
Pagi harinya, tampak diana sudah terjaga dan menyiapkan pakaian yang akan dikenakan reyhan. Setelah semuanya selesai, dia pun menatap reyhan yang sedang tertidur pulas.
" Selamat pagi sayang" lirih diana pelan sambil tersenyum menatap reyhan. Tiba-tiba saja reyhan membuka matanya dan menarik diana kedalam pelukannya.
" Reyhan, kamu apa-apaan sih? Lepasin aku" seru diana berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan reyhan.
" Kamu kasih aku apa biar aku lepasin sayang" sahut reyhan yang memeluknya makin erat.
" Maksud kamu apa rey? Lepasin aku deh, kamu kan harus siap-siap ke kantor rey"
" Kasih imbalan dulu dong baru aku lepasin"
" Reyhan"
" Diana"
Mereka kemudian saling menatap satu sama lain dan tersenyum.
" Lepasin aku rey" pinta diana dengan suara lembut.
" Oke tapi kamu kasih aku imbalan dulu sayang"
" Imbalan apa rey?"
Reyhan kemudian menunjuk kearah pipinya.
" Maksudnya? " tanya diana tak mengerti maksud reyhan.
" Kiss morning sayang"
" Kamu nih ya ada-ada aja"
" Mau dilepasin gak"
Diana kemudian bergerak mencium pipi reyhan . Ketika bibir diana semakin dekat, reyhan langsung menatapnya sehingga diana mencium bibir reyhan. Mereka kemudian menikmati ciuman tersebut.
" Diana" panggil seseorang dari luar yang membuat diana segera berdiri.
Siapa sih? Ganggu aja batin reyhan geram. Melihat ekspresi kesal reyhan, diana hanya tersenyum lalu pergi membukakan pintu.
" Mama, ada apa?"
" Maaf ya mama ganggu kamu pagi-pagi begini"
" Iya gak apa-apa ma"
" Mama cuma mau nanya apa kamu sibuk hari ini?"
" Sepertinya iya ma soalnya diana hari ini harus mengecek kondisi pasien"
" Bukannya kamu udah berhenti kerja na"
" Iya ma tapi diana udah janji sama pasien itu bakalan ngerawat dia ma sampai sembuh dan diana juga udah minta izin reyhan ma. Memangnya ada apa ma?"
" Tadinya mama mau ajak kamu shoping tapi kalau kamu sibuk yaudah mama bakalan ajak tika aja"
" Maaf ya ma, diana gak bisa nemanin mama"
" Udah gak apa-apa sayang, kalau gitu mama pergi dulu ya"
" Iya ma"
Karin kemudian pergi meninggalkan diana. Diana segera menutup pintu dan melihat reyhan masih duduk diatas ranjang.
" Reyhan, kenapa belum siap-siap sih?"
" Imbalannya belum kelar tau"
" Ih kamu nih ya. Udah pokoknya kamu siap-siap sekarang rey, kamu kan sekarang ada pertemuan penting" sahut diana yang kemudian terlihat agak sedih.
__ADS_1
" Kamu kenapa sayang?"
" Aku sedih aja rey karena kamu akan kehilangan perusahaan kamu padahal kamu udah kerja keras banget buat perusahaan itu tapi sekarang semuanya harus kamu serahin sama karmila cuma gara-gara aku "
" Sayang, kamu gak usah nyalahin diri kamu sendiri ya. Kamu itu lebih berharga dari semuanya untuk aku sayang jadi aku siap kehilangan apapun termasuk nyawa aku buat kamu"
Diana memeluk reyhan dengan erat sambil berusaha terlihat kuat dihadapan reyhan.
Seandainya saja aku bisa kasih tau kamu semuanya na tapi aku harus selesain semuanya dulu baru aku bisa kasih tau kamu. Maafin aku ya sayang jadi buat kamu sedih batin reyhan.
" Yaudah kamu mandi gih, aku bakalan masak buat kamu" ujar diana melepaskan pelukannya.
" Wah pasti enak nih, yaudah aku mandi dulu ya " sahut reyhan segera pergi mandi. Sementara diana segera turun kebawah untuk memasak sarapan untuk reyhan.
" Non diana, apa butuh sesuatu non?" ujar pembantunya menghampiri diana.
" Aku pengen masak buat reyhan bik"
" Wah romantis sekali non ini"
" Ah bibik bisa aja"
" Non mau masak apa non? Apa ada yang bisa bibik bantu"
" Aku pengen masak nasi goreng spesial aja buat dia bik. Oh ya, ibu sama zahra mana?"
