Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Merindukan mu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Aland dan Regina sedang menikmati suasana malam yang penuh bintang di kota, setelah siang tadi, Aland, Sherena, dan Zarco menginjakkan kakinya di Washington DC. Dan malam ini mereka berdua baru saja menikmati makan malam romantis yang telah Aland persiapkan untuk Regina.


"Sayang, bagaimana kabarmu selama sebulan lebih ini? aku selalu memimpikan mu setiap malam." Ucap Aland menatap mata Regina penuh cinta.


Regina tersenyum, sejujurnya gadis itu juga sangat merindukan pria yang sudah lama di cintainya ini, tetapi Regina ingin membuat Aland benar-benar membuktikan bahwa ia serius kepadanya.


"Aku baik." Jawab Regina singkat. Entah kenapa dia sangat menyukai ekspresi Aland yang terlihat melongo seperti itu.


Aland sendiri tidak habis pikir, kenapa Regina menjadi sedikit lebih pendiam saat ini, padahal Aland tahu bahwa Regina adalah gadis periang yang banyak bicara, bahkan dulu Regina selalu berceloteh ria saat bersamanya.


"Kenapa sebulan ini kamu tidak pernah menelepon ku, membalas chatku juga butuh berhari-hari, apa kamu kamu tidak merindukan ku, sayang?"


Lagi-lagi Regina tersenyum, sepertinya rencananya berhasil dengan cara mengabaikan Aland selama sebulan ini. Itu juga tidak lepas dari pengaruh Sherena yang menyarankan rencana itu.


"Selama sebulan ini aku sibuk, jadi aku jarang membalas pesan darimu, tapi Jujur aku juga sangat merindukanmu." Jawab Regina membuat mata Aland berbinar.


"Benarkah sayang kalau selama ini kamu merindukanku?? Aku kira kamu sudah melupakanku karena tidak pernah menghubungi ku lagi." Seru Aland tidak percaya.

__ADS_1


Regina tertawa ketika melihat Aland sampai melakukan euforia karena saking bahagianya.


"Aakk, kita kemana?!" Seru Regina ketika tiba-tiba Aland menarik lengannya dan membawanya ke tengah-tengah kerumunan orang-orang yang berada di situ.


"Perhatian semuanya!!" Teriak Aland menarik perhatian semua orang.


Regina menatap Aland dengan tatapan bingung. Semua orang juga langsung tersita perhatiannya melihat ke arah Aland dan juga Regina.


Regina terkejut melihat Aland yang tiba-tiba berlutut di hadapannya. "Hei, Apa yang kamu lakukan? berdirilah Aland!"


"Tidak, aku tidak akan berdiri sebelum mengatakan hal penting ini." Jawab Aland sambil merogoh sakunya.


Semua orang berteriak ketika Aland mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah maroon dan membukanya di hadapan semua orang.


Speechless! itulah yang Regina rasakan saat ini.


"Regina, Malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku, aku sudah menunggu saat ini untuk mengungkapkan segala rasa yang ada di hatiku. Mungkin jaraklah yang selama ini memisahkan kita, namun tidak dengan hati dan raga kita yang sebentar lagi dipersatukan. Kata orang, cinta adalah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pernikahan. Maukah kamu jadi penyembuh sakitku? Jadilah istriku, pelipur lara, tempat aku pulang dan berkeluh kesah. Bertemu denganmu bukan sebuah keberuntungan, namun sebuah keberkahan yang diberikan Tuhan untuk melengkapiku. Izinkan aku untuk membahagiakanmu hingga akhir waktumu. Apakah kau bersedia?"


Regina tidak bisa berkata apa-apa, hanya air mata yang mewakili seluruh perasaannya, bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.

__ADS_1


"Terima, terima, terima!" Regina tersentak ketika mendengar semua orang yang sudah berkerumun melihat arahnya berteriak seperti itu.


Seakan memberi semangat untuk Regina agar mau menerima lamaran dari Aland.


Regina menatap sekeliling dan melihat antusias semua orang yang tidak sabar menunggu jawabannya.


Bahkan dari kerumunan orang itu terlihat Sherena dan Zarco juga berada di sana.


"Ayo Sher, terima donk!!" Teriak Sherena.


Zarco juga terlihat memberi semangat pada Aland dan Sherena.


Sherena menatap Aland dengan senyuman yang lebar. Sesaat gadis itu mengambil napas dalam-dalam, kemudian menghembuskan perlahan.


Aland sudah berkeringat dingin, jantungnya berdegup kencang karena takut dengan jawaban Regina yang nanti akan mengecewakan nya.


"Aku bersedia."


Aland shock, jantung nya seakan berhenti sepersekian detik. Tubuhnya bergetar hebat.

__ADS_1


Bersambung.


othor narik napas dulu ya😫


__ADS_2