
Happy Reading 😊
Zack mengangkat Daniella dengan cara seperti itu agar istrinya tidak memberontak. Awalnya Daniela masih terus meronta, semua mahasiswa yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya, mereka sudah tahu pasangan yang satu ini memang selalu terlihat mesra di manapun berada.
Daniella berhenti meronta ketika merasa pusing karena kepalanya yang menghadap ke bawah. Zack langsung memasukkan Daniella ke dalam mobil dan langsung mengecup keningnya lama.
"Aku pusing Zack!" Pria itu mengusap pipi sang istri.
"Makanya jangan ngeyel sama suami," ucap Zack membuat Daniella mengerucutkan bibirnya.
"Aku masih marah padamu ya," gumam Daniella sambil menutup mata dan menyandarkan tubuhnya.
"Gak apa-apa marah, yang penting kamu jangan membela pria brengsek tadi, aku tidak suka My Love." Daniella tidak menjawab.
Dia sudah lelah berdebat dengan Zack karena merasa kepalanya juga masih pusing. Zack yang melihat hal itu langsung memakaikan seatbelt untuk Daniella dan menutup pintunya.
Jonathan mengepalkan kedua tangannya melihat pemandangan itu, hatinya merasa semakin tidak rela melihat kemesraan Zack dan Daniella. Dia akan menghasut Zack dan membuat Daniella membencinya. Meskipun mereka sudah menikah tidak ada kemungkinan bahwa mereka juga bisa berpisah. Benar-benar pria yang tidak tahu diri.
Zack langsung melajukan mobilnya pergi dari kampus menuju ke apartemen miliknya. Semenjak Daddy Danish dirawat di rumah sakit, Zack dan Daniella lebih memilih tinggal di apartemen Zack yang dekat dengan rumah sakit.
Karena mereka tidak akan jauh kalau sewaktu-waktu mengunjungi Daddy-nya. Diperjalanan Daniella lebih memilih menutup matanya dan berpura-pura sedang tidur. Gadis itu sedang malas berbicara dengan suaminya.
Hanya gara-gara masalah Daniella dibantu oleh Jonathan pada saat akan mengambil buku di perpustakaan yang di mana buku itu terletak di rak paling atas.
Flashback.
"Ternyata buku itu ada di sana, bagaimana caranya ku mengambilnya," Daniella menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu benda yang bisa menjadi pijakan.
__ADS_1
"Ah ada kursi, sebaiknya pakai kursi itu saja." Daniela berjalan mengambil kursi yang berada di samping kiri rak buku itu.
Sebenarnya Ell mau meminta bantuan suaminya tapi saat itu Zack sedang bersama dosen pembimbing karena sebentar lagi mereka akan melakukan sidang.
Dengan susah payah akhirnya Daniella berhasil membawa kursi itu. Gadis itu naik ke kursi dan berusaha menggapai buku yang dicarinya.
Jonathan yang melihat gadis yang sudah di sukainya sejak lama sedang kesulitan, diapun tersenyum senang. Apalagi tidak ada Zack di sampingnya yang biasanya setiap waktu selalu bersama Daniella.
Daniella berusaha menjangkau buku yang di inginkan nya itu, tiba-tiba ada sebuah lengan kekar yang berada di belakangnya membantu mengambil buku tersebut.
Sontak Daniella langsung menoleh ke belakang karena terkejut ketika tangannya dipegang oleh seseorang.
"Eh, Jo!" seru Daniella.
Tapi sayangnya karena refleks tubuh Daniella yang tiba-tiba menoleh, kursi itu pun menjadi bergoyang mengakibatkan Daniela akan terjatuh sebelum Jonathan menangkap dan memeluknya nya.
Hal itu pun dijadikan kesempatan Jhonatan untuk memandang wajah cantik Daniella dari dekat.
Daniella yang sadar telah berada di pelukan Jonathan, dia pun sedikit mendorong tubuh kekar itu.
"Daniella!!" seru sebuah suara yang sangat Daniella kenal.
"Zack!" Daniella langsung mendorong tubuh Jonathan dan berlari ke arah sang suami.
"Apa-apaan ini!" seru Zack sudah emosi.
Dia melihat begitu jelas bagaimana tatapan mata Jonathan yang seakan ingin menerkam sang istri. apalagi posisi mereka yang berpelukan dan Jonathan memandang wajah Daniela memuja.
__ADS_1
"Zack, jangan salah paham, aku tidak melakukan apapun!" seru Daniella ketika Zack akan mendatangi Jonathan yang menatapnya dengan pandangan sinis.
Flashback off.
"Sayang, sudah sampai!" Zack membangunkan Daniella ketika mereka sudah sampai di apartemen.
Daniella membuka matanya dan langsung menatap sang suami masih mode marah.
"Ayolah sayang, kamu masih marah padaku?"
"Masih,,,,! aku tidak suka kamu memukul seseorang Zack, karena hal itu akan memicu sebuah dendam. Aku nggak mau kamu terlibat dalam perkelahian apapun!" Jawab Daniella.
"Maafkan aku sayang, bukan bermaksud mau memicu perkelahian, tapi pria itu memang pantas mendapatkannya, dia tidak tulus membantumu tadi, aku melihat di matanya bahwa dia menginginkanmu." Daniella menghela nafas kasar.
Sebenarnya Daniela memang tidak berniat membela Jonathan sama sekali, justru dia melakukan hal itu karena tidak ingin sang suami memukul seseorang, dan hal itu akan mengakibatkan dendam yang berkepanjangan. Ya,, misal Jonathan menerima, kalau tidak, akan bisa berbuntut panjang nantinya.
"Zack, aku tidak peduli dengan Jonathan yang berniat membantuku tulus atau tidak. Aku hanya peduli padamu, jangan sampai kamu memukulnya, kita bisa membicarakan masalah itukan? lagian aku juga tidak tahu kalau pria itu tiba-tiba muncul di belakangku dan membantuku mengambil buku, reflek karena terkejut membuatku terjatuh dari atas kursi, lalu Jonathan menangkap dan disaat itu kamu datang." Jelas Daniella.
"Iya sayang, aku percaya padamu!" jawab Zack mendekatkan wajahnya dan mencium bibir sang istri. Menelusuri bagian dalam dan saling menautkan lidah. Sama-sama menyesapi rasa nikmat bepadu dengan saliva yang bertukar pada ciuaman itu.
"Aku tidak ingin hanya karena masalah kecil bisa mengakibatkan kita bertengkar hebat, komunikasi dan saling berbicara secara terbuka adalah kunci setiap hubungan. Jangan sampai hubungan menjadi retak gara-gara kesalahpahaman." Ucap Daniella setelah bibirnya terlepas.
"Iya sayang, aku berjanji akan selalu bertanya terlebih dahulu sebelum menyimpulkan."
Bersambung
Mohon komen kalau ada typo 🙏
__ADS_1
jangan like, komen dan kopinya ya