
Happy Reading 😊
Washington DC.
Lula memijat tengkuk suaminya yang sedari tadi muntah-muntah itu, dia begitu kasihan melihat Danish yang harus mengalami morning Sickness seperti itu.
"Kamu tahu sayang, dulu tuan David juga mengalami hal ini saat Nona Stela hamil, pada waktu itu tuan David malah lebih parah lagi," ucap Lula masih memijat bahu suaminya.
"Kenapa harus menceritakan David, aku gak suka ya kamu membicarakan tentang pria lain!!" jawab Danish kesal.
Lula terkekeh melihat suaminya yang kesal itu, Danish membalikan tubuhnya ke arah sang istri lalu dia mendekat dan mengelus perut Lula yang masih rata.
"Aku sangat menikmati ini sayang, meskipun harus tersiksa setiap hari aku ikhlas demi dirimu dan calon triple baby kita, justru aku tidak akan bisa tenang kalau harus kamu yang mengalami morning Sickness, biarlah aku merasakan susahnya mual dan muntah tiap hari, yang penting kalian tetap sehat," ucap Danish.
Lula menatap Danish dengan tatapan penuh haru, dia benar-benar tidak menyangka pria seperti Danish bisa menjadi pria yang lembut bahkan calon Daddy yang sangat menyayangi baby mereka.
"Terima kasih sayang," ucap Lula tersenyum.
"Terima kasih untuk apa sayang?" tanya Danish menangkup pipi Lula yang terlihat semakin cubby itu.
Maklum nafsu makan Lula yang banyak membuat berat badan dia juga bertambah.
"Terima kasih untuk semuanya, terima kasih karena telah menyayangiku dan mencintaiku, terima kasih untuk sayangmu dan cintamu pada calon baby-baby kita," jawab Lula tersenyum.
"Lula istriku, akulah yang harus berterima kasih padamu, aku sangat mencintaimu dan calon baby kita, saat ini yang aku inginkan hanya membuat kamu dan triple baby bahagia dan sehat semua," ucap Danish mencium bibir Lula.
Danish merasa bersyukur bisa merasakan kehamilan simpatik istrinya itu, bahkan dia sudah tidak sabar menjadi Daddy dari 3 baby sekaligus.
"Aku belum memberitahu kabar gembira ini pada Ibu dan juga Darren Candy, akan ku telepon mereka," ucap Lula.
Kemudian dia berjalan keluar kamar mandi dan mengambil ponselnya di nakas.
Florida
Darren masih asyik menikmati kegiatannya di dada Candy, mereka baru saja melakukan hubungan suami istri, tapi sepertinya Darren masih belum puas menyusu pada istri kecilnya itu.
"Sayang, geli tau, sudah jauhkan wajahmu ini," Candy berusaha menjauhkan wajah Darren dari gunung kembarnya.
Tapi sepertinya pria itu masih belum mau melepaskan favoritnya itu.
Tiba-tiba ponsel Darren berdering.
"Darren, ponselmu berdering, angkat dulu," seru Candy mengambil ponsel Darren di nakas.
"Siapa sayang yang menelpon malam-malam begini?" gerutu Darren karena mengganggu kegiatan asyiknya.
__ADS_1
"Lula menelepon, ada apa ya?" gumam Candy.
"Dari Lula, angkat sayang," Darren menyuruh Candy mengangkat telepon itu.
"Halo Lula,"
"Halo Candy, apakah Darren ada bersamamu? kami ingin memberi kabar bahagia,"
"Iya, Darren ada bersamaku, memangnya kabar apa Lula, boleh kami tahu?" tanya Candy berbinar.
"Candy, Darren akhirnya penantian dan usaha kami tidak sia-sia, aku hamil dan triplet Baby," jawab Candy di sebrang telepon.
"Aaahh selamat, selamat Lula dan Danish, kami ikut bahagia mendengarnya, apalagi kembar tiga, ya Tuhan sungguh anugerah terindah," jawab Candy.
Darren ikut bahagia mendengar berita itu, dia memeluk sang istri dan ikut mendengarkan Candy dan sahabat baiknya itu berbincang.
Sepertinya kebahagiaan sudah di dapatkan dua pasangan ini, menunggu kehadiran sang Baby yang masih beberapa bulan lagi, yang pasti akan menjadi best couple di kota mereka masing-masing.
###
Di sisi lain.
Nickolas mendapatkan informasi di mana Bella dan Zizi di culik, mereka di sekap di sebuah rumah kecil di pinggir kota.
Akhirnya malam itu Nickolas beserta anak buahnya berhasil melumpuhkan penjaga yang di sewa Antony.
