Love Me My Ex

Love Me My Ex
S2 Part 10


__ADS_3

Reyhan terlihat begitu manja pada diana. Walaupun sebenarnya dia saat ini dalam fase yang penuh kebimbangan tetapi saat bersama diana dia selalu merasa tenang dan damai.


Akhirnya mereka sampai dirumah, tampak ratmi, zahra dan karin sudah menunggu didepan.


" Rey, mama kok ada disini?" tanya diana yang melihat karin dari balik jendela mobil.


" Oh ya, aku lupa bilang ke kamu kalau mama bakalan tinggal sama kita disini"


" kamu serius?"


" Iya sayang"


" Wah pasti seru kalau mama tinggal bareng kita tapi rumah kamu gimana?"


" Rumah itu bakalan dirawat sama bibik na, lagian aku gak tega mama disana sendiri. Ya walaupun ada pembantu tapi pasti rasanya berbeda kan jika tidak dengan keluarga"


" Iya rey"


Mereka kemudian turun dari mobil, ratmi terlihat langsung menghampiri diana.


" Sayang, gimana keadaan kamu? Kamu dari mana aja sih, kenapa gak bilang ibu? Kamu baik-baik aja kan nak?" tanya ratmi sambil mengecek keadaan putrinya.


" Ibu, tenang dulu ya. Aku baik-baik aja kok bu"


" Syukurlah nak, kamu kemana aja ha? Kenapa gak kasih tau ibu dulu kalau mau pergi?"


" Maaf ya bu tadi kondisinya mendesak banget makanya aku gak bisa kasih tau ibu tapi ibu tenang aja ya aku baik-baik aja kok dan aku janji bakalan kasih tau ibu kalau mau kemana-mana"


Ratmi kemudian menatap reyhan, dia masih menyimpan kekesalan walaupun reyhan telah meminta maaf padanya dengan tulus.


Ratmi kemudian langsung masuk kedalam rumah.


" Ibu kayaknya masih marah sama aku na" cetus reyhan.


" Sabar ya sayang, aku yakin lama-kelamaan amarah ibu pasti bakalan reda dengan sendirinya kok"


" Udah, ngobrolnya didalam aja ya. Ini udah malam lho, kalian juga pasti capek kan" timpal karin.


" Iya ma"


Mereka kemudian masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Mereka segera membersihkan dirinya secara bergantian lalu duduk diatas ranjang.


" Rey"


" Iya sayang"


" Aku jahat gak sih"


" Maksud kamu apa ngomong gitu sayang? Apa ini tentang karmila lagi. Sudahlah na, aku mohon disaat kita berdua seperti ini jangan bahas wanita itu"


Gimana gak mau bahas dia rey? Dia selalu saja membuat aku terganggu. Dilain sisi aku tidak menyukai dia karena dia istri pertama kamu dan disisi lain sebagai sesama wanita aku merasa begitu bersalah telah merenggut kebahagiaan wanita lainnya. Aku gak tau keputusan apa yang harus aku ambil karena keduanya sama-sama berdampak buruk rey batin diana. Diana kemudian merebahkan kepalanya di pundak reyhan.


" Ada apa sayang?"


" Gak apa-apa rey"


" Kamu jujur deh sekarang, kamu lagi mikirin apaan?"


" Kamu nih ya sok tau aja. Aku gak lagi mikirin apa-apa kok rey"


" Yaudah kalau gitu kita tidur sekarang"

__ADS_1


" Kamu gak laper apa rey? "


" Astaga! Maafin aku sayang, aku lupa kamu belum makan. Yaudah kamu mau makan apa sekarang"


" Bibik pasti udah tidur rey, pesan gofood aja ya"


" Iya, kamu mau makan apa?"


" Aku mau makan pecel ayam aja deh sayang tapi tempatnya yang di dekat rumah sakit ya soalnya pecel ayam disana enak"


" Terus mau apa lagi?"


" Aku mau apa lagi ya? Oh itu sayang, aku mau teh es"


" Apa teh es?"


" Iya sayang, emang kenapa?"


" Gak apa-apa sayang, cuma itu aja nih"


" Kayaknya itu aja deh sayang"


" Yaudah tunggu bentar ya, makanannya lagi disiapin"


" Iya sayang"


Sementara itu dikediaman arsen tampak tika terbangun dari tidurnya.


