
Happy Reading 😊
Liora sedang menunggu Nickolas di meja makan, dia telah menyiapkan masakan istimewa malam itu untuk sang suami, bahkan Liora memasak sendiri makanan itu.
"Semuanya sudah siap, aku harap Nickolas suka!" ucap Liora.
Dia tidak mengizinkan para pelayan untuk membantunya, karena Liora ingin Nickolas merasakan masakan dari tangannya.
Sebenarnya dia tidak pintar memasak tapi Liora berusaha belajar agar bisa memasakan untuk sang suami.
Tiba-tiba dari arah lantai atas Liora mendengar Nickolas berteriak sangat kencang.
"Aaaaakkkk!!!"
Liora yang mendengar hal itu langsung berlari menaiki tangga dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Nickolas!" seru Liora kala melihat sang suami terlihat memegang kepalanya dan berjongkok di pojokan.
"Aaakk! tidak, itu tidak mungkin!" seru Nickolas.
"Ada apa sayang?" Liora memeluk tubuh Nickolas yang terlihat gemetar itu.
"Sakit, kepalaku sangat sakit!! Liora aku, aku tidak mengerti ... " belum selesai bicara Nickolas langsung pinsan.
"Sayang, Nick bangun!" teriak Liora panik.
Tiba-tiba matanya melihat ponselnya yang berada di sudut kamar.
Liora mengambil ponselnya itu dan melihat sesuatu yang tidak terduga. Wanita itu mengepalkan tangannya kuat.
"Jane, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu!!" gumam Liora.
Kemudian dia memanggil para bodyguard yang selalu berjaga di rumah itu untuk membawa Nickolas ke rumah sakit.
Sore itu Liora setelah dari rumah sakit mengajak dua pengawal pergi menemui Jane di sebuah tempat, dia ingin melihat reaksi Jane yang telah membuat sang suami masuk ke rumas sakit lagi dengan membuka kartu As nya.
"Ternyata kamu sangat berani sekali Jane mengirimkan Video sialan itu! kamu telah membangunkan anak singa yang sedang tidur, lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu!" ucap Liora geram.
Ingin sekali di menjambak rambut atau mencakar wajah Jane tapi Liora tidak mau mengotori tangan-nya itu.
__ADS_1
"Bukankah kamu sendiri yang menyuruhku untuk menyebarkan foto itu, tapi ternyata aku juga mempunyai Video suami gay mu itu sedang berhubungan dengan sesama jenis, hahaha sungguh menjijikan!" jawab Jane tertawa sinis.
Liora berdiri dan berjalan ke arah mobilnya, pengawal Liora membuka pintu belakang.
"Jane, kamu memang sungguh berani mengambil keputusan, kalau begitu pilih salah satu dari kartu As ku, Pilihan pertama Brian tahu kalau dia mempunyai anak denganmu atau pilihan kedua Zivana aku ambil dari tanganmu!!" ucap Liora sambil memperlihatkan Zivana yang sedang tertidur pulas di jok belakang.
Jane melotot sempurna ketika melihat hal itu, diapun langsung berlari ke arah sang putri tapi langsung di tahan oleh pengawal Liora.
"Lepaskan aku, Zizi, Mama datang, Mama akan menyelamatkan mu!! Liora kamu wanita jahat, jangan libatkan Zizi dalam urusan ini!!" seru Jane.
Liora berjalan ke arah Jane dengan mata yang memerah penuh emosi.
"Hapus rekaman dan foto tentang Nickolas, sekarang!!" seru Liora.
"Baiklah, akan ku hapus," jawab Jane panik.
Wanita itu langsung menghapus semua video dan foto Nickolas yang ada di ponselnya.
"Liora, sudah ku lakukan keinginan mu, sekarang lepaskan Zizi," ucap Jane.
"Tidak semudah itu Jane, kamu telah membuat Nickolas masuk rumah sakit dan sampai sekarang masih belum sadar, aku akan memberimu pilihan, lagi"
"Katakan Liora, akan ku lakukan apapun demi Zizi," jawab Jane.
Jane sungguh bingung, dia tidak mau kalau sampai Brian tahu tentang Zivana, tapi dia kuga tidak bisa menyerahkan Zivana pada Liora.
