Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Melisa


__ADS_3

Happy Reading 😊


Darren dan Candy baru saja keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah untuk makan malam. Candy dengan manja menggandeng mesra lengan suaminya.


Arshel dan Evelyn saling menatap ketika melihat orang tuanya berjalan mendekat kearah meja makan. Terutama Evelyn yang menatap sang Mommy dengan memicingkan mata, mereka tahu apa yang baru saja dilakukan oleh para orang tua itu, lihatlah rambut mereka saja masih basah dan tentunya dengan bekas merah di tengkuk Mommy-nya.


"Mommy,, kenapa?" Evelyn memainkan matanya ke arah Candy.


Candy hanya bisa mengedipkan sebelah matanya menjawab pertanyaan sang Putri.


"Kenapa kalian main mata seperti itu?" tanya Arshel.


Darren yang sudah tahu permainan istri dan putrinya itu, tidak mau ikut komentar. Yang terpenting dia menang banyak barusan, meskipun sedikit pegal karena disuruh memijit kaki sang istri, tapi akhirnya terbalas juga dengan percintaan dan kehangatan yang diberikan oleh Candy.


"Siapa yang bermain mata? mataku tadi kayaknya kelilipan, jadi aku kedip-kedip kan gitu." Candy menutup mulutnya ketika mendengar jawaban Evelyn.


"Itu tadi sama Mommy, kalian bermain mata gitu, apa ada yang kalian rencanakan wahai kaum wanita?" tanya Arshel sambil bersedekap dada.


"Eh, kok jadi bawa-bawa Mommy sih?" Candy tidak terima. Padahal memang tadi dia yang merencanakan sesuatu untuk Darren sampai berpura-pura perutnya kram.


"Sudah-sudah, sebaiknya kita cepat makan, oh ya Arshel, besok kamu dan Melisa pergi ke restoran X untuk bertemu klien penting kita dari Jerman, aku masih ada pekerjaan yang harus diurus." Ucap Darren.


"Tapi Dad, apa aku bisa menggantikanmu, pengalamanku masih minim, aku takut tidak bisa mempresentasikan perusahaan kita."


"Iya Dad, Arshel masih belajar juga kan kenapa bukan Daddy saja yang bertemu klien penting itu?" ucap Evelyn.

__ADS_1


"Daddy harus melihat proyek pembangunan yang akan di garap nanti, ini proyek besar, Daddy harus terjun ke lapangan langsung." Jawab Darren.


"Semuanya aku serahkan pada Arshel, aku percaya padamu nak, ada Melisa juga yang akan membantumu." Lanjutnya.


Candy mengingat nama Melisa, ah iya, bukankah dia sekretaris Darren yang kecentilan itu.


"Kenapa harus bersama Melisa sayang? aku tidak menyukai sekretaris mu itu!" Candy menyendokan makanan ke mulutnya.


"Dia bisa diandalkan sayang," jawab Darren.


"Mommy,, Kenapa tidak menyukai Melisa?" tanya Evelyn penasaran.


"Mommy tidak suka dengan cara dia menatap Daddy, yah seperti tatapan yang menggoda, meskipun dia memang kompeten dalam pekerjaannya Tapi tetap saja merasa sedikit takut kalau suami suami kita nanti direbut sama dia." Jelas Candy blak-blakan.


Evelyn memandang Arshel dan mengangguk, dia tahu bahwa suaminya itu pasti bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.


"Baiklah Dad, aku setuju."


###


Di kantor Sky Group.


Arshel baru saja masuk ke dalam ruangan Presdir, sebenarnya dia merasa agak gugup dengan tugas yang diberikan oleh Papa mertuanya.


"Hai Dad, aku sudah siap." Ucap Arshel melihat wanita di dalam ruang itu yang tidak lain adalah Melisa, sekretaris Darren.

__ADS_1


Melisa menatap dua pria tampan di depannya saat ini dengan senyum yang lebar.


"Melisa, nanti jam 10 siang kamu pergi ke restoran X untuk bertemu klien kita dari Jerman."


"Baik tuan, serahkan semuanya pada saya," jawab Melisa senang.


"Nanti Arshel yang akan menemani mu," Wajah Melisa langsung berubah ketika mendengar ucapan itu.


Kenapa harus dengan tuan Arshel, diakan orang baru di sini, apakah dia bisa di andalkan. Batin Melisa.


"Iya, baik Tuan," ucap Melisa membungkukkan badannya.


Akhirnya Arshel dan Melisa pergi bersama ke restoran X di dalam satu mobil. Tidak mungkin kan mereka pergi ke restoran menggunakan dua mobil sekaligus padahal tujuan nya sama.


Melisa melirik ke arah pria muda yang ada di sampingnya ini. "Huft, padahal aku ingin pergi bersama dengan Tuan Darren. Kenapa sekarang malah bersama dengan Tuan Arshel?" gerutu Melisa di dalam hati.


Apa artinya Dia pernah bekerja di perusahaan besar juga sehingga mendapatkan kepercayaan dari atasannya. Melisa belum terlalu mengenal Arshel, tetapi dia tahu bahwa pria muda ini adalah menantu Darren.


Arhsel hanya diam saja, dia masih ingat bagaimana Candy mengatakan bahwa Melisa itu adalah sekretaris yang suka menggoda dan merayu. Arshel benar-benar tidak suka dengan wanita seperti itu.


"Tuan Arshel, anda masih sangat muda dan sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy ya?" tanya Melisa memecahkan keheningan itu.


Bersambung.


Jangan lupa like komen bunga dan kopinya ya kakak reader, mudah-mudahan kita selalu sehat. Aamiin 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2