Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) KOMA


__ADS_3

Happy Reading 😊


Zack melihat Daniella bermain dengan seorang anak kecil laki-laki, mereka sedang berada di sebuah taman bunga yang indah. Daniella dan anak tersebut tampak berlari mengejar sebuah kupu-kupu yang terbang di sana.


Daniella tampak terlihat sangat cantik dengan memakai dress putih selutut, sedangkan anak laki-laki tersebut wajahnya terlihat sangat tampan begitu mirip dengan Zack saat masih kecil.


"Mama, aku ingin menangkap kupu-kupu itu." Seru anak tersebut.


"Ayo sayang, tangkap kupu-kupu nya, kamu pasti bisa,, ayo semangat!" Daniella menggendong anak laki-laki itu dan mereka mengejar kupu-kupu itu bersama.


Zack segera menghampiri istrinya dan anak laki-laki itu. Senyum mengembang tampak tersungging di bibirnya. Rasa bahagia memuncak ketika kedua orang itu menatap ke arahnya.


"Papa!!" Teriak anak laki-laki itu.


Diapun meronta meminta turun dari gendongan Daniella. "Hati-hati sayang!" Seru Daniella ketika melihat anak tersebut berlari ke arah Zack.


Zack yang melihat itu langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya. Saat sudah hampir sampai tiba-tiba anak itu terjatuh dan tersungkur ke tanah.


Zack langsung panik dan segera berlari menghampiri anak tersebut. Dia pun berlari dengan wajah yang gelisah. Terdengar suara tangisan dari anak laki-laki yang memanggilnya dengan sebutan Papa.


Zack berlari secepat mungkin agar bisa segera menolongnya, tetapi entah kenapa rasanya jarak itu begitu jauh. Sudah berusaha menjangkau tetapi tidak sampai-sampai.


Wajah Zack penuh dengan keringat karena berlari untuk menolong anak itu. Tiba-tiba ada sebuah kabut hitam di depannya, membuat pandangan nya jadi sulit untuk melihat.


"Daniella!! Sayang,, kalian di mana?" Seru Zack anak itu dan istrinya.


Tetapi tiba-tiba seluruh taman itu menjadi gelap, Zack sampai tidak bisa melihat apapun suasananya sungguh gelap gulita. Zack masih terus berjalan sambil terus memanggil kedua orang itu.


Tiba-tiba ada sebuah cahaya putih di depan sana, saya itu nampak begitu terang. Zack terus berjalan menuju cahaya putih tersebut suasana yang begitu galak hingga membuat Zack harus berusaha melangkah dengan hati-hati agar bisa mencapai cahaya itu.


Langkahnya tinggal beberapa meter untuk mencapai cahaya putih bersinar itu, pada saat sudah sampai tiba-tiba ruangan menjadi terang semuanya.


Zack mengerjabkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan sinar yang masuk ke dalam retina mata.

__ADS_1


Dia bisa melihat sebuah langit-langit kamar bernuansa putih. Zack bingung, kenapa tiba-tiba dia bisa berada di ruangan itu.


"Sayang, kamu sudah sadar!" Seru sebuah suara yang sangat dia kenal.


Suara seorang wanita yang telah melahirkan nya. Tiba-tiba Zack merasakan tangannya di sentuh, pria itu menoleh dan melihat wanita cantik meski sudah tidak muda lagi yang tidak lain adalah Ibunya, Sarah.


"Akhirnya kamu bangun juga, Nak!"


"Zack, syukurlah," ucap seorang pria di sebrang ranjang yang tidak lain adalah sang Daddy.


"Mom, Dad,, ini di mana?" Tanya Zack masih bingung.


"Iya sayang, ini di rumah sakit, kamu sudah 3 hari di rawat di sini dan tidak sadarkan diri." Jawab Sarah menangis.


"Aku sudah memanggil dokter,, sebentar lagi dokter akan datang," ucap Dimitri baru saja menekan tombol di samping ranjang pasien.


"Mom, di mana Daniella? di mana istriku Mom!" Seru Zack.


