
Happy Reading 😊
Mia dan Kenzo masuk ke sebuah butik terkenal untuk membeli sebuah gaun, mereka berjalan melihat sekeliling dengan mata yang berbinar.
"Wow, semuanya bagus banget," Gumam Mia.
Kenzo yang melihat itu langsung mendekati sang kekasih.
"Apa kamu mau ku belikan satu gaun sayang? Biasanya kan kamu selalu menolak?" Tanya Kenzo.
Mia menggeleng pelan. "Tidak perlu sayang, aku hanya mengagumi karya desain gaun di butik ini, sangat indah," Jawab Mia berjalan ke depan.
Kenzo bisa melihat mata Mia tak lepas dari sebuah gaun pesta berwarna merah marron yang terpasang di sebuah manekin itu.
"Apa kamu menyukai gaun marron itu?" Bisik Kenzo dari belakang.
Mia mengangguk dan tersenyum.
"Apa kamu mau memiliki nya sayang?"
"Tidak sayang, itukan sangat mahal, aku tidak mampu membelinya, harga sebuah gaun bisa untuk membeli sebuah motor, benar-benar mahal, mending uang itu kita tabung untuk membeli barang yang berguna," Jawab Mia.
Kenzo tersenyum dan mengacak rambut Mia gemas, "Kamu ini kenapa pikirannya dewasa banget sih?" Kenzo sangat menyukai sifat Mia yang begitu dewasa dan rendah hati itu.
Dia bukan tipe gadis matre yang suka menghamburkan uang kekasihanya yang kaya raya. Mia lebih suka menggunakan uangnya sendiri dari pada uang Kenzo.
"Sayang, rambutku jadi rusak nie!" Seru Mia tidak terima kalau rambutnya di acak-acak seperti itu.
Padahal tadi sudah di sisir rapi, Mia mengambil sebuah kucir rambut di sakunya dan menguncir rambut nya ke atas.
Kenzo yang melihat leher jenjang Mia yang putih mulus itu menjadi tidak suka karena terlihat sangat jelas dan bisa menggoda iman para kaum pria.
"Jangan di kucir rambutnya sayang, aku tidak suka!" Mia menolah ke arah sang kekasih sambil mengerutkan dahinya.
"Memangnya kenapa kamu tidak suka sayang?" Tanya Mia.
"Bukan begitu sayang, aku sangat suka rambut mu tergerai saja, justru karena kamu mengucir rambut mu itu aku tidak suka karena akan memperlihatkan lehermu yang mulus ini," Bisik Kenzo di telinga Mia.
"Ada yang bisa saya bantu Nona dan tuan?" Tanya seorang pegawai butik
"Kami mau membeli gaun yang bagus untuk gadis sebayaku," Jawab Mia.
"Yang paling mahal dan limited edition ya!" Kenzo menambahkannya.
"Baiklah mari ikuti saya," Pegawai itu mengarahkan ke sebuah tempat khusus menyimpan gaun indah dan mahal di butik itu.
Mia dan Kenzo masuk ke dalam ruangan itu dan melihat berbagai bentuk gaun yang indah dan cantik.
"Lihatlah sayang, gaun biru tosca ini begitu indah?" Mia lagi-lagi menatap kagum gaun-gaun itu.
"Kalau kamu suka kita beli itu saja," Ucap Kenzo.
"Tapi apakah ia akan suka?"
__ADS_1
"Pasti suka, kalau menurut Mia ini bagus, pasti Zack juga akan menyukai nya," Jawab Kenzo tersenyum.
"Baiklah, kita beli yang ini saja, tolong bungkus gaun biru tosca ini ya," Ucap Mia pada pegawai butik itu.
"Baiknya Nona, silakan membayar di kasir," Pegawai itu mengambil gaun pilihan Mia dan membawanya ke kasir.
Kenzo mengeluarkan gold card-nya untuk membayar.
"Tolong sekalian bungkus gaun merah marron yang ada di manekin itu," Ucap Kenzo pada petugas kasir.
"Baik tuan," Jawab petugas kasir yang terlihat masih muda itu.
Setelah membayar Kenzo langsung membawa dua paper bag ke dalam mobil, Mia juga sudah menunggu di dalam.
"Akhirnya tugas kita selesai, tadi Zack menelpon, dia akan menunggu kita di lokasi jam 7 malam, jadi ayo cepat kita ke rumah," Ucap Mia.
"Iya sayang, kenapa kamu antusias sekali sih?" Ucap Kenzo sambil memasang seatbelt.
"Tentu saja aku sangat antusias, Zack akan melamar Ell, siapa yang tidak senang mendengar berita itu, ugh so sweet banget pasti," Mia berucap dengan senyuman yang lebar.
