Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 100


__ADS_3

🌺🌺🌺Hai para readers sekalian, terima kasih semuanya yang telah mengikuti novel love me my ex ini sampai sekarang. Author juga mohon maaf jika masih banyak typo dalam novel ini. Terimakasih atas support dan dukungan kalian semuanya🌺🌺🌺


...✨✨Selamat membaca✨✨...


Sovia hanya menatap diam undangan yang kini ada digenggamannya. Dia bingung tak tau harus bagaimana lagi. Sejak menerima undangan tersebut sovia hanya mengurung diri dikamarnya.


Ya Tuhan! Arsen hari ini menikah, seharusnya aku bahagia akhirnya dia mendapatkan kebahagiaannya. Tetapi kenapa? Kenapa hati ini begitu sakit. Aku bahkan tak sanggup untuk mengucapkan selamat walaupun itu hanya lewat chat. Bagaimana bisa aku datang menghadiri pernikahan mereka? Apa yang harus aku lakukan? batin sovia.


Ponselnya berdering dan itu merupakan panggilan dari david. Sovia kemudian menyeka air matanya lalu mengangkat panggilan tersebut.


' Halo, dav. Ada apa?'


' Lo datang ke acaranya arsen gak?'


' Gue gak tau dav'


' Kok gak tau sov, lo sama arsen kan sahabat baik dari dulu. Kalian juga dekat banget'


' Iya gue ada urusan penting dav makanya gue gak bisa datang'


' Gak bisa gitu dong sov, lo pokoknya harus datang. Gue bakalan jemput lo sekarang'


' Lo kok maksa gue sih dav, gue bilang gak mau ya gak mau'


' Sov, Lo sebenarnya ada masalah apa sih? Dari kemarin lo kelihatan beda banget tau gak. Kadang sedih, ketawa atau marah-marah gak jelas'


' Gue gak apa-apa dav, udah dulu ya gue sibuk' ujar sovia yang langsung memutuskan telponnya. Dia juga mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggunya.


Dilain sisi hari ini merupakan hari bahagia arsen dan tika. Meskipun ayahnya arsen tak merestui mereka, tetapi mereka tak menyerah dan tetap melanjutkan acara pernikahan mereka tanpa kedatangan kedua orangtua arsen.


Dikamar ganti, tika tampak diam dan memandangi dirinya didepan kaca.


Aku sekarang jadi pengantin. Seharusnya aku bahagia kan tapi kenapa perasaan aku malah gak jelas gini. Setelah pernikahan ini pasti banyak masalah yang akan aku hadapi. Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi semuanya batin tika berharap.


Seseorang kemudian datang menghampiri tika dari belakang.


" Ya ampun, anak mama cantik banget" ujarnya yang tak lain adalah karin.


" Mama, makasih ma. Andai aja mami ada disini" seru tika.


" Sayang, jangan sedih gitu dong. Mama kan ada disini nak, walaupun mami kamu gak ada kan masih ada mama sayang"


" Iya ma, makasih ya mama selalu ada buat tika, tika sayang banget sama mama" ujar tika sambil memeluk karin erat.


" Yaudah, sekarang kita keluar ya. Tamu-tamu udah nungguin kamu sayang"


" Arsen mana ma?"


" Dia mungkin masih siap-siap nak"


" Reyhan, Sovia sama temen-temen tika yang lain udah datang belum ma?"


" Kalau reyhan sih mama gak ada ngelihat dia dibawah nak begitupun sovia dia juga sepertinya belum datang nak"


Sovia belum datang, kenapa ya? apa jangan-jangan dia masih nyimpen perasaan sama arsen. Aku jadi gak enak sama dia kalau begini batin tika sedih.

__ADS_1


***


Reyhan dan diana sudah mendapat izin pulang dari dokter. Mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke pernikahan arsen dan tika. Mereka juga sudah mendapatkan izin dari ratmi untuk pergi kesana. Reyhan memberikan sebuah kotak pada diana.


" Apa ini Rey?" tanya diana sambil memperhatikan kotak itu dengan seksama.


" Buka na"


Diana segera membukanya dan ia begitu kagum melihat sebuah gaun berwarna cream dengan pernak pernik yang membuatnya menjadi begitu mewah.


" Ini untuk apa rey?"


" Ya untuk dipakai lah na, kita kan mau pergi ke pernikahan tika jadi aku udah suruh radit buat siapin baju pasangan buat kita. Ini gaun kamu dan ini punya aku" ujar reyhan yang memperlihatkan pakaian yang akan dipakainya.


