
Ponsel tika bergetar diatas nakas yang membuat arsen penasaran. Dia segera mengambil ponsel tika dan membuka pesan dari laura. Betapa terkejutnya dia melihat video yang dikirim oleh laura.
Wanita murahan ini sepertinya tidak akan pernah menyerah untuk mengganggu rumah tangga ku dan tika batin arsen. Dia segera menemui tika sambil membawa ponsel tika. Dia tidak ingin ada salah paham antara dirinya dan tika karena video tersebut.
" Sayang, yuk makan aku udah siapin semuanya"
" Tika ada yang mau aku bilang sama kamu" ujar arsen dengan nada serius. Tika segera berbalik ke arah arsen.
" Mau ngomong apa sayang" seru tika lalu ia melirik kearah tangan arsen yang sedang memegang ponselnya" lho, ponsel aku kenapa ada sama kamu sayang"
" Sebelumnya aku mau kamu lihat video ini dulu tapi kamu harus janji dulu gak akan marah"
" Video, video apa sayang? Dan kenapa aku harus marah. Kamu sebenarnya mau ngomong apa sih?"
Arsen kemudian memperlihatkan video yang dikirim oleh laura. Tika begitu terkejut melihat video tersebut dan menatap arsen tajam.
" Sayang, apa maksudnya ini ha?"
" Tika, kamu dengerin penjelasan aku dulu ya. Ini gak seperti yang kamu pikirkan kok, video ini tu udah lama banget dan aku berani bersumpah dihadapan kamu kalau aku dan laura gak melakukan apa-apa waktu itu sayang"
" Kenapa kamu bisa seyakin itu padahal kamu disitu lagi mabuk sama laura"
" Karena sovia nyelamatin aku sayang. Dia waktu itu buru-buru nyusul aku kesana makanya aku selamat dari jebakan laura. Kamu percaya sama aku ya, satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh itu cuma kamu aja sayang" jelas arsen sambil memegang kedua tangan tika.
" Sini ponsel aku"
" Kamu marah ya"
" Siniin dulu ponsel aku"
Arsen pun memberikan ponsel tersebut pada tika. Tika terlihat melakukan panggilan video pada laura yang membuat arsen bingung.
__ADS_1
' Halo tika, gimana lo udah lihat videonya belum?'
' Udah. Maksud lo ngirim video kayak gini apaan sih?'
' Gue cuma mau nunjukin ke lo kalau dulu gue sama arsen itu deket banget bahkan kita juga udah tidur bareng '
' Wah... Gue gak ngira ya ra, lo jadi cewek serendah ini cuma gara-gara pengen dapatin arsen'
' Ya ampun, tika sayang. Seharusnya lo paham dong kalau gue itu lebih pantas sama arsen dari pada lo. Cause gue sama dia aja udah tidur bareng dan lo cuma dapat sisa gue doang haha'
Arsen yang berada dihadapan tika terlihat ingin menjawab perkataan laura tetapi tika mencegatnya dengan menggunakan isyarat matanya.
' Sisa lo. Haha lo lucu banget sih ra, seharusnya lo yang tau diri. Sekarang arsen itu udah jadi milik gue walaupun dia sebelumnya ada hubungan sama lo. Gue gak peduli walaupun dia sebelumnya punya hubungan apapun sama lo karena lo itu cuma masalalu dia. Lo dengerin gue baik-baik ya, lebih baik sekarang juga lo hentiin kegilaan lo ini ra. Gue masih sayang sama lo makanya gue bilang begini jadi tolong banget nih ya jangan ganggu kehidupan rumah tangga gue sama arsen'
' Apa? Lo bilang lo sayang sama gue ha! Kalau bener lo sayang seharusnya lo biarin gue dapatin arsen tik, gue sayang sama dia tika. Gue gak mau kehilangan arsen'
' Cukup ra! Gue udah capek ya dengerin omongan lo yang gak guna itu. Terserah lo mau bilang apa karena gue gak peduli lagi. Gue cuma mau ngingetin aja semua yang lo lakuin bakalan nyakitin diri lo sendiri ra makanya gue minta lo stop sampai disini tapi kalau lo mau keras kepala ya terserah lo karena lo sendiri yang bakalan nanggung akibat perbuatan lo'
Tika kemudian menarik arsen dan memeluknya begitu erat. Laura begitu kesal melihat hal tersebut. Tidak hanya itu, tika juga mencium arsen dengan begitu lembut. Dia sengaja memamerkan pada laura karena dia begitu kesal.
