
Setelah selesai berbincang-bincang reyhan dan diana keluar untuk bertemu zahra lalu pulang.
Diperjalanan mereka terlihat begitu bahagia, tiba-tiba diana teringat dengan tika.
Kalau aku sama reyhan baikan, gimana sama tika ya? Dia kan udah pilih gaun buat pernikahannya sama reyhan. Aku jadi ngerasa bersalah sama dia batin Diana.
Reyhan yang melihat diana melamun pun penasaran dengan apa yang dipikirkan diana sekarang.
Diana lagi mikirin apaan ya? Apa dia mikirin kata-kata clarisa kalau sampai diana ngelakuin perkataan clarisa gimana? Itu gak boleh terjadi aku harus selalu waspada dan nyuruh orang buat ngawasin dia batin reyhan.
" Ayah, zahra pengen ketemu oma"
" Iya sayang. Sabar ya bentar lagi kita sampai kok"
" Oma pasti bakalan seneng banget ketemu kamu sayang" timpal diana.
" Iya bunda, zahra gak bisa jauh dari oma , bunda sama ayah. Zahra pengen kita kayak gini selamanya bunda"
Mendengar perkataan zahra diana dan reyhan saling menatap lalu diana pun mengalihkan tatapannya ke arah lain.
Kalau dion sampai ngambil zahra, zahra pasti bakalan sedih banget dan aku juga gak bisa jauh dari zahra. Semoga reyhan benar dan hak asuh zahra bisa ada ditangan aku batin diana.
Diana pun melihat ponselnya karena ia mendapat pesan dari teman-temannya.
Irma : Diana! Kamu jahat banget sih kita kemarin belum selesai ngobrol dan kamu tiba-tiba ngilang
Caca : Iya nih, Diana gak asik deh
Ririn : Udah guys, mungkin dia ada kesibukan sendiri
Irma : Diana, aku tau kamu on. Balas chat kita dong jangan diread aja
Ririn : What? Bener on, tapi kok cuma diread doang yak
Caca : Diana balas dong
Diana : Iya nih aku udah bales chat kalian
Caca : Akhirnya kamu balas juga. Na, kalau malam aja kita kumpulnya nanti gimana soalnya kayaknya siang kamu gak bisa kan dan ririn juga kerja shift siang. Gimana ada yang setuju saran aku gak
Irma : Aku sih setuju aja ya, tapi harus pasti kalian datang semua
Diana : Insyaallah ya aku gak bisa janji
Ririn : Yah... Diana harus datang dong. Kapan lagi coba kita kumpul bareng
__ADS_1
Caca : Iya na. Datang ya pliss... Emang kamu gak kangen apa kita kumpul kayak dulu?
Irma : Kamu gak kangen sama aku na. Kita udah lama banget lho gak ketemu
Ririn : Iya na datang ya
Diana : Bakalan aku usahain guys. Emang jam berapa kumpulnya?
Caca : Jam 7 malam aja gimana?
Irma : Setuju
Ririn : Aku juga setuju
Diana : Tempatnya dimana?
Ririn : Tempat kita biasa nongkrong aja gimana guys? Di cafe yang ada dekat sekolah
Caca : Oke
Diana : Yaudah nanti aku bakalan usahain datang ya guys
Irma : Beneran datang lho na, kalau kamu gak datang aku gak akan mau ngobrol sama kamu lagi
Ririn : Aku juga
Diana : Ngancam nih ceritanya
Caca : Bisa dibilang begitu mungkin wkwk
Diana hanya tersenyum membalas pesan dari sahabat-sahabatnya itu. Diana juga sangat merindukan sahabatnya tersebut tapi ia juga baru saja bertemu zahra mana mungkin dia pergi meninggalkan zahra. Diana yang tampak kebingungan pun tak sadar jika dari tadi reyhan memanggilnya.
" Bunda, ayah manggil bunda" ujar zahra yang membuatnya menoleh kearah reyhan.
" Iya, ada apa Rey?"