Sarah dan Dimitri saling pandang, mereka bingung harus mengatakan apa.


"Aku akan menemui Daniella, Mom, Dad!" Seru Zack berusaha turun dari atas ranjang.


"Iya, nanti kita temui istrimu.Tetapi kamu harus diperiksa terlebih dahulu, kamu tiga hari tidak bangun dan setelah bangun harusdi periksa keadaan mu dulu, baru nanti kita akan menemuinya kamu tenang saja, Daniella baik-baik saja." Ucap Sarah menenangkan putranya.


Akhirnya Zack sedikit tenang ketika dokter datang ke dalam ruang rawatnya. Tetapi hatinya masih gelisah ingin mengetahui kabar tentang istrinya itu.


Zack masih ingat saat itu mereka baru saja memeriksakan diri ke rumah sakit dan Daniella memeriksakan kandungannya dan dinyatakan hamil. Pada saat mereka akan pulang dan sudah berada di dalam mobil menuju perjalanan, tiba-tiba mobil mereka di tabrak dari arah samping dan terjadilah kecelakaan itu.


###


Zack bersama Sarah mendatangi ruangan lain yang berada di samping ruangan di mana Zack di rawat. Mata Zack berbinar kala mendapati istrinya yang masih terlelap dengan selang oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya.


Matanya masih tertutup rapat, Zack bangkit dari kursi roda dan berjalan ke arah sisi ranjang.

__ADS_1


Di sisi lain ranjang, Lula dan Danish yang duduk di sofa segera mendatangi menantunya yang ternyata sudah siuman.


"Zack, kamu sudah sadar?" Tanya Mommy Lula terlihat sayu.


"Mom, bagaimana keadaan Daniella? kenapa dia masih menutup matanya?" Danish mengelus bahu Zack.


"Nak, istrimu belum sadar sejak kecelakaan itu, kalian sudah tiga hari koma, tetapi Daddy bersyukur kamu sudah siuman sekarang." Ucap Danish menampilkan senyuman yang tulus.


Meskipun hatinya masih bersedih karena Daniella belum siuman, tetapi dia merasa senang karena Zack sudah sadar dan keadanya jauh lebih baik sekarang.


"Lalu bagaimana dengan calon bayi kami Dad, Mom?" Semua orang saling memandang.


Mereka tidak ada yang menjawab, membuat Zack merasa gelisah.


"Kenapa kalian diam? please, jawab pertanyaan ku, Mommy!!" Zack menatap Sarah dengan perasaan kalut.


"Zack, kecelakaan itu membuat Daniella mengalami pendarahan, tetapi,,!"


"Tetapi apa Mom?" Zack terlihat frustasi.


Dia tidak ingin mendengar kabar buruk tentang calon bayinya atau pun Daniella.


"Tetapi Daniella berusaha menyelamatkan calon bayi kalian, mungkin dia menutupi perutnya dengan tangan pada waktu hantaman mobil itu, karena saat itu keadaan kalian terjepit di dalam mobil, untung saja janinnya sangat kuat, sepertinya dia juga masih ingin bertahan, tapi sekarang kondisi Mama nya masih belum pulih, Daniella di nyatakan koma." Jawab Sarah.


Zack langsung luluh dan memeluk sang istri, air matanya mengalir deras seiring isak tangisnya.


"Siapa yang melakukan semua ini Dad, Mom? aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang!" Ucap Zack mengepalkan tangannya.


"Kenzo sudah menyelidiki bersama petugas kepolisian, mereka sudah mengantongi identitas nya, dan sekarang sedang dalam pengejaran." Jawab Danish.


Zack benar-benar tidak tahu apa motif mereka melakukan semua ini dan berusaha mencelakakan dirinya dan sang istri. Dia merasa tidak pernah memiliki dendam dengan siapa pun. Siapakah yang patut dia curigai?


Bersambung.

__ADS_1


Sebenarnya tadi othor mau buat Zack sedikit sedih, tapi gak tega 😔🥺


__ADS_2