Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Bulan Madu Part 1


__ADS_3

Happy Reading 😊


Washington DC


Danish dan Lula baru saja selesai melakukan hubungan suami istri, Lula sudah merasa lelah meladeni tenaga suaminya itu. Sedangkan Danish tidak akan pernah merasa puas dan ingin lagi dan lagi dengan tubuh indah Lula.


Rasa nikmat tubuh Lula bagaikan heroin yang membuatnya selalu kencanduan, Danish benar-benar bisa gila dan sakit kepala kalau sehari saja tidak menyentuh istrinya.


Malam itu Lula langsung terlelap setelah menghadapi gempuran sang suami, Danish mengecup kening Lula lama. Pria itu bangkit dari ranjang dan berjalan memunguti pakaiannya dan pakaian Lula di lantai.


Kemudian Danish membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah beberapa menit Danish keluar dan langsung masuk ke dalam walk in Closet untuk mengambil baju.


Pria itu berjalan ke arah nakas dan mengambil ponselnya.


Danish mendial nomer Franklin sang asisten.


"Halo Franklin, siapkan dua tiket pesawat ke Dubai minggu ini, aku akan mengambil libur selama seminggu untuk bulan madu, jadi nanti kamu handle perusahaan dan jangan lupa untuk menghadiri rapat penting di perusahaan pusat,"


"Bos, kenapa harus aku yang menghadiri rapat di perusahaan pusat? nanti aku akan bertemu Fanny, malas sekali rasanya bertemu dengannya," jawab Franklin di sebrang telepon


"Bukankah kalian saling merindukan? tidak apa-apa nanti juga akan di kasih jatah," jawab Danish terkekeh.


Franklin dan Fanny memang dulu sangat dekat, bahkan banyak yang mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih, tapi nyatanya mereka hanyalah pasangan tanpa status yang saling menguntungkan.


Sering bercinta demi mencari kepuasan masing-masing tanpa ada rasa cinta. Sebenarnya Franklin menyukai Fanny, tapi dia tidak mau terikat dengan wanita manapun.


Kehidupan nya penuh kebebasan, jadi pria itu hanya ingin bersenang-senang saja saat bersama mahluk yang namanya wanita.


"Baiklah bos, aku kan hanya Asisten, jadi ya suka-suka kamu mau nyuruh aku gimana," jawab Franklin di sebrang telepon.


"Yang penting tiket liburan bulan madu ku besok sudah harus siap, baiklah selamat tidur,"


Danish mematikan panggilannya, pria itu menaruh ponselnya di nakas, kemudian berbaring di sisi Lula yang sudah terbang ke alam mimpi sejak tadi.


Pria itu menatap wajah cantik alami istrinya itu, tangannya terulur menyentuh pipi mulus Lula dan kemudian mencium keningnya.


"Sayang, kamu adalah anugrah terindah dalam hidupku, aku sangat bersyukur bisa kembali lagi denganmu, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia selamanya," ucap Danish.

__ADS_1


Kemudian dia membawa Lula ke dalam pelukannya dan menaikan selimutnya sampai menutupi seluruh tubuh sang istri.


Keesokan harinya.


Danish dan Lula sudah bersiap untuk pergi ke kantor, mereka masuk ke dalam mobil dan Danish melajukan mobilnya menuju ke perusahaan.


"Sayang, bagaimana kalau besok kita pergi bulan madu, aku sudah menyiapkan tiket pesawat untuk perjalanan ke Dubai, selama kita menikah dulu belum pernah aku mengajak mu bulan madu, maaf sayang, aku memang suami yang tidak baik," ucap Danish menoleh ke arah Lula.


Dia memang menyesal dulu pernah menyia-nyiakan Lula dan menyakitinya, seharusnya dia bisa menjadi suami yang baik dan tidak mementingkan ego dan ambisinya yang besar. Apabila dulu sikap Danish seperti sekarang sudah di pastikan mereka memiliki baby lucu yang sudah besar.