" Nyonya besar sudah pergi mengantar nona kecil ke sekolah non"
" Sepagi ini bik"
" Sepertinya nyonya besar terlihat begitu kesal saat pergi non"
Ibu pasti masih marah sama aku dan reyhan sampai-sampai gak mau sarapan bareng kami batin diana sedih. Dia kemudian melanjutkan untuk menyiapkan bahan masakan. Dia terlihat melamun saat mengiris bawang yang membuat tangannya terluka.
" Akhh..." Pekik diana.
" Bik, aku gak apa-apa"
" Tapi non ini tangan non luka, biar bibik aja ya non yang nyiapin sarapannya"
" Tapi bik, aku udah bilang sama reyhan kalau aku yang bakalan masak buat dia bik. Lagian ini cuma luka kecil aja kok bik"
" Ya ampun non, bibik gak mau non kenapa-kenapa?"
" Bibik, aku baik-baik aja kok. Cuma luka kecil aja kok"
Diana melanjutkan untuk menyiapkan makanan.
Tak lama kemudian reyhan terlihat sudah sangat rapi menuruni anak tangga. Dia langsung menghampiri diana dan memeluknya. Saat melihat tangan diana diplester, dia tampak khawatir.
" Sayang, tangan kamu kenapa?"
" Itu tuan tadi tangan non kena pisau, bibik suruh istirahat aja tapi non diana gak mau dan tetap kekeh pengen masakin buat tuan" jelas pembantunya.
" Ya ampun sayang, biar bibik aja yabg nerusin ya"
" Tapi"
" Gak ada tapi-tapi lagi sayang"
" Iya deh rey"
Diana dan reyhan tampak langsung duduk dimeja makan. Pembantunya terlihat menyiapkan makanan untuk mereka.
" Sayang, kamu harus ingat ya nanti gak boleh terlalu dekat sama jason kalau bisa kurang-kurangi deh interaksi bareng dia" celoteh reyhan sambil melahap makanan yang ada dihadapannya.
" Iya sayang, kamu tenang aja ya. Aku disana kan cuma mau ngerawat jason aja bukan hal lain sayang"
" Iya aku percaya sama kamu kok"
__ADS_1
Mereka kemudian melanjutkan melahap makanannya.
Sementara itu karin terlihat memegang ponselnya dan menelpon tika.
' Halo mama'
' Halo sayang, gimana kabar kamu?'
' Alhamdulillah baik ma'
' Kabar baby nya gimana?'
' Baik juga ma, ma tika kangen sama mama nanti kita ketemu gimana?'
' Mama juga sayang, rencananya mama mau ajak kamu shoping nanti tapi apa kamu bisa nak?'
' Shoping, mau banget ma. Jam berapa?'
' Jam 1 siang gimana?'
' Oke ma, gak sabar deh pengen ketemu mama'
' Mama juga sayang, yaudah sampai ketemu nanti ya sayang'
' Iya ma'
Karin kemudian menutup telponnya dan meletakkan ponselnya.
Dilain sisi ririn dan galang tampak sedang duduk diruangan ririn.
" Sayang, pokoknya aku gak mau ya kamu jagain sijason itu"
" Yaelah sayang, kalau bisa nolak aku juga mau nolak tapi ini kan suruhan dari atasan langsung yang minta gimana caranya coba? Lagian aku kan sama diana disana"
" Aku gak suka sayang, kamu kan tau si jason itu masih lajang. Nanti kalau dia naksir kamu gimana? Aku gak mau ya sayang dia rebut kamu dari aku"
Ririn menatap galang tajam yang membuat galang heran.
" Kenapa?"
" Kamu cemburu ya?"
" Iya aku cemburu dan aku gak suka kamu dekat-dekat sama cowok lain sayang"
" Astaga! Dasar pencemburu buta kamu ya. Aku udah punya cowok seganteng ini buat apa lagi coba tertarik sama si jason"
" Jadi aku ganteng ya sayang"
" Hadeuh salah ngomong deh kayaknya"
" Maksud kamu?"
" Gak ada. Oh ya, kamu ya yang menghapus pertemanan aku digame"
Galang tampak menatap kearah lain dan memalingkan wajahnya.
" Galang, jujur sama aku sekarang"
" Sayang, kamu udah gede lho. Ngapain sih main game bocil kayak gitu dan temannya cowok semua lagi"
" Galang! Kamu tau gak sih aku susah payah ya ngumpulin teman-teman itu buat mabar bareng dan kamu tau juga kan aku cuma temanan doang gak lebih"
" Pilih aku atau game kamu"
" Game" sahut ririn kesal.
" Jadi kamu lebih sayang game kamu dari pada aku"
Sabar rin, sabar. Anggap aja ini cobaan hidup kamu dari Allah batin ririn mencoba menenangkan dirinya.
__ADS_1