
Tanpa pikir panjang laura yang begitu senang langsung spontan menghampiri arsen dan memeluknya. Hal tersebut membuat tika terkejut. Begitupun sovia dan bosnya karena laura yang tiba-tiba datang ntah dari mana.
" Beby, kamu disini juga