"Pilihan kamu hanya dua dan cepat katakan Jane, dasar lelet! kamu sudah membuat suamiku masuk ke rumah sakit, aku bisa saja langsung memberitahu Brian dan keluarga besar kalau kamu menyembunyikan Zivana dari mereka dan Ayahmu akan membunuh putri tercinta mu itu!!" ucap Liora dengan senyuman sinis.
Tubuh Jane merosot ke bawah, dia menangis dan berteriak memikirkan nasibnya.
"Apa sebenarnya maumu Liora, hiks hidupku sudah sangat susah, aku minta maaf padamu kalau membuat Nickolas masuk ke rumah sakit, tapi jujur aku belum mempublikasikan video itu di manapun, tolong jangan sakiti Zivana dan juga jangan beritahu siapapun tentang gadis kecilku, hiks aku tidak bisa hidup tanpa dia Liora," Jane meraung menangis melihat sang putri yang berada di tangan Liora.
"Berarti pilihanmu nomer dua, aku akan membawa Zivana dan menjaganya dengan baik, aku pastikan dia aman bersamaku Jane," ucap Liora.
"Tapi Liora, aku tidak bisa jauh dari Zizi."
"Baiklah, kalau begitu aku pastikan Papa Jeremy dan Paman Tom tahu tentang Zivana dan Brian pasti menyuruh orang melenyapkannya," jawab Liora.
Paman Tom adalah Ayah Jane, adik dari Mamanya Brian.
__ADS_1
"Tidak! jangan Liora, baiklah aku serahkan Zivana padamu," Jawab Jane pasrah.
###
Nickolas membuka matanya perlahan, dia mengerjap berkali-kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina.
Sudah hampir 8 jam pria itu tidak sadarkan diri.
"Sayang, kamu sudah sadar," seru Liora senang.
Nickolas menatap Liora yang terlihat kacau itu, kepalanya masih terasa sedikit sakit, tapi sepertinya saat ini dia merasa mengenali siapa dirinya itu.
Liora memeluk Nickolas, dia sangat khawatir dengan keadaan suaminya itu.
Nickolas menahan dirinya untuk situasi saat ini, dia mengingat sedikit demi sedikit tentang masa lalunya, kilasan tentang video yang dia lihat di ponsel Liora benar-benar membuat dia hampir mengingat kejadian itu.
Ya sepertinya Nickolas telah mengingat jati dirinya itu, dia tidak merasakan apapun terhadap Liora.
"Nickolas, sayang, apakah masih terasa sakit?" tanya Liora khawatir melihat sang suami yang hanya diam saja tidak membalas ucapannya.
"Liora, sepertinya aku mengingat semuanya, aku ingat siapa diriku, apakah kamu sudah tahu kalau aku ini tidak normal?" tanya Nickolas.
"Tentu saja aku tahu Nick, kamu adalah suamiku, jadi aku tahu semua tentang mu," jawab Liora berusaha menetralkan degupan jantungnya.
"Apa kamu tidak jijik dengan ku?" tanya Nickolas lagi.
Liora menggeleng, dia sama sekali tidak pernah merasakan hal seperti itu dengan Nickolas.
"Aku ini seorang gay, aku sudah ingat Liora, sudah banyak hal yang telah aku lakukan, apa kamu tidak takut terkena penyakit karena aku?" tanya Nickolas lagi.
"Nick, aku tulus mencintaimu, aku tidak peduli siapa dirimu dulu, yang penting saat ini kamu adalah suamiku, kalai perlu aku akan membuatmu lupa dengan semuanya dan kamu hanya menginginkan ku sayang," jawab Liora menahan segala perasaan yang berkecamuk dihatinya.
Ternyata Nick telah ingat semuanya, apakah Liora merasa senang ataukah sedih dengan situasi ini?
Liora, kamu tidak hanya cantik tapi juga baik hati dan sangat cerdas, pintar membuat seseorang terkagum denganmu, aku seharusnya bisa membahagiakan mu, tapi apakah aku masih bisa berdiri seperti kemarin. Batin Nickolas.
Bersambung.
Nah loh Nick dilema gak kan?🤧🤧
__ADS_1
Mana bunga untuk ku kak, 🥰🥰
Like dan vote juga ya, terima kasih 🥰😍😍😍