Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Akhir Di Dubai


__ADS_3

Happy Reading 😊


Danish dan Lula sudah hampir seminggu menikmati liburannya di Dubai, mereka benar-benar melepaskan penat karena pekerjaan dengan bulan madunya itu.


Tiada hari yang mereka lewati tanpa membuat baby, Danish dan Lula berusaha semaksimal mungkin agar usaha mereka membuahkan hasil.


"Besok kita sudah harus pulang sayang, apakah kamu merasa lelah?" tanya Danish memeluk sang istri dari samping.


"Tidak, aku malah masih betah di sini, terima kasih sayang, kamu telah membawaku ke Negara yang begitu indah ini," jawab Lula menyandarkan kepalanya di dada sang suami.


Danish mengecup pucuk kepala Lula, menyalurkan rasa cintanya yang mendalam pada sang istri.


Mereka berdua sedang menikmati keindahan pantai yang di kenal dengan Jumeirah beach, yang lokasinya tidak jauh dari Burj Al Arab.


Danish mengajak Lula duduk di pasir dengan beralaskan kain. Mereka berdua akan menikmati indahnya sunset di pantai itu.


"Danish, aku ingin bertanya padamu, sejak kapan kamu mulai jatuh cinta padaku?" tanya Lula bersandar di dada Danish.


"Sepertinya kamu sudah pernah menanyakan hal itu sayang," jawab Danish memeluk perut Lula.


"Tapi aku ingin mendengarnya lagi."


"Sejak dulu, sebelum kita menikah aku sudah mempunyai perasaan padamu, kalau kapan mulai menyukaiku sayang?" tanya Danish kemudian.


"Sudah pernah aku jawabkan?" ucap Lula.


"Ya tapi aku ingin dengar lagi sayang," jawab Danish.


"Tidak, aku malu," ucap Lula.


"Kamu curang sayang, tadikan aku sudah jawab," Danish mencium leher Lula berkali-kali membuat sang istri geli.



Lula tertawa dengan dengan perlakuan suaminya itu, Danish merasa senang melihat tawa Lula kembali, dia tidak ingin Lula terlalu larut dalam kesedihannya karena memikirkan tentang kehamilan yang tak kunjung datang.


Akhirnya mereka berdua menikmati keindahan pantai untuk yang terakhir kalinya karena besok pagi-pagi sekali mereka harus meninggalkan Dubai.


"Lihatlah itu sayang, benar-benar indah," seru Lula kala melihat matahari yang sudah mulai turun.


Danish mengajak Lula berdiri untuk menikmati pemandangan itu.


"Semoga cinta kita akan selalu abadi, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia sayang, hidupku hanya untukmu, jiwa dan raga ini milikmu," ucap Danish menangkup pipi Lula.

__ADS_1


"Tidak boleh ada orang ketiga," ucap Lula.


"Tentu saja tidak akan, aku tidak pernah tertarik dengan wanita selain kamu sayang, tapi kamu juga harus berjanji hanya aku satu-satunya yang ada di dalam hatimu."


"Itu pasti," jawab Lula.


Danish memeluk pinggang sang istri mendekatkan wajahnya dan mencium bibir seksi Lula, sedangkan Lula mengalungkan tangannya ke leher Danish.


Tepat sang surya berada di tengah wajah mereka di ufuk barat.



Mereka berdua berciuman dengan penuh kemesraan, saling menyesapi rasa dari ciuman panjang itu. Benar-benar suasana yang sungguh romantis.


Siapapun yang melihat mereka berdua akan iri dengan kemesraan yang mereka lakukan. Bagi Danish Lula adalah segalanya, kekhilafan yang dulu pernah dia lakukan kali ini akan dia balas dengan segala kebahagiaan untuk sang istri.


Mereka masih berciuman hingga matahari hilang dari pandangan. Langitpun semakin menggelap, Danish menyudahi ciuman itu dan memeluk sang istri erat.


Seakan tidak akan pernah melepaskannya lagi, mata mereka beradu saling memancarkan cinta.


Cinta yang tidak akan pernah surut di makan oleh waktu, yang ada cinta itu akan semakin membesar di hati mereka masing-masing.


