepatlah datang, istriku sedang marah!"


"Memangnya kenapa bos?"


"Tidak usah banyak tanya, mau ku potong gaji lagi!"


"Iya-iya bos, aku akan datang,"


Franklin mendesah kasar. "Dasar bos arogan, mengganggu orang istirahat saja," gerutu pria itu.


"Mau kemana?" tanya wanita yang ada di samping Franklin yang tidak lain adalah Fanny.


"Bos Danish memintaku untuk ke rumahnya, katanya Nona Lula sedang marah, aku harus segera ke sana Fanny, kamu di sini dulu," ucap Franklin.


"Kamu ninggalin aku? padahal kita baru saja bertemu, aku masih merindukan mu Franklin," ucap Fanny.


"Nanti kalau sudah selesai urusan-nya aku akan segera kembali," ucap Franklin mencium bibir wanita itu.


"Baiklah, aku tunggu kamu di sini," jawab Fanny.


Franklin bangkit dan mengambil celana dan kaos nya yang tercecer di lantai.


Kemudian dia langsung mengambil kunci mobil dan segera keluar dari apartemen pergi ke rumah Danish.


Sedangkan di sisi lain.


Danish sudah berhasil membujuk Lula yang dari tadi marah kepadanya, dia mengatakan bahwa Franklin akan segera ke rumah saat ini juga.


"Sayang, sebenarnya kenapa kamu bersikap aneh akhir-akhir ini?" tanya Danish memeluk istrinya itu.


"Entahlah, aku juga tidak tahu, tiba-tiba aku menginginkan seperti itu, aku juga tidak bisa mengendalikannya sayang, rasanya akan sedih sekali kalau mengiginkan hal itu tapi tidak terpenuhi," jawab Lula.


Danish mendesah, dia juga bingung dengan sikap Lula itu, kemarin malam tiba-tiba Lula mengiginkan buah mangga yang di potong dadu dan di beri yogurt di atasnya, untung saja ada stok di kulkas sehingga Danish tidak perlu membelinya.


Setelah beberapa saat Franklin datang dan membawa buah strawberry yang di minta oleh Danish.

__ADS_1


"Ini buahnya bos," ucap Franklin menyerahkan bungkusan yang berisi buah strawberry.


"Tolong buatkan aku jus strawberry ya, jangan lupa di kasih yogurt juga," ucap Lula.


"Apakah harus aku yang membuatkan Nona?" tanya Franklin bingung.


"Aku tidak akan menyuruh mu datang kalau istri ku ini tidak menginginkan kamu yang harus membuat jusnya," Danish yang menjawab.


"Aku maunya kamu asisten Franklin," ucap Lula memohon.


Akhirnya malam itu Franklin terpaksa membuatkan jus itu untuk istri bosnya, setelah meminum jus buatan Franklin, Lula pun bisa tidur dengan pulas.


"Ada apa dengan Nona Lula bos? apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan permintaannya yang tidak masuk akal itu?" tanya Franklin.


"Entahlah, aku juga tidak tahu, mudah-mudahan ini tidak apa-apa, aku gak mau ada hal yang tidak di inginkan terjadi," jawab Danish.


"Maksudnya hal yang tidak di inginkan apa bos?"


"Aku juga bingung, soalnya Lula selalu minta yang aneh-aneh, kadang dia minta aku tidur di lantai, katanya gerah kalau ada aku di sampingnya, aku takut kalau Lula ilfeel padaku,"


"Hahahaha, bos kamu memang sudah BUCIN banget sama Nona Lula, dulu aja gak mau dekat-dekat, eh sekarang nempel terus kaya perangko sama amplopnya, gak bisa di pisah," ucap Franklin menyindir bosnya.


"Iya kamu betul, dulu aku memang khilaf telah menyia-nyiakan wanita sebaik Lula, tapi sekarang aku tidak ingin melakukan hal bodoh untuk yang kedua kalinya," jawab Danish.


"Ya itu bagus bos, kalau gitu aku pulang dulu bos, ini sudah hampir pagi, besok jangan marah kalau aku terlambat terlambat masuk ke kantor," ucap Franklin.


"Dari mana kamu tahu bos," tanya Franklin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"****** kamu itu kelihatan, dan juga pagi tadi Fanny kembali dari Seattle karena urusan pekerjaan, bilang saja kalau kamu sebenarnya cinta sama dia, Fanny wanita yang cerdas dan cantik, nanti kamu menyesal seperti aku dulu, jangan pernah bermain dengan hati Franklin," ucap Danish menepuk bahu asistennya itu.


Franklin bingung dengan perasaannya, dia seakan tidak bisa lepas dari Fanny, tapi Franklin juga tidak mau memiliki status apapun dengan wanita itu.


###


Pagi harinya.


Danish merasakan perutnya bergejolak, kepalanya terasa pusing dan dia mual hebat.


Woekk!!


Woekk!!


Lula yang mendengar suaminya muntah-muntah di kamar mandi menjadi sangat khawatir.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Lula panik.


"Perutku mual terus sayang, sepertinya masuk angin," jawab Danish membasuh mukanya.


"Apa karena tiap malam kamu selalu aku bangunin dan juga menuruti permintaan ku atau karena kamu tidur di lantai gara-gara aku suruh?"

__ADS_1


Danish mengelus rambut Lula yang sudah semakin panjang itu.


"Aku tidak masalah sayang kamu menyuruhku seperti itu, yang penting kamu bahagia, hanya saja memang sepertinya aku masuk angin dan sedikit kelelahan, tolong hubungi Franklin suruh dia ke sini," ucap Danish.


"Baiklah, apakah masih mual? aku ambilkan obat pereda ya?"


"Tidak, kamu hubungi Franklin dulu sayang," jawab Danish yang masih menahan perutnya yang terasa tidak enak itu


Lula mengangguk dan segera menghubungi asisten Franklin.


Tuutt, tuuuutt.


Franklin yang baru saja melakukan adegan ranjang dengan Fanny melihat ponselnya yang berdering.


"Siapa sih pagi-pagi yang nelfon kamu?" tanya Fanny.


"Si bos, dia itu dari kemarin rewel banget, Nona Lula mengiginkan hal-hal yang aneh setiap hari, aku juga sampai kasihan padanya," jawab Franklin sambil mengangkat telepon itu.


"Halo, Nona Lula ada apa?"


"sekarang kamu ke rumah ya Franklin, Danish dari tadi muntah-muntah terus, aku takut dia sakit,"


"Baiklah, aku akan ke sana,"


Franklin mematikan panggilannya.


"Ada apa dengan Nona Lula?" tanya Fanny.


"Bos Danish katanya dari tadi muntah-muntah terus, mungkin dia masuk angin, soalnya Nona Lula kadang minta si bos tidur di lantai,"


"Aku curiga, jangan-jangan,"


"Jangan-jangan apa Fanny?"


"Jangan-jangan Nona Lula perutnya sudah ada isinya,"


"Apa maksudmu, bicaralah yang benar,"


"Ya itu biasanya ciri-ciri orang yang ngidam, mungkin saja Nona Lula sedang hamil," jawab Fanny.


"Apa? hamil?"


"Iya, hamil."


Bersambung.


Gimana reaksi Danish dan Lula kalau program mereka selama ini akhirnya membuahkan hasil??


kasih bunga dan Vote ya, nanti janji up lagi deh othor 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2