Sambil mengarahkan pistol ke arah Antony yang sudah di lumpuhkan oleh anak buah Nickolas.
"Paman Nick!!" seru Zivana berlari ke arah Nickolas.
"Zizi, sayang kalian sudah aman," ucap Nickolas.
Kemudian dia menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa Zizi keluar agar tidak melihat hal yang tidak patut.
"Hahaha, ternyata kalian berhasil menemukan kami, ternyata hebat juga," ucap Antony sinis.
Bella langsung berjalan ke arah Nickolas tapi tiba-tiba Antony menarik lengannya.
Para anak buah Nickolas yang berjumlah 8 orang di dalam rumah itu langsung menodongkan senjata api ke arah Antony.
"Tenang saja, aku tidak akan menyakiti Bella, bawalah Zivan pulang bersamamu, aku ingin Bella di sini," ucap Antony.
"Tidak, kami akan menyerahkan mu ke polisi sekarang juga," jawab Nickolas menarik Bella.
"Tuan Nickolas, aku sudah memutuskan untuk tidak merebut Liora darimu, tapi Bella harus di sini bersamaku, bagaimana?" ucap Antony.
__ADS_1
"Aku tidak mau, aku akan pulang bersama tuan Nickolas dan Zizi," jawab Bella tiba-tiba.
Wanita itu langsung berlari dan bersembunyi di belakang Nickolas.
"Bawa dia ke kantor polisi atas tuduhan penculikan!" seru Nickolas pada para pengawalnya.
Antony menatap sendu ke arah Bella, niat hati ingin menculik Zivana agar bisa mendapatkan Liora tapi sepertinya pria itu berubah pikiran.
Semua kata-kata Bella memang dia benarkan, membuat hati Antony bimbang dan sadar, bahwa cinta memang tidak harus memiliki.
Dia juga terkejut dengan pengakuan Bella padanya, mungkin Antony memang selama ini telah di butakan cintanya pada Liora, sehingga melakukan hal gila demi obsesinya itu.
Bella hanya diam, dia sudah berhasil menyadarkan Antony dan menyelamatkan hubungan Liora dan Nickolas.
Berharap Antony sadar kalau semua yang di lakukannya adalah kesalahan besar. Dan malam itu Antony di bawa ke ke kantor polisi untuk mendapatkan hukuman agar dia lebih jera dan sadar.
###
Liora memeluk Zivana erat, dia merasa bersyukur karena Antony tidak melukainya.
"Sayang, Bibi sangat mengkhawatirkanmu dan Bibi Bella, kalian tidak di apa-apain sama Paman tadi kan?" tanya Liora.
"Bibi Livya, kami tidak apa-apa, Paman tadi sangat baik, Zizi di berikan boneka, tadi Zizi juga melihat Paman itu mencium Bibi Bella, mereka berciuman sangat lama, seperti Paman Nick yang suka mencium Bibi Livya," ucap Zivana polos.
Bella melototkan matanya tidak menyangka bahwa Zivana melihat hal itu, sedangkan Liora dan Nickolas langsung menatap ke arah Bella dengan tatapan tajam.
"Bella, apa benar yang dikatakan Zizi?" tanya Nickolas memicingkan matanya.
"Apa kamu dan Antony ...? aaakkk tidak mungkin kan?" seru Liora shock.
Bella menggaruk kepalanya, dia merasa malu bukan main karena kepergok Zivana yang dia kira tadi masih tertidur pulas.
"Sepertinya Zizi sedang bermimpi Tuan, Nona, tadi diakan tidur, ya mungkin Zivana saja dia bermimpi seperti itu," jawab Bella menatap Zivana seakan memberi kode agar tidak bercerita.
"Apa benar Zizi hanya bermimpi? atau kamu yang sengaja ingin menutupi?" tanya Liora tidak percaya.
Bella menelan salivanya, dia sangat merasa malu karena Zizi telah membongkar rahasianya.
Bersambung.
Ada reader yang tanya sebenarnya siapa sih pemeran utama di novel ini?
Othor jawab ya, semua di novel ini mempunyai peran dan cerita masing-masing. Othor hanya memberikan sebuah cerita yang berbeda dan berusaha agar pembaca tidak bosan.
Dari awal memang sengaja buat cerita yang berwarna warni, intinya setiap manusia punya kesalahan dan mereka sadar lalu memperbaiki kesalahannya. Othor juga gak terlalu suka konflik berat, intinya semua tokoh tetap punya ceria masing-masing dan berharap Happy ending.
__ADS_1
Terima kasih, salam sayang dari othor abal-abal 😘😘😘😘😘😘