Cup.
Tiba-tiba Kenzo mencium pipi Mia membuat gadis itu sedikit terkejut.
"Sayang, kenapa mencium pipi ku!" Mia memegang pipinya yang basah.
"Memangnya kenapa kalau aku mencium pipimu sayang?" Kenzo terkekeh dengan ekpresi kekasihnya.
Sangat imut, Kenzo terlalu tergila-gila dengan semua tingkah laku Mia yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
"Jadi kamu mau di cium di situ?" Ucap Kenzo mendekatkan bibirnya.
Tiba-tiba Mia menutup bibirnya dengan kedua tangannya.
"Aku cuma bercanda sayang," Jawab Mia nyengir kuda.
Tapi Kenzo tidak akan main-main dengan keinginannya. Pria itu menarik tengkuk Mia kemudian mencium bibir mungil itu.
###
"Kenapa aku harus memakai gaun ini Mia?" Daniella membolak-balik sebuah gaun indah yang di beli oleh Mia dan Kenzo tadi.
"Aku akan mengajakmu ke sebuah acara, cepat sana ganti baju dan berdandan!"
Mia mendorong tubuh Ell ke kamar mandi untuk segera memakai gaun itu.
"Eh, kalau kita pergi berdua tentunya kamu juga harus memakai gaun kan? lalu mana gaunmu?"
Mia sedikit terkejut dengan ucapan Daniella. Benar juga apa yang di katakan Ell, kenapa juga dia beralasan seperti itu. Apa dia beralasan tidak punya gaun!
"Ini gaunnya Mia, aku baru membawanya, jadi cepat kalian ganti baju, aku akan menunggu di bawah," Kenzo datang dan membawa paper bag berisi gaun merah maroon yang di belikan nya untuk Mia.
"Oh gitu ya, ayo Mia kita ganti baju barengan," Daniella menarik tangan Mia yang masih mematung itu.
__ADS_1
Dia tidak percaya bahwa Kenzo telah membeli gaun yang tadi sempat mengusik matanya.
Akhirnya setelah dua puluh menit mereka berdua turun ke lantai bawah dengan penampilan yang sangat cantik dan sempurna.
Kenzo begitu terpana melihat kecantikan Mia yang begitu imut pipi cubby-nya, sedangkan Daniella memang kecantikan alami selalu terpancar di wajahnya.
"Jangan bengong Ken, melihat bidadari turun dari tangga tuh di sambut bukan cuma di pandang," ucap Daniella membuat Kenzo tersadar.
Mia bersemu merah kala Kenzo memandangnya seperti itu.
"Kalau begitu kita segera pergi ke tempat acaranya," ucap Kenzo menggandeng lengan Mia.
Daniella menatap kedua pasangan itu dengan sendu, entah kenapa hatinya begitu sakit mengingat dirinya yang tidak boleh bertemu dengan Zack.
"Zack, aku kangen,"
###
Di sebuah restoran mewah yang sudah di sulap menjadi area private karena memang telah di sewa oleh seseorang tidak lain adalah Zack.
Ara dan Billy menatap sahabatnya yang sedang gelisah menunggu sang pujaan hati.
"Kamu bisa duduk gak sih Zack, dari tadi mondar mandir kaya setrikaan!" ucap Ara.
"Aku takut nanti mereka tidak jadi datang, padahal aku sudah mempersiapkan semuanya," jawab Zack.
"Eh tunggu, lihatlah itu Kenzo sudah masuk bersama Mia, lalu di mana Daniella?" seru Billy.
Zack yang melihat itu menjadi semakin panik. Tapi pada saat Zack akan menghampiri kedua orang itu tiba-tiba dari arah belakang muncullah Daniella berjalan sendiri sambil menampilkan raut wajah sedih.
Ya Tuhan My Love, aku begitu merindukan mu! batin Zack.
Daniella belum menyadari apa yang ada di hadapannya saat ini, dia terus saja berjalan sambil memandang ke bawah.
"My Love, kamu begitu cantik malam ini!" tiba-tiba Daniella merasa ada yang memeluknya erat.
Dia bisa mengenali postur tubuh dan aroma parfum siapa itu.
"Zack!"
Daniella melepaskan pelukannya dan menatap tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
"Hai nak, akhirnya kamu datang?"
"Dad, Mom?" lirih Daniella menatap sekeliling.
"Sayangku, kami semua menunggu mu," Daniella melihat Bibi Sarah dan juga Paman Dimitri berada di tempat itu.
"Sebenarnya ada apa ini?" Daniella merasa bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa semua orang berkumpul di tempat itu.
Bersambung.
Yuhuuuu ada apa ya??🥰ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, bunga 🌹 dan juga 👉☕☕