
Happy Reading 😊
"Sebenarnya ada acara apa ini Zack, kenapa kalian semua ada di sini? apakah ini semacam reunian keluarga atau apa?" tanya Daniella bingung.
Dia mengira acara yang di maksud Mia adalah acara bersama teman-temannya, tapi kenapa semua yang ada di hadapannya saat ini adalah keluarga besarnya dan juga kedua orang tua Zack.
"Ini bukan reunian sayang, yang pasti aku sangat merindukanmu My Love," Zack mencium punggung tangan Daniella dan tersenyum ke arahnya.
Daniella masih mencerna apa yang terjadi di depan matanya ini, semua keluarganya berkumpul di satu tempat yang sudah di sulap menjadi sangat romantis itu.
Di setiap meja di hiasi bunga dan lilin yang indah, setiap mata yang melihat di suguhi oleh pemandangan yang begitu romantis.
Daniella menatap sekitar, semuanya tampak tersenyum lebar ke arahnya. Daddy dan Mommy, Kenzo, Mia, Arshel, Evelyn, bahkan K
Billy dan Ara juga di sana.
Yang lebih heran lagi adalah dengan adanya Paman Dimitri dan juga Bibi Sarah, kenapa mereka juga hadir, sungguh masih tidak bisa di cerna otak Daniella.
Gadis itu kembali menatap ke arah Zack yang sedari tadi menampilkan senyuman yang sumringah dan terlihat pancaran cinta di matanya.
"Sayang, aku begitu kangen banget sama kamu," ucap Zack lagi dan lagi, tidak ada kata-kata selain rindu dan kangen untuk Ell, seminggu tidak melihat dan berkomunikasi dengan Daniella bisa membuatnya gila.
Zack memegang kedua tangan gadis yang sangat di rindukannya itu. Tiba-tiba ia bersimpuh di depan Daniella masih memegang tangannya.
Daniella tampak terkejut dengan apa yang di lakukan Zack.
"Eh, ada apa Zack? kenapa kamu berlutut?" pekik Daniella.
Zack tidak menjawab, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya dan membuka kotak itu.
Mata Daniella melotot melihat apa yang di lihatnya dari dalam kotak kecil itu yang ternyata adalah cincin berlian yang sangat cantik.
__ADS_1
"Ini, ini apa maksudnya? apa yang kamu lakukan Zack!" Daniella masih belum paham dengan situasi ini.
"My Love yang kulakukan semua ini hanya untuk mu. Kamulah yang selalu menjadi sumber semangatku. Dan untuk mu-lah aku bermimpi sukses di sepanjang hari. Berjuta rasa yang tak mampu diungkapkan oleh kata-kata. Dengan beribu cara kau selalu membuat ku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau tuk menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata?"
Daniella menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh pria yang masih bersimpuh di hadapannya itu.
"Satu-satunya hal yang bisa kujanjikan padamu saat ini adalah hatiku yang tulus. Akan kulakukan yang terbaik untuk mencintaimu dengan cara yang sama seperti hari ini seumur hidupku. Ayo menikah Ell, dari pada dijodohkan, aku cuma ingin melamar wanita yang aku ingin habiskan sisa hidupku bersama. Jangan buat aku merana, dengan menolak lamaran ini. Jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nanti. Maukah kamu menjadi istriku?" semua orang tertawa mendengar kata-kata Zack yang malah terlihat lucu itu.
"Kurang romantis Zack!" seru Billy.
Daniella yang tadinya terharu menjadi tertawa sambil menitikkan air matanya.
"Terima, terima, terima!" teriak semua orang yang ada di dalam restoran itu.
"Ya, aku menerimamu," jawab Daniella singkat.
Zack sangat bahagia mendengar jawaban dari Daniella. Diapun memasangkan cincin indah itu di jari manis Ell.
Semua orang bertepuk tangan melihat kedua pasangan yang sedang berbahagia itu.
"Akhirnya kita akan segera berbesan tuan Danish!" ucap tuan Dimitri menjabat tangan dengan Danish.
"Aku percaya Zack adalah pria yang pantas untuk putriku, meskipun Zack seperti mu saat masih muda dulu tapi dia juga pria bertanggung jawab dan setia," ucap Danish tergelak.
"Hahaha, kamu memang paham tentang diriku Danish, tapi jika aku sudah jatuh cinta pada seorang wanita hatiku tidak akan pernah goyah oleh wanita manapun, aku tipe pria setia," Dimitri merangkul bahu Sarah mesra.
"Kalian para lelaki kalau sampai macam-macam pada kami para istri awas saja akan ku potong timun kalian sampi habis!" ucap Sarah memperagakan gaya memotong dengan tangannya.
"Eh kok aku jadi merinding ya?" Danish menarik Lula yang berada di sampingnya.
"Tapi aku percaya kalau para suami ini pastinya setia dan tidak akan berani macam-macam di belakang kita Sarah," Lula berucap.
"Tentu saja sayang, kenapa harus mencari yang lain kalau di rumah sudah ada bidadari cantik yang selalu setia melayani kami!" Danish mencium pipi Lula.
Sedangkan di sisi lain Zack dan Daniella saling melepaskan tautan bibir mereka. Kenzo dan Arshel langsung menarik Daniella ke dalam pelukan mereka.
__ADS_1
"Selamat ya Ell, mudah-mudahan Zack selalu bisa membahagiakan mu, sebentar lagi kamu sudah bukan menjadi tanggung jawab kami," ucap Arshel.
"Ell, adikku yang paling cantik, kalau Zack menyakiti mu katakan padaku ya, aku pasti akan langsung membunuhnya!" ucap Kenzo yang mendapatkan tonyoran di kepalanya dari Zack.
"Kalian tenang saja, Daniella adalah belahan jiwaku, separuh hidupku! aku pasti akan menjaganya seumur hidupku!" ucap Zack tersenyum menatap tunangannya itu.
Akhirnya malam itu acara berlangsung dengan sangat romantis dan penuh kebahagiaan. Setelah acara lamaran itu makan malam dengan menu spesial di hidangkan.
Semua orang makan saling berpasangan, Kenzo menatap Mia yang malam ini benar-benar terlihat sangat cantik.
Entah kenapa melihat Zack yang melamar Daniella dan akan segera menikahinya, membuat Kenzo juga merasa ingin segeran mengikat gadis di depannya ini.
Tiba-tiba Kenzo berdiri dan meminta perhatian semua orang.
"Perhatian semuanya, mumpung masih di tempat yang romantis ini aku juga ingin mengutarakan sesuatu!"
Mia sangat bingung dengan apa yang di lakukan oleh Kenzo.
"Ada apa Ken? apa yang ingin kamu utarakan?" Tanya Daniella.
Kenzo mengajak Mia untuk berdiri dan menariknya ke tengah-tengah.
"Sepertinya aku harus segera mengutarakan keinginannya ku Mom, Dad," ucap Kenzo kepada kedua orang tuanya.
"Silahkan Kenzo, apa yang ingin kamu utarakan nak?" tanya Danish.
Kenzo menatap Mia dengan tatapan sendu dan penuh cinta. Dia sudah bertekad akan melamar Mia malam ini juga.
Mia merasa ada sesuatu yang akan terjadi, melihat gerak gerik Kenzo yang sudah mulai melancarkan aksinya.
Bagaimana ini? apa Kenzo juga akan melamar ku? tapi aku sama sekali belum siap! Batin Mia.
Bersambung.
Jangan lupa like, komen dan vote, bunga juga jangan lupa ya 🥰🥰🌹🌹🌹👈👈👉☕☕
__ADS_1