Lula menoleh ke arah Danish, dia menyentuh bahu sang suami dan meletakkan kepalanya di bahu tersebut.


"Aku paham kenapa kamu melakukan hal itu dulu sayang, bagaimana dulu kamu harus bisa mendapatkan warisan dari Papa Arnold melihat kamu sebagai anak yang tidak di akui oleh keluarga Alvares, yang pasti bisa mendapatkan kepercayaan untuk mengelola perusahaan di Washington DC ini adalah hal yang paling berharga dalam hidupmu," jawab Lula.


Danish mencium puncuk kepala Lula berkali-kali, dia begitu bersyukur bisa memiliki seorang istri yang sangat pengertian dan baik hati seperti Lula, meskipun dia sempat sulit untuk bisa mendapatkan hati Lula tapi akhirnya Danish berhasil membawa sang istri kembali ke rumahnya.


###


Dubai



Danish langsung di jemput oleh orang suruhannya dan mengantarkan mereka ke hotel yang sudah di pesan oleh Franklin sebelumnya.


Lula begitu takjub dengan indahnya Negara bagian Emirates itu. Apalagi dengan icon kota Dubai yaitu Hotel Burj Al Arab Jumeirah.


Setelah beberapa saat mereka sampai di hotel, Danish langsung mengajak Lula masuk ke dalam kamar yang langsung menghadap pemandangan Burj Al Arab.



"Wow, indah sekali pemandangan dari sini, kamarnya juga nyaman," ucap Lula berjalan ke arah jendela kaca yang besar itu.


"Dari sini kita bisa melihat pulau buatan itu sayang," ucap Danish memeluk Lula dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Lula.


"Aku mau nanti kita ke sana ya," ucap Lula senang sambil menunjuk ke pulau buatan yang bernama PALM Jumeirah.


Dubai memang terkenal dengan pulau buatannya, salah satunya adalah Palem island atau Palm Jumeirah.

__ADS_1



Palm Jumeirah adalah pulau reklamasi yang berbentuk seperti pohon palem yang ditutup bulan sabit.


Lokasi Palm Jumeirah berada di Dubai yang merupakan kota paling besar dan paling padat penduduk di Uni Emirat Arab.


"Tentu saja sayang, aku akan mengajakmu keliling Dubai, tapi kita harus ingat tujuan kita ke sini bukan hanya untuk sekedar jalan-jalan saja tapi juga honeymoon.


Agar kita bisa cepat mendapatkan Baby kita harus gencar untuk membuatnya, aku rasa dengan bulan madu ini kita bisa lebih fokus bikin anak tanpa gangguan.


Lula mencubit perut sixpack sang suami yang keras itu, Lula begitu malu ketika Danish mengatakan dengan terang-terangan seperti itu.


"Aduh, kenapa di cubit sayang, nanti perutku bisa cedera loh?" ucap Danish pura-pura sakit.


"Habisnya omongan kamu itu loh gak di filter dulu!" jawab Lula manyun.


Danish benar-benar gemas dengan istrinya itu, kemudian secara cepat Danish menggendong Lula dan menghempasnya ke atas ranjang


Secepat kilat Danish langsung mencium bibir Lula, semakin lama ciuman itu semakin dalam, bahkan tangan mereka tidak tinggal diam sambil melepaskan pakaian pasangannya.


Danish dan Lula melemparkannya pakaian mereka ke lantai, masih saling memangut akhirnya Danish memasukan senjata pamungkasnya ke dalam goa hangat sang istri.


Siang itu mereka berdua memulai bulan madunya dengan langsung membuat Baby yang sangat di tunggu kehadirannya.


Bersambung.


Sebutan untuk Danish : Senjata pamungkas


Sebutan untuk Darren : Si Junior


Sebutan untuk Nickolas : Tongkat sakti


🀣🀣🀣🀭🀭🀭


Halunya othorπŸ™πŸ™πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Mana vote nya akak2 reader semua, kan udah hari senin kan??

__ADS_1


__ADS_2