
Mereka segera masuk ke dalam setelah selesai berbincang-bincang. Sovia yang tadinya sedih kini terlihat terus tertawa ketika melihat kearah david.
Akhirnya lo ketawa juga sov, walaupun gue gak tau masalah lo apa tapi setidaknya gue seneng bisa buat lo ketawa gini batin david.
Didalam arya ternyata telah menyiapkan sebuah kejutan untuk putrinya. Sebenarnya arya telah mengetahui masalah arsen tetapi dia pura-pura tidak tau saat berada dihadapan sovia. Dia tau kalau putrinya tak pernah ingin memberitahukan siapapun masalahnya karena sovia tak ingin membuat orang lain repot dengan masalahnya.
Arya segera berdiri dipanggung sambil memegang mic. Sovia merasa heran mengapa ayahnya berdiri disana begitu pun beberapa para undangan lainnya.
Papa ngapain disana ya? batin sovia bertanya-tanya.
" Selamat pagi semuanya, sebelumya saya mengucapkan selamat kepada sahabat saya, semoga pernikahan kalian kedepannya semakin langgeng" ujar arya membuka pembicaraan" Baiklah sebelumnya kalian pasti heran mengapa saya berdiri disini kan? Ya saya ingin meminta sedikit waktu para tamu undangan untuk menyampaikan sebuah kabar baik"
" Baiklah tidak usah bertele-tele lagi saya ingin panggilkan putri saya sovia untuk menemani saya disini" sambungnya.
Sovia terkejut karena ayahnya memanggil dirinya. Dia berjalan keatas panggung dengan perasaan yang bingung ada apa sebenarnya.
" Papa, ini ada apa sih?" bisik sovia pada ayahnya.
" Udah kamu tunggu aja dulu ya nak" balas arya. Sovia hanya berdiri diam disebelah ayahnya sambil mengulas sebuah senyuman. Lalu ayahnya memanggil david untuk naik juga keatas panggung yang membuat sovia makin bingung.
David segera naik keatas panggung dan berdiri disebelah sovia dengan perasaan yang bingung juga.
" Sov, ini ada apaan sih? Kenapa gue pakai dibawa-bawa segala " bisik david.
" Baiklah saya tidak akan berlama-lama lagi, hari ini saya disini juga sudah sepakat dengan keluarga david akan mengumumkan pertunangan putri saya sovia dengan david" ujar arya yang membuat para undangan bertepuk tangan. Sovia dan david melihat satu sama lain, mereka benar-benar terkejut dengan pengumuman yang diberikan oleh arya.
__ADS_1
Setelah selesai mereka segera turun dari panggung. David dan sovia membawa arya ketempat yang lumayan jauh dari tamu undangan lainnya.
" Papa, maksud papa apa sih ngomong kayak begitu?" ujar sovia yang masih tak percaya keputusan ayahnya tadi.
" Iya om, ada apa sebenarnya om?" timpal david yang kini juga kebingungan.
" Iya papa tau kalian berdua pasti kebingungan sekarang kan, tapi keputusan ini bukan cuma keputusan papa sendiri nak. Ini juga keputusan mama dan tante kamu david, mungkin hal ini membuat kalian terkejut tapi inilah keputusan yang telah kami ambil untuk kalian" jelas arya.
" Tapi pa, papa gak bisa ngambil keputusan sendiri begini dong pa. Seharusnya papa tanya dulu sama aku atau david pa, kami setuju atau enggak dengan pertunangan ini pa" balas sovia.
" Sovia, papa ingin yang terbaik untuk kamu sayang dan papa yakin david itu pemuda yang baik buat kamu dibandingkan arsen. Jadi papa mohon jangan menolak keinginan papa nak" ujar arya yang berharap besar pada sovia. Sovia menjadi tak tega melihat ayahnya seperti itu.
Aduh gimana nih? Aku kan gak mungkin tunangan sama david tapi kalau aku nolak pasti papa bakalan sedih. Gimana caranya ya biar pertunangan ini gak jadi tapi papa gak sedih batin sovia berpikir keras. Lalu ia melirik kearah david dan mendapatkan sebuah ide.