" Kamu mikirin apaan sih na. Dari tadi ekspresi wajah kamu berubah-ubah terus kadang senyum-senyum kadang datar terus kadang kayak orang bingung. Ada apa na?"
" Aku gak apa-apa rey. oh ya, Rey nanti aku boleh nitip ibu sama zahra gak tolong dijagain soalnya aku nanti ada acara diluar. Cuma sebentar aja kok"
" Mau kemana?"
" Mau ketemu teman-teman sekolah aku rey. Kamu kan tau aku sama irma dan caca udah lama lost komunikasi jadi pas ada waktu begini kita rencananya pengen ketemu tapi aku masih ga berani ninggalin zahra sama ibu karena kejadian penculikan zahra" jelas diana.
" Yaudah biarin aku, ibu sama zahra ikut sama kamu"
__ADS_1
" Lho kok kayak gitu. Rey, mereka bisa salah paham nanti kalau ngeliat kita jadi biar aku aja ya yang kesana sendiri. Aku janji gak bakalan lama kok"
" Kalau kami gak boleh ikut yaudah kamu gak usah pergi"
Aduhh reyhan kok malah buat makin ribet ya, kalau temen-temen liat aku sama reyhan disana mereka bisa salah paham ngira aku balikan sama reyhan padahal aku kan sama reyhan belum ada kata balikan sama sekali walaupun reyhan selalu bersikap baik dan perhatian sama aku tetap aja status aku sama dia itu antara dokter dan pasien batin diana.
" Diana kenapa diam?" tanya reyhan.
" Rey, sekali ini aja ya tolong biarin aku pergi sendiri aja. Cuma sebentar doang kok"
Kenapa diana kekeh banget sih pengen pergi sendiri? Apa disana ada cowok juga ya. Aku gak mau liat diana sama cowok lain. Pokoknya aku tetap harus ikut sama dia kalau gak dia gak usah pergi aja, lebih bagus batin reyhan.
" Rey, boleh ya bentar aja kok" rengek diana yang membuat reyhan tak tahan melihatnya.
Tak lama kemudian mereka sampai dirumah diana. Tampak sebuah mobil terparkir di halaman rumah Diana. Reyhan merasa tak asing melihat mobil tersebut seakan dia pernah melihat mobil itu.
Kayaknya aku kenal mobil itu tapi mobil siapa ya? Ah mungkin perasaan ku saja, yang punya mobil merek begitu kan banyak batin reyhan.
Mereka pun turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah yang pintunya tampak terbuka. Alangkah terkejutnya reyhan melihat ibunya dan ibu diana sedang berbincang-bincang diruang tengah.
Melihat kedatangan mereka ratmi segera berlari kearah zahra dan memeluknya. Rasa khawatir ratmi pun berkurang karena ia melihat zahra. Karin pun menoleh kearah belakang dan betapa terkejutnya dia melihat reyhan juga ada disana. Karin menghampiri reyhan dan memperhatikan dengan seksama.
" Reyhan, kamu ngapain disini?" tanya Karin.
" Karin, kamu pasti kenal dialah. Dia selalu muncul di televisi kan. Dia teman baik diana" ujar ratmi.
" Bukan teman oma, tapi dia itu ayah zahra" timpal zahra.
" Apa? Ayah! Jadi kamu udah punya anak rey dan udah sebesar ini tapi kamu gak pernah ngasih tau mama"
Ratmi pun terkejut mendengar perkataan karin.
" Apa? Jadi anak kamu yang sebentar lagi mau nikah itu reyhan"
" Jadi anak perempuan kamu yang kamu bilang itu dia" balas karin menunjuk diana.
Kenapa mama pakai kesini segala sih? Batin reyhan kesal.
" Mama , ngapain kesini sih? Mau ngancam keluarga diana atau apa ma" tegas reyhan kesal.
Ratmi terkejut melihat sikap reyhan pada ibu kandungnya berbeda dengan perilaku reyhan padanya.
" Mama kesini mau ngundang sahabat mama buat pergi ke pernikahan kamu sama tika"
Diana pun menyuruh pembantunya untuk membawa zahra masuk kedalam.
__ADS_1