Laper banget sih, ini pasti kamu yang mau makan kan sayang batin tika mengelus perutnya. Dia bergerak perlahan karena tak ingin membangun arsen yang tertidur lelap.


Tika tampak membuka kulkas tetapi tidak ada yang dia inginkan.


" Aku pengen makan sate dekat sekolah SMA" lirih tika.


" Sayang, ada apa? Kenapa bangun jam segini"


" Sayang aku laper"


" Yaudah aku suruh bibik masak ya"


" Gak mau"


" Terus maunya apa sayang?"


" Aku mau makan sate yang ada dekat SMA lama aku sayang"


" Tapi itu kan jauh banget dari sini sayang, lagian ini udah malam banget lho"


" Aku pengennya sekarang arsen"


" Yaudah, kita pesan gofood aja ya"


" Gak mau"


" Terus gimana sayang?"


" Aku mau kita sekarang kesana"


" Ya ampun, kamu ni ada-ada aja ya sayang. Yaudah tunggu bentar aku ganti baju"


" Gak usah sayang, pakai baju ini aja"

__ADS_1


Arsen hanya bisa menuruti kemauan istrinya tersebut. Mereka kemudian bergegas ke tempat yang tika inginkan. Tika terlihat begitu gembira sekali.


Sesampainya di tempat tersebut, tampak pengunjung disana sangat ramai.


" Kamu tunggu disini ya sayang, aku bakalan pesan kesana"


" Gak mau arsen, aku maunya makan disana"


" Tapi itu ramai banget lho sayang"


" Pokoknya mau makan disana" seru tika bersikeras.


" Yaudah yuk "


Mereka kemudian masuk kedalam dan seseorang tampak mendekati tika.


" Tika kan" ujarnya.


" Siapa ya?"


" Masa gak kenal aku sih, coba ingat-ingat dulu"


" Maaf ya mas, saya dan istri saya mau makan disini bukan ditanya-tanya " seru arsen yang terlihat kesal melihat pemuda tersebut mendekati istrinya.


" Oh aku ingat kamu ajay kan. Cowok yang waktu SMA gak mau aku putusin dan akhirnya kamu nangis gara-gara aku tetap mau putus" ujar tika.


" Kamu nih ya, masalah begituan aja langsung ingat" sahut ajay tertawa bersama tika. Arsen terlihat makin geram saja.


" Udah cukup ya ngobrol-ngobrolnya, sekarang tolong dong mas buatin dua porsi sate untuk saya dan istri saya" seru arsen lalu menarik tangan tika untuk mencari tempat duduk.


Wajah arsen terlihat begitu kesal sambil menatap tajam ajay.


" Sayang, kamu kenapa sih? Kok gitu banget natap ajay"


" Kamu sengaja ya bawa aku kesini buat ketemu mantan kamu"


" Haha kamu cemburu"


" Menurut kamu gimana? Aku ada disebelah kamu tapi kamu malah ketawa-ketawa sambil nostalgia bareng mantan kamu itu"


" Ya ampun sayang, dia itu cuma mantan aku lho dan kamu sekarang suami aku. Kenapa hari cemburu segala sih. Apa lagi sekarang ada baby diperut aku jadi kenapa kamu masih cemburu aja sayang "


" Ya aku gak suka aja kamu dekat-dekat sama cowok lain, apalagi itu mantan kamu"


" Iya deh sorry tapi aku kan juga gak nyangka banget kalau dia masih jadi pemilik tempat ini"


" Maksud kamu?"


" Dia bukan pelayan sayang tapi pemilik tempat ini makanya dulu aku mau sama dia "


" Kamu nih ya, jiwa materialistis nya berarti emang udah dari dulu ya"


" Tapi itu kan dulu sayang, sekarang mau bagaimana pun aku hidup sama kamu. Aku akan terima itu sayang"


" Yang bener"


" Iya sayang"


Ajay tampak membawa pesanan mereka.


" Wih, kamu sendiri nih yang ngantar jay"

__ADS_1


" Dari dulu kan aku yang selalu jadi pelayan buat putri tika" sahut ajay menggodanya membuat arsen kesal.


__ADS_2