###


Darren dan Candy memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan mereka di sebuah hotel milik keluarga Darren.


Pagi ini Candy akan menyiapkan masakan untuk sang suami, dia memang tidak pernah memasak karena selama ini selalu Darren yang melakukannya.


"Akun akan spaghetti bolognese dengan saus mayones, pasti Darren suka," gumam Candy.


Gadis itu mengambil bahan-bahan di kulkas dan menatanya di meja. Candy sudah bersiap mengiris bawang Bombay untuk campuran spaghettinya.


Tapi pada saat akan mengiris tiba-tiba perutnya merasa mual dan terasa sangat tidak enak.


"Woek," Candy menutup mulutnya yang akan muntah itu. Diapun berlari ke arah wastafel dan memuntahkan semua isi perutnya yang hanya kuluar cairan bening.


Darren yang baru selesai mandi dan keluar kamar untuk mencari sang istri mendengar suara Candy yang sedang muntah itu.


"Woek, woek!!"


"Sayang, apakah mual lagi?" tanya Darren khawatir.


Hal seperti itu sudah berlangsung selama beberapa hari ini, setiap bangun tidur Candy pasti akan mengalami morning Sickness dan tubuhnya akan terasa lemas.

__ADS_1


Candy membasuh wajahnya dengan air keran lalu mematikannya.


"Apa yang kamu lakukan di dapur sayang?" tanya Darren mengambilkan air hangat untuk sang istri kecilnya itu.


"Aku hanya ingin memasak untukmu, tadi setelah bangun aku merasa baik-baik saja, jadi aku memutuskan untuk memasak saja," jawab Candy.


"Ya Tuhan sayang, kamu tidak perlu memasak, aku yang akan memasakkan untukmu, ayo kita ke kamar," Darren memapah Candy menuju ke kamar.


Kemudian dia membaringkan tubuh Candy di atas ranjang. Darren menatap wajah sang istri yang terlihat pucat itu.


Tiba-tiba perut Candy terasa bergejolak kembali, dia memegang perutnya dan menutup mulutnya dengan tangan.


"Sayang, apakah masih mual? apa perlu ke rumah sakit?" tanya Darren panik.


Candy menggeleng, dia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi dan muntah kembali. Tubuhnya terasa sangat lemas, Darren memeluk Candy yang terlihat lemah itu.


"Bagaimana kalau acara resepsi pernikahan kita di undur saja? melihat keadaanmu yang seperti ini aku tidak tega sayang?" ucap Darren.


Candy menggeleng, dia tidak mau kalau resepsi pernikahan yang sangat di tunggu-tunggunya itu harus di undur.


"Tidak, jangan di undur, aku tidak mau," jawab Candy.


"Tapi bagaimana dengan keadaanmu yang seperti ini sayang?"


"Ini hal biasa sayang, memang wanita kalau hamil pasti mengalami morning Sickness, jadi tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja," ucap Candy tersenyum.


Darren berjongkok dan mengecup perut Candy yang masih rata itu.


"Baby, jangan nakal ya, Mommy kasihan loh kalau harus muntah terus, Baby harus jadi anak yang pintar, putra Daddy harus jadi jagoan hebat," ucap Darren mengajak calon anaknya bicara.


Candy terkekeh melihat sang suami yang seperti itu, benar-benar tidak menyangka bahwa Darren bisa berubah menjadi pria sejati.


"Memangnya sudah tahu kalau dia jagoan? kan kita belum bisa memastikan sang baby pria atau wanita?" ucap Candy.


"Apa saja jenis jenis kelaminnya pasti aku akan bahagia sayang, yang penting dia sehat-sehat di dalam perut Mommynya," jawab Darren.


Candy merasa senang melihat sang suami yang sangat antusias dengan calon Babynya itu.


Bersambung.


Hai akak Reader terlove 🥰


Baca komen dari akak Reader aku ketawa ngakak sendiri loh 🤭🤭, yang pasti selalu aku baca komen dari akak reader semua.

__ADS_1


Selalu dukung terus othor abal-abal ini ya, jangan lupa like dan bunga yang banyak agar bisa masuk rangking hadiah (Ngarep.com)


Makasih 😘😘😘😘😘


__ADS_2