
Happy Reading š
"Aku benci kalian! tidak ku sangka semua yang aku lakukan hanya kalian manfaatkan begitu saja! hanya karena aku anak dari orang kaya membuat kalian melakukan semua itu padaku! Austin kamu pria brengsek! berpura-pura baik hanya untuk bisa memorotiku, dan akhirnya selingkuhanmu itu yang menikmati hasilnya! aku benci kalian! aku ingin hidup normal yang memiliki cinta dan sahabat yang tulus! kalau bisa memilih aku tidak mau di lahirkan menjadi anak orang kaya!"
Rigen mendengar semua ungkapan wanita cantil itu. "Kenapa kisah hidupnya sama dengan ku!" Batin Rigen.
Rigen berusaha mendekati gadis cantik itu. Terlihat punggungnya masih bergetar menandakan gadis itu masih menangis.
"Eghem!" Rigen berdehem membuat gadis tersebut langsung menoleh ke arahnya.
"Siapa kamu?"
Rigen sangat terkejut melihat gadis yang tengah berusaha menghapus air mata di pipinya.
"Cantik sekali." Gumam Rigen.
Entah kenapa Rigen bisa berucap seperti itu, tapi memang betul bahwa gadis yang berdiri di depannya saat ini sangatlah cantik Mbak bidadari yang turun dari khayangan.
"Apa tadi yang kamu bilang?" Tanya gadis itu masih berusaha membersihkan wajahnya dari bekas air mata.
"Oh, tidak ada,, sedang apa anda di sini dan sepertinya anda habis nangis ya, nona?" Tanya Rigen to the point.
Gadis itu terlihat memundurkan langkah. "Bukan urusanmu,, Maaf aku harus segera pergi."
"Tunggu sebentar, nona!" Rigen mengejar gadis itu dan menghalangi langkahnya.
"Aku Rigen, apa aku bisa membantumu? Karena tadi aku mendengar curahan hatimu yang sepertinya sangat menyedihkan?"
Gadis itu menatap wajah Rigen yang sangat tampan. Bahkan ia sampai sedikit terkejut ketika melihat Rigen sampai mengejarnya. Gadis itu juga tidak memungkirinya kalau Rigen mempunyai pesona dan daya tarik tersendiri. Tetapi ia langsung menepis semua anggapan itu.
"Aku Emma, emmm.. apa kamu orang kaya?" Rigen menaikkan sebelah alisnya setelah mendengar pertanyaan gadis itu. Dia pun teringat Emma tadi mengatakan bahwa dia tidak suka menjadi anak orang kaya.
"Tidak, aku hanya orang biasa." Jawab Rigen berbohong.
Emma meneliti pakaian Rigen dari atas sampai bawah. "Ayolah, Jangan melihatku seperti itu nona!"
"Kalau kamu bukan orang kaya tetapi kenapa penampilanmu terlihat seperti orang kaya?" Rigen terkekeh.
"Ini baju hasil dari meminjam,, Sebenarnya aku kesini kerja menjadi office boy karena sedang ada pesta di dalam salah satu gedung di sana,, Ya tentu saja harus memakai pakaian yang terlihat rapi karena pesta itu diperuntukkan untuk orang kaya." Jawab Rigen lagi-lagi berbohong.
Entah kenapa tiba-tiba dia mengatakan kebohongan itu, yang jelas Aland hanya ingin bisa berkenalan dengan gadis yang menarik perhatiannya ini.
"Baguslah kalau begitu,, aku jadi tidak merasa khawatir." Rigan benar-benar merasa bahwa gadis di depannya sangatlah unik.
"Memangnya kenapa? kalau seandainya aku orang kaya?" Tanya Rigan penasaran.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku ingin memiliki teman yang tulus karena selama ini teman-teman Ku tidak ada yang tulus dari hati mereka, yang ada malah memanfaatkankan ku saja." Ucap Emma tersenyum miris.
