Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Gejala Hamil Muda


__ADS_3

Happy Reading 😊


Lula mencari Evelyn di kamar mandi yang terletak di samping dapur, dia benar-benar gelisah saat melihat kondisi calon menantunya yang selalu mengarah seperti wanita yang sedang hamil.


Evelyn membuka pintu kamar mandi dan sedikit terkejut ketika melihat siapa yang berdiri di depannya itu.


"Aunty Lula, apa mau ke kamar mandi juga?" Tanya Evelyn berusaha menetralkan detak jantungnya.


Lula tersenyum dan menggeleng. "Aku ingin bicara denganmu sayang, apakah kamu sudah selesai?" Evelyn mengangguk.


"Kita bicara di kamarmu saja ya?" Ucap Lula.


"Baik Aunty, ayo ke kamarku saja." Evelyn berjalan pelan mendahului Lula.


Gadis itu merasa agak gugup karena tiba-tiba calon ibu mertuanya itu ingin bicara empat mata dengannya.


Setelah sampai di kamar, Evelyn mempersilahkan Lula untuk duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya.


"Eve, bagaimana keadaan mu Nak?" Tanya Lula.


Evelyn mengambil dua botol minuman jus dari dalam kulkas, memang kamar Evelyn ada kulkas kecil untuk menyimpan minuman agar dia tidak keluar kamar saat ingin minum.


"Aku baik-baik saja Aunty." Jawab Evelyn sambil meletakkan botol jus untuk Lula di depan calon Ibu mertuanya itu.


"Aunty ingin bertanya hal yang serius dengan mu Nak?" Evelyn merasa sedih gugup.


"Mau bertanya apa aunty?"


Lula mengambil botol jus itu kemudian membukanya.


"Tolong jawab yang jujur Eve, Aunty tidak ingin basa basi lagi." Ucap Lula kemudian meminum jus-nya.


Evelyn meremas dresnya karena merasa takut, Evelyn sudah mengira kalau Aunty Lula sudah mengetahui yang sebenarnya.


"Baiklah Aunty, Evelyn akan jujur."


Lula meletakan botol itu dimeja depannya, kemudian menghirup nafas dalam dalam-dalam.

__ADS_1


"Apa kamu sedang hamil?" Tanya Lula menatap lekat wajah Evelyn.


Gadis itu langsung menegang ketika mendengar pertanyaan dadi Mommy Arshel itu.


"Iya Aunty, aku memang sedang hamil anaknya Arshel," Jawab Evelyn menunduk.


Terdengar suara helaan nafas di sampingnya. Evelyn begitu takut kalau Lula akan marah padanya.


Tiba-tiba tangan Evelyn di sentuh oleh Mommy Arshel itu. "Apakah Arshel sudah tahu?" Tanya Lula.


Evelyn mengangguk pelan.


"Daddy dan Mommy-mu juga tahu?" Tanya Lula lagi.


"Mereka belum tahu Aunty, aku takut nanti mereka akan marah kalau tahu semua ini." Jawab Evelyn sendu.


"Sebaiknya memang harus kita rahasiakan dulu, aku tahu bagaimana sifat Darren, tenanglah Nak, Aunty akan membantumu agar pernikahan kalian di percepat." Lula memeluk Evelyn yang terlihat sedih itu.


"Terima kasih Aunty, Eve merasa sedikit lega karena ada Aunty Lula yang membantuku."


"Sayang mulai saat ini panggil Aunty dengan sebutan Mommy, karena sebentar lagi kamu akan menjadi menantuku." ucap Lula tersenyum.


"Baik Mom, terima kasih."


"Ya sudah, kita kembali ke acara di bawah, makan-makan sebentar lagi." Lula terkekeh.


"Baiklah Aunty, eh maksud ku Mommy."


Akhirnya Evelyn dan Lula kembali bergabung karena acaranya sebentar lagi akan di suguhkan hidangan makan malam yang mewah.


###


Arshel mendekati Evelyn yang sedang berbincang dengan Daniella dan Mia.


"Sayang, aku ingin bicara denganmu," ucap Arshel.


Evelyn menatap calon suaminya itu dengan tersenyum. "Kami pergi dulu ya, nanti mengganggu kalian." ucap Mia yang seakan tahu perasaan Arshel yang memang sedari tadi menjaga jarak dengan Evelyn.

__ADS_1


Pria itu hanya tidak mau Evelyn merasa mual lagi kalau ada dirinya di sampingnya.


"Bagaimana keadaan perutmu sayang? apa masih mual?" tanya Arshel tidak berani mendekat.


Jarak mereka sampai dua meter.


"Sekarang sudah lebih enakan, biasanya aku lebih sering mula di pagi hari sayang," jawab Evelyn.


"Apa aku boleh menyentuhnya sayang?" Arshel menunjuk ke arah perut Evelyn.


"Silahkan sayang, Baby-nya sudah merasa kangen ingin di sentuh oleh Papa!" ucap Evelyn.


Arshel memajukan langkahnya dan mendekati Evelyn.Tanganya terulur ingin menyentuh perut yang masih datar itu.


Evelyn merasa mual kembali saat Arshel begitu dekat dengannya.


"Emm..! Sayang, menjauhlah dulu!"


"Apa kamu mual lagi sayang?"


Evelyn menutup mulutnya dengan sebelah tangan. "Kenapa baumu masih menyengat di hidung, membuatku ingin muntah!"


Arshel melongo mendengar ucapan calon istrinya itu.


"Itu memang tanda-tanda gelaja orang yang sedang hamil muda," Tiba-tiba dari arah belakang Lula datang.


"Mommy, apa kamu sudah tahu kalau Evelyn sedang hamil?" tanya Arshel.


"Mommy tahu nak, tapi orang tua Candy belum tahu. Sepertinya Evelyn ini mengalami morning Sickness, dia merasa mual dan ingin muntah seperti sekarang ini." Jelas Lula.


"Apa artinya itu aku tidak bisa menyentuh Evelyn lagi?"


Bersambung.


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.

__ADS_1


Terima kasih ❤️😘😘😘


__ADS_2