" Aku kira kamu tadi marah sama aku sayang" seru arsen yang terlihat lega.
" Ya gak mungkinlah aku marah sama kamu cuma karena hal sepele kayak gitu sayang. Untung kamu jelasin sama aku, coba kalau enggak aku pasti bakalan mikirin yang aneh-aneh"
" Emang apa yang kamu pikirin sayang" ujar arsen yang makin mengeratkan dekapannya.
" Arsen, jangan nakal deh. Kamu kan harus kekantor sekarang. Yuk makan dulu, aku tadi udah pesenin makanan kesukaan kamu"
" Wah... Enak nih, makasih ya sayang"
" Iya sama-sama. Oh ya, hari ini kamu pulang jam berapa?"
__ADS_1
" Kayaknya sore, emang kenapa?"
" Aku dapat undangan dari ibu hari ini ada pernikahan radit sama clarisa"
" Radit, sekretaris reyhan kan. Kenapa dia bisa nikah sama clarisa? Bukannya clarisa itu sukanya sama reyhan ya"
" Itulah sayang, aku juga gak tau. Kamu bisa nemanin aku kesana nanti kan?"
" Insyaallah ya sayang takutnya kerjaan banyak dikantor tapi aku bakalan tetap usahain kok"
" Iya sayang"
Dilain sisi tampak radit yang baru selesai melakukan rapat bersama klien. Dia terlihat begitu berseri-seri saat keluar dari ruang rapat.
Pak bos memang tak pernah mengecewakan. Akhirnya hari ini aku akan bisa hidup selamanya bersama clarisa. Hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi batin radit bahagia.
Reyhan yang melihat radit senyum-senyum sendiri saat memasuki ruangannya merasa bahagia karena ini pertama kalinya radit terlihat seperti itu.
" Permisi pak bos, saya ingin mengantarkan beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani"
" Bawa kemari dit" balas reyhan singkat.
" Pak bos, saya sangat berterima kasih pada pak bos karena telah membantu saya dan clarisa bisa bersama lagi"
" Iya saya juga senang melihat kamu bahagia dit. Kamu selama ini selalu melayani saya dengan baik jadi anggap saja ini hadiah dari saya untuk kamu"
Mereka kemudian berbincang-bincang dengan begitu akrab.
Sementara itu diana yang sedang dalam perjalanan kembali pulang terlihat dijaga begitu ketat oleh pengawal yang dikirim oleh reyhan. Dia begitu sedih tak bisa membantu banyak orang karena kondisinya sekarang.
Seandainya aku tidak terluka, aku pasti masih bisa menolong banyak orang disana. Ini semua karena reyhan, kenapa dia harus se protektif itu sih? Aku tau dia khawatir tapi tidak perlu juga sampai mengancam seperti itu. Awas saja dia kalau ketemu nanti batin diana.
__ADS_1
Dia kembali menatap pemandangan sepanjang jalan. Dia membuka jendela kaca mobil dan menikmati angin sepoi-sepoi yang begitu sejuk.
Zahra lagi apa ya sekarang? Aku kangen banget sama dia batin diana. Dia memeriksa ponselnya berniat ingin menelpon ibunya untuk menanyakan kondisi zahra tetapi keinginannya itu harus ia redam karena jaringan tidak ada.