Ternyata kisah hidupnya hampir sama dengan kisah hidupku.
Akhirnya kedua orang itu berbincang-bincang serius dan merasakan sedikit kecocokan.
"Apa aku boleh minta nomermu, nona?"
Emme tersenyum dan mengangguk."
###
__ADS_1
Ke esokan harinya.
"Aku akan menjeput Sherena dan Aland di bandara," ucap Regina pada Mimi dam Pipinya.
"Hati-hati ya sayang." Ucap Daniella.
Di dalam perjalanan menuju ke bandara, Regina merasa hatinya berdebar. Entah kenapa dia merasa sedikit gugup.
Setelah beberapa saat akhirnya Regina sampai di bandara.
Gadis itu melihat sosok pria tampan berjalan ke arahnya dengan langkah yang lebar. Regina mengernyit, kenapa dia hanya melihat Aland saja, lalu di mana Sherena?
Pria itu semakin mendekat, ketampanan Aland selalu bisa membuat Regina jatuh cinta. Tetapi gadis itu hanya menampilkan wajah datar.
"Sherena akan menyusul, katanya ada urusan mendadak." Ucap Aland mengerti dengan rasa penasaran Regina.
"Oh,," hanya itu jawaban Regina.
"Ayo, aku sudah sangat lelah." Aland menarik tangan Regina untuk masuk ke dalam mobil.
Sebenarnya ada rasa yang entah bagaimana Regina jelaskan? yang pasti ada perasaan bahagia tersendiri yang Regina rasakan seperti saat ini, mereka sedang berada di dalam mobil dan Regina yang mengemudi.
"Aku sangat merindukanmu, Re." ucap Aland. Regina hanya diam tetapi dalam hati ada sedikit rasa bahagia.
"Regina maafkan aku karena selama ini aku telah mengabaikanmu, tapi sekarang aku sadar bahwa kehadiranmu dalam hidupku sangatlah berarti." ucap Aland.
Regina sedikit menarik sudut bibirnya, akhirnya Aland mengatakan hal yang selama ini sangat ingin Regina dengar.
Aland melirik Regina yang masih fokus menyetir. Entah kenapa tidak ada jawaban dari Regina membuat hatinya sakit. Aland menyalakan musik di mobil itu.
Pas sekali lagunya yang sedang di putar.
Regina meresapi setiap kata dari bait lagu itu.
No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes see everything'
Without a single word
Cause thereās something in the way you look at me
Itās as if my heart knows
Youāre the missing piece
You make me believe that thereās nothinā
in this world I canāt be
I never know what you see but thereās
somethinā in the way you look at me
__ADS_1
If I could freeze a moment in my mind
Itāll be the second that you
Touch your lips to mine
Iād like to stop the clock
Make time stands still
Cause baby this is just the way
I always wanna feel
I donāt know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time
The way you look at me
ā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļø
Tak ada yang pernah melihatku seperti yang kau lakukan
Segala hal yang aku bisa tambahkan juga
Aku tak pernah tahu bahwa senyum itu bernilai
Tapi matamu melihat segalanya
Tanpa satu katapun
Karena ada sesuatu dari caramu melihatku
Seolah olah hatiku tahu
Kau adalah bagian yang hilang
Kau membuatku percaya bahwa tidak ada di dunia ini yang aku tak bisa
Aku tak pernah tahu apa yang kau lihat
Tetapi ada sesuatu dari caramu melihatku
Jika aku bisa membekukan satu saat di dalam pikiranku
Akan ada kedua kalinya kau sentuh bibirmu dengan bibirku
Aku ingin memberhentikan jam membuat waktu menjadi tetap
Karena sayang ini adalah cara yang aku selalu ingin rasakan
Aku tidak tahu bagaimana dan mengapa
Aku merasa berbeda di matamu
__ADS_1
Segala yang ku tahu itu terjadi setiap hari.
Bersambung.