" Oh, tapi baju aku kan masih banyak yang bagus rey"


" Diana, yang lain besok-besok aja pakainya ya. Sekarang kamu pakai gaun ini aja"


" Yaudah deh tunggu sebentar ya" ujar diana sambil pergi bersiap-siap. Diana hanya bermake-up tipis dan menggeraikan rambutnya. Dia begitu takjub melihat dirinya dikaca saat memakai gaun yang diberikan reyhan.


Wah... Gaunnya bagus banget. Ini pasti mahal banget nih, reyhan ya emang dari dulu boros banget batin diana. Ketika dia sedang sibuk berkaca tiba-tiba reyhan masuk kedalam.


" Diana, udah siap belum" ujar reyhan yang melirik kearah diana. Dia menatap diana tanpa berkedip " Wow kayaknya gaun ini dibuat emang untuk kamu na. Kamu cantik banget sayang"


" Ih reyhan apa-apaan sih. Gak usah terlalu muji gitu deh, ntar aku terbang lho"


" Aku bicara serius na, kamu cantik banget. Aku jadi gak rela bawa kamu keluar"


" Kenapa rey?"


" Apaan sih rey. Udah deh, kita berangkat sekarang"


" Yuk"


Mereka segera berangkat menuju tempat yang telah tertera diundangkan. Tak lupa mereka juga telah menyiapkan kado untuk arsen dan tika. Tak lupa mereka juga berpamitan pada ratmi dan zahra. Zahra memang tak bisa ikut karena dia ada les.


Diperjalanan mereka terlihat begitu bahagia. Mereka berangkat dia ikuti oleh beberapa pengawal penjaga mereka.


Sementara itu dirumahnya sovia hanya duduk diam sambil mendengarkan musik mencoba menghibur dirinya. Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk.


" Siapa?"


" Ini papa nak"


" Ada apa pa?"


" Sayang kamu keluar dulu ya, kamu belum makan lho sayang sejak tadi"


" Sovia gak lapar pa, papa makan duluan aja. Sovia masih pengen tidur pa"


" Sovia, kamu anak perempuan lho masa iya masih mau tidur jam segini. Lagian biasanya kamu gak pernah begini sov"


" Iya, Hari ini sovia ngerasa kurang enak badan pa jadi mau tidur aja"


" Kamu sakit nak" ujar arya yang merasa cemas.

__ADS_1


" Enggak pa, cuma kurang enak badan dikit aja ntar kalau dibawa tidur pasti enakan pa"


Arya terus saja membujuk sovia tetapi sovia selalu menolak dengan berbagai alasan. David tampak baru saja tiba didepan rumah sovia. Dia langsung memencet bel rumah sovia dan pembantu dirumah tersebut segera membukakan pintu.


" Permisi bik, sovianya ada?"


" Ada tuan, kalau boleh tau tuan siapa ya?"


" Saya david sahabatnya bik"


" Oh, ayo masuk dulu tuan. Saya akan panggilkan non sovia"


" Iya bik" jawab david sambil berjalan masuk kedalam dan duduk disofa. Pembantu tersebut segera menuju ke atas untuk memanggil sovia.


" Bibik, ada apa?" ujar arya.


" Itu tuan, diluar ada sahabatnya non sovia"


" Siapa buk?"


" Katanya nama dia david kalau tidak salah tuan"


" David! Oh yaudah bibik segera buatin minum saya akan menemuinya kebawah" seru arya yang segera menuju ketempat david.


" David" panggil arya.


" Iya om"


" Ada apa kemari nak?"


" David mau ketemu sama sovia om?"


Wajah arya berubah seketika menjadi sedih.


" Om, ada apa om?"tanya david yang merasa penasaran melihat perubahan wajah ayahnya sovia.


" Begini nak david, sejak tadi sovia selalu mengurung dirinya dikamar nak. Dia tidak mau makan ataupun keluar kamar. Om sudah coba membujuknya tapi dia tetap saja tidak mau"


Sov, Lo kenapa sih sebenarnya? batin david bertanya-tanya.


" Boleh david coba bicara sama sovia om?"


" Iya nak tentu"


" Makasih om"


Arya mengantar david menuju kamar sovia lalu dia segera turun kebawah. Dia berharap agar david bisa menolong sovia dari keterpurukannya.


" Sov, bukain woy!" seru david tanpa basa basi.


" David, lo ngapain disini?"


" Bukain dulu pintunya baru kita ngobrol"


" Dav, gue lagi gak enak badan. Kalau lo mau ke acara pernikahan arsen sendiri aja ya, gue beneran gak bisa pergi dav"

__ADS_1


" Sov, lo mau bukain pintu sekarang atau gue bakalan bilang ke bokap lo biar pernikahan kita dilaksanain secepatnya" ancam david. Sovia begitu terkejut mendengar perkataan david yang spontan tersebut.


__ADS_2