Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Regina menghilang


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Gadis yang cantik, Aland benar-benar pria bodoh yang telah menyia-nyiakan Regina. Malah memilih bersama wanita yang penuh dusta, Susy,, Aland tidak tahu seperti apa wanita itu!" Batin Edward.


"Aku akan menjaga Regina dan membuatnya nyaman bersama ku."


Ya, Edward tahu kalau pria yang dicintai oleh Regina adalah Aland karena Sherena pernah menceritakannya.


Betapa kagetnya saat Edward tahu kalau Aland malah membawa Susy dan memperkenalkan sebagai kekasihnya, Susy adalah seorang wanita yang dulu pernah dia lihat di sebuah club malam saat di Florida.


Bahkan saat itu Susy seperti wanita murahan yang menggoda pria hidung belang. Edward benar-benar tidak percaya kalau Aland bisa sampai jatuh cinta pada wanita itu.


Di sisi lain.


Aland mencari keberadaan Regina di mana-mana tetapi sampai sejam lebih dia tidak menemukan keberadaan gadis itu.


"Re, kamu kemana sih? jangan membuatku khawatir!!" Pikiran Aland terus berkecamuk.


Seharusnya dia tidak membuat masalah dengan mencium Regina. Pasti saat ini bagaimana benar-benar kecewa dan membencinya. Pria itu menjambak rambutnya frustasi.


"Re, kalau kamu marah sama aku jangan kabur seperti ini, kamu bisa pukul aku sesukamu tapi jangan menghilang seperti ini!" Batin pria itu.


Aland saat ini berada di pesisir pantai yang tadi di datangi oleh Regina. Pantai itu semakin sepi karena malam juga semakin larut.


Tiba-tiba mata Aland menyipit, dia seperti melihat seseorang berlari di balik semak-semak yang tidak jauh dari tempat itu.


"Apa aku tidak salah lihat, tadi aku seperti melihat seseorang yang aku kenal," Aland menyipitkan matanya.


"Ah, sudahlah saat ini aku hanya ingin Regina ketemu dan keadaannya baik-baik saja." Pria itu berjalan meninggalkan meninggalkan pantai sambil menghubungi Sherena.


"Halo, Sher apa Rere sudah kembali?"


"Belum, kamu sudah cari dia?"


"Sudah, tapi tidak ada di mana-mana." Aland menyugar rambutnya ke belakang.


"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Rere bisa menghilang?" Seru Sherena di balik telepon.


"Mungkin dia marah padaku, karena tadi aku,,," Aland menghentikan ucapannya.


"Tadi kamu kenapa?"

__ADS_1


"Aku,, menciumnya."


Aland menjauhkan ponsel dari telinganya ketika mendengar umpatan dan makian dari Sherena. Tentu saja reaksi Sherena akan sangat marah mendengar Aland berbicara seperti itu.


"Awas ya kalau sampai Regina tidak ketemu, aku akan membunuhmu!"


"Iya, aku minta maaf, aku tahu telah berbuat kesalahan." Ucap Alan menyesal.


"Aku akan menghubungi Edward siapa tahu dia bisa mencari Regina."


Sherena mematikan panggilan nya.


Wanita itu masih berada di ruang tamu sambil berbalas pesan dengan seniornya. Tiba-tiba matanya melihat Susy yang keluar dari dalam kamar dan berjalan ke arah pintu.


"Mau kemana?" Tanya Sherena.


"Aku tidak bisa tidur jadi aku ingin mencari udara diluar lagian Aland juga belum kembali sejak tadi." Jawab Susy kemudian membuka pintu dan keluar dari villa.


Sherena hanya mengedikkan bahunya. Tiba-tiba dia teringat Regina yang belum pulang ke villa padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam.


Gadis itu memutuskan untuk menelepon Edward karena Edward juga belum kelihatan sejak tadi sore. Mungkin Edward bisa membantu untuk mencari Regina, pikir Sherena.


Tidak tahu saja kalau sebenarnya Edward lah yang mengajak Regina pergi ke Miami Beach Boardwalk.


