Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Insecure


__ADS_3

Happy Reading ☺


Di kediaman Dimitri Gicks.


Daniella melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol bersama orang tua Zack di ruang keluarga.


"Kenapa Daddy dan Mommy ada di sini?" gumam gadis itu.


Kompak sekali sih para orang tua ini, saking kompaknya sampai menjodohkan anak-anak mereka, untung saja Zack pria yang tampan seperti tuan Dimitri, bagaimana kalau putra tuan Dimitri pria yang jelek dan bodoh, pasti aku bisa gila!!


Daniella menggerutu dalam hati tenang rencana perjodohannya dengan Zack, biasanya kalau masalah perjodohan banyak yang tidak setuju karena tidak saling mencintai.


Sangat berbeda dengan Zack dan Ell, meskipun awalnya Ell menolak tapi sepertinya dia sudah mulai membuka hatinya karena sesungguhnya dia juga menyukai Zack.


"Ell, kenapa bersembunyi? apa kamu gak mau nyamperin mereka?" ucap Zack sambil memeluk Daniella dari belakang.


Hal itu membuat Daniella merasa sedikit terkejut.


"Aku malas Zack, mereka pasti mengobrol tentang hal bisnis yang tidak aku mengerti dan yamg pasti sangat membosankan," jawab Daniella.


"Tapi mereka tidak tahu kalau kamu di sini, lebih baik tidak perlu tahu, ayo kembali ke kamar," Zack menarik pinggang Daniella dan menuntunnya ke dalam kamar.


"Apa yang sedang mereka bicarakan ya?" Zack menggeleng mendengar pertanyaan Daniella.


"Entahlah, aku juga tidak tahu, ehm gimana Ell, apa sekarang kita bisa menjadi sepasang kekasih sebelum orang tuaku datang melamar mu?" Daniella tersipu malu mendengar ucapan Zack.


Entah kenapa mendengar kata lamaran di usianya yang masih delapan belas tahun itu membuat Daniella merasa sangat aneh.


Zack memasuki usia 19 belas tahun, dia juga masih sangat muda, memikirkan pasangan hidup tentu saja masih sangat lama.


Mereka masih sama-sama muda dan belum saatnya memikirkan tentang Lamaran-lamaran seperti itu.


Daniella masih memiliki keinginan dan cita-cita yang akan di raih, menjadi seorang arsitek muda yang bisa membuat maha karya yang dapat di kagumi oleh semua orang.

__ADS_1


Ya, itulah cita-citanya hampir sama dengan Zack yang juga memiliki ahli menggambar, tapi Zack harus terjun di dunia bisnis karena dia adalah pewaris satu-satunya di keluarga Dimitri.


"Kenapa diam saja sayang? Apa kamu masih tidak bisa menerimaku menjadi kekasih? Bukankah kamu mengatakan akan memberiku satu kesempatan?" Tanya Zack membuat Daniella mengalihkan pandangannya.


Zack menyentuh dagu Daniella dan mengarahkan ke wajahnya.


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Ell.


"Aku memang memberimu kesempatan, tapi kalau untuk menjadi kekasihmu aku masih ragu, tapi yang pasti hatiku selalu untuk mu," Zack tidak menyukai jawaban itu.


"Ya sama saja donk kalau gitu Ell, apa kamu masih ragu dengan perasaanku?" Tanya Zack.


"Bukannya aku tidak mau menjadi kekasihmu Zack, meskipun aku menolak mu percuma saja kalau akhirnya kita nanti bersama, aku hanya merasa tak enak hati dengan Ara, dia begitu mencintaimu dan masih belum bisa menerima bahwa kamu memutuskannya? Aku kasihan terhadap Ara," Jawab Daniella.


"Tidak perlu memikirkan hal itu karena aku sudah menyuruh Billy untuk mengambil hati Ara, biarkan Billy yang mengaturnya karena sepertinya cinta Billy benar-benar tulus terhadap Ara," Ucap Zack masih memeluk pinggang Daniella.


Zack tidak mau kalau Daniella merasa kasihan terhadap Ara, dia juga tidak merasa bersalah karena menurutnya cinta tidak bisa di paksakan.


"Tentu saja sayang, aku yakin Ara tidak akan mengganggu hubungan kita lagi," Daniella tersenyum lebar kemudian dia mendekatkan wajahnya dan menempelkan pipinya di dada kekar itu.


Zack mendekap erat tubuh mungil Daniella untuk menyalurkan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini.


"Kalau begitu jangan memanggilku Zack lagi, aku ingin kita mempunyai panggilan sayang mulai saat ini," Daniella mendongak menatap wajah tampan itu.


"Panggilan sayang?"


"Hemm, panggilan sayang hanya untuk kita, mulai saat ini aku akan memanggilmu My Love," Daniella tersenyum lebar saat mendengar panggilan sayang untuknya yang menurutnya begitu romantis itu.


"Dan kamu akan memanggilku My Bee, gimana menurut mu My Love?"


Daniella terkekeh mendengar sebutan Zack pada dirinya sendiri itu.

__ADS_1


"My Bee? Apa itu tidak lucu, mending My Honey saja yang lebih familiar di telinga," Daniella merasa panggilan My Bee sangat kekanakan.


"Tapi aku lebih suka dengan panggilan My Bee, My Love," Zack masih kekeh dengan sebutan panggilan.


Akhirnya Daniella mengalah dari pada berdebat, baru saja kelar berdebat masalah perjaka, apa mereka akan berdebat masalah panggilan?


###


Beberapa hari kemudian.


Kenzo dan Mia terlihat serius dengan penjelasan dosen di depan kelas, setelah saat itu mereka mengikrarkan hubungan mereka sebagai pasangan kekasih membuat Kenzo begitu bahagia, bahkan sejak kemarin dia selalu menjemput Mia untuk pergi ke kampus bersama.


Banyak pasang mata yang tidak suka dengan kedekatan pangeran kampus itu dengan si cupu berkacamata. Mia dan Ken semakin lengket saja, bahkan Kenzo terang-terangan memperlihatkan kemesraan dan perhatiannya di depan umum.


Sungguh hal yang tidak pernah Mia duga selama ini, ternyata Kenzo tidak merasa malu sama sekali menjadikannya sebagai seorang kekasih.


Setelah jam kuliah selesai, Kenzo mengajak Mia untuk pergi ke restoran dekat kampus, mereka berjalan menuju ke parkiran mobil sambil bergandengan tangan.


"Sayang kenapa kamu terlihat murung?" Tanya Kenzo ketika melihat Mia yang menekuk wajahnya.


"Ken, apa kamu tidak sadar semua orang memandang ke arah kita," Jawab Mia.


Kenzo langsung menoleh ke arah sekitar, dia mendapati banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka dengan tatapan yang aneh.


"Kenapa mereka menatap kita seperti itu?" Kenzo balik bertanya.


"Apa kamu tidak sadar Ken, mereka itu merasa bahwa kamu tidak cocok jalan sama aku, entah kenapa hal itu membuat ku sakit," Mia menarik tangannya yang di genggam oleh Kenzo.


"Siapa bilang kita tidak cocok? Mia, kamu cantik, baik, pintar dan smart, selalu mendapatkan nilai, sungguh sempurna, lalu apa yang membuatmu tidak cocok denganku sayang?" Mia menoleh sebentar dan hanya membuang nafas.


"Kita berbeda Ken, kamu seperti pangeran dan aku hanyalah bawahan atau mungkin bisa setara dengan pelayan!"


Bersambung.

__ADS_1


Lanjutt mana bunganya 🌹🌹🌹


__ADS_2