" Pa, sovia gak akan nolak keinginan papa tapi gimana sama david pa. Papa gak nanya keputusan dia dulu, sovia yakin david pasti gak setuju sama keputusan ini pa" ujar sovia sambil melirik kearah david. Dia memberi kode agar david mengiyakan kata-katanya.
David begitu bimbang dan tak tau harus menjawab apa. Dia kemudian menarik napas dalam dan lalu mulai berbicara. Sovia dan arya sama-sama menatap david dengan wajah serius.
David pasti setuju lah sama gue, ya kali dia mau nikah ma gue. Dekat aja kagak, cuma sahabatan biasa doang masa iya udah mau nikah aja batin sovia yang merasa david pasti setuju dengan perkataannya tadi.
" Om, David..... David bakalan jaga sovia dengan baik om jadi om gak perlu khawatir ya" jawaban david membuat sovia melongo tak percaya.
" Syukurlah nak, om yakin kamu yang terbaik buat sovia"
Sovia merasa begitu kesal atas jawaban yang diberikan oleh david.
__ADS_1
" Pa, Sovia permisi dulu ya. Mau ngobrol berdua sama david" ujar sovia sembari menarik tangan david dan membawanya keluar.
" Lo waras gak dav?" tanya sovia dengan nada tinggi.
" Iya gue waras lah sov"
" Kalau lo waras kenapa setuju coba? Lo kan tau kita itu sama-sama gak punya perasaan atau hubungan apapun. Kenapa lo bilang gitu ke papa gue?" ujar sovia kesal.
" Ya mau gimana lagi sov, gue gak punya pilihan lain. Gue gak tega lihat ekspresi bokap lo tadi makanya gue jawab begitu"
" Sumpah ya! Gue kesel banget sama lo david. Apa salahnya sih lo tolak aja tadi? Gue tau lo kasihan lihat ekspresi papa tapi dengan lo jawab iya berarti lo setuju buat jalin hubungan sama gue kan dan itu gak mungkin dav! Lo tau kan suatu hubungan dibangun atas dasar sama-sama cinta diantara dua belah pihak bukannya gini" jelas sovia meluapkan kekesalannya.
" Terus gimana dong? Gue udah terlanjur jawab begitu ke bokap lo"
" Lo pikirin aja sendiri! Ini masalah kan gara-gara lo jadi lo yang harus mikirin jalan keluarnya" tegas sovia lalu pergi meninggalkan david.
Sementara itu yuda dan vira merasa terkejut dengan keputusan arya. Mereka segera menghampiri arya.
" Arya, apa maksud semua ini?" ujar yuda yang merasa kebingungan.
" Seperti yang kamu dengar tadi yud, aku bakalan nikahin sovia sama david"
" Tapi kan kita udah sepakat bakalan nikahin anak kita, kenapa sekarang kamu malah nikahin sovia sama orang lain?"
" Udahlah yud, aku gak bisa lihat putri ku terus disakiti sama anak kamu. Aku udah tau semuanya yud kalau anak kamu gak pernah memiliki perasaan apapun pada sovia. Bahkan dia sudah memiliki wanita lain disisinya kan. Sebenarnya aku sangat kecewa sekali dengan perlakuan anak kamu itu yud. Kurang apa sovia sampai dia harus membuat putri ku menangis, tapi ya sudahlah lah mungkin mereka memang tak jodoh. Aku juga berharap semoga putra kamu bahagia dengan pilihannya dan masalah perjodohan anak kita aku rasa cukup sampai disini saja yud" jelas arya yang kemudian pergi berbaur dengan tamu lainnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan arya membuat yuda semakin emosi saja pada arsen. Dia merasa begitu malu karena hampir sebagian orang dipesta itu tau tentang perjodohan putranya dengan sovia tetapi sekarang malah sovia akan dijodohkan dengan orang lain. Yuda segera mengajak vira untuk pulang kerumah dengan perasaan kesal.