Sedangkan di sisi lain.


"Tadi kenapa gak mau dengerin aku, seharusnya belok ke kiri, bukan ke kanan." Edward menggelengkan kepalanya.


"Iya-iya aku salah, habisnya kesel juga sih sama kamu, kenapa gak jalan duluan aja." Jawab Regina manyun.


"Kalau kita balik lagi, nanti bisa membutuhkan waktu satu jam buat bisa kembali ke villa, ini sudah hampir lewat tengah malam dan biasanya di jalanan Boardwalk itu kalau malam-malam gitu suka ada suara-suara aneh." Regina melototkan matanya.


"Jangan nakutin aku Ed, aku gak suka sama mahkluk atral ya!"


"Aku gak nakutin, tapi emang gitu kenyataannya, aku sendiri pernah dengar." Ucap Edward serius.


Regina semakin merinding. Dia memeluk tubuhnya yang tiba-tiba terasa menggigil.


"Terus,, kita harus kemana?" Regina melihat sekeliling yang tiba-tiba terasa sangat mencekam.


"Di sana ada sebuah pondok kecil, Kita bermalam di sana dan besok pagi Langsung kembali ke villa, bagaimana?" Ucap Edward.

__ADS_1


Regina sedikit ragu dengan keputusan Edward, tapi kalau mereka harus kembali itu juga tidak mungkin, dan Jalan satu-satunya yaitu mengikuti saran Edward yaitu bermalam di pondok kecil yang tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.


"Terserah kamu saja," jawab Regina ragu.


"Ayolah Re, aku tidak akan berbuat macam-macam sama kamu,, tenang saja aku lihat baik-baik kok." Edward menaik-turunkan alisnya menggoda Regina.


"Iya, aku percaya,," jawab Regina.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi menuju ke pondok kecil itu.


Sedangkan di sisi lain.


Aland mendapatkan kabar dari Sherena bawah Regina sedang bersama Edward. Bukannya merasa lega karena mendapatkan kabar baik bahwa Regina baik-baik saja, tetapi Aland malah semakin emosi dan merasa sangat marah.


"Kenapa Regina bisa bersama pria itu!!"


Aland sendiri bingung dengan pikiran dan sikapnya. Kenapa sekarang dia begitu peduli dan terus saja memikirkan gadis cantik itu.


"Ah, sudahlah,, bukankah Regina sudah aman dengan Edward? tetapi kenapa aku merasa sangat tidak suka melihat Regina bersama pria lain? apakah aku sudah jatuh cinta padanya?"


Aland menarik napas dan menghembuskannya kasar, sepertinya pengaruh Regina yang mulai menjaga jarak dengannya membuat Aland menjadi merasa tidak suka, atau bahkan bisa jadi dia sudah mulai mencintai Regina tetapi Aland tidak pernah sadar akan perasaannya itu.


Tiba-tiba ponselnya bergetar, Aland melihat Susy sedang meneleponnya.


"Halo, sayang,, iya, aku akan segera kembali ke villa... hemm tunggu aku." Aland langsung mematikan panggilan dari kekasihnya dan langsung beranjak pulang ke villa.


Setelah Aland sampai di villa, ia langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati Susy yang sudah berbaring di atas ranjang.


Aland duduk di sofa dan memikirkan Regina kembali, entah kenapa sekarang Aland jadi sering memikirkannya.


Pria itu melihat kearah sang kekasih, tapi bayang-bayang wajah Regina mereka berciuman terus selalu menghantui.


Aland menyentuh bibirnya yang masih terasa manisnya rasa dari bibir Regina.


Tiba-tiba jantungnya berdetak tidak karuan, hanya karena dia membayangkan ciuman itu rasanya ingin lebih lama lagi.


"Kenapa aku ingin merasakan bibir itu lagi, rasanya benar-benar membuatku ketagihan." Batin pria itu.


Bersambung.


Makin Rumit gak sih?

__ADS_1


Akan banyak teka teki yang terpecahkan ya 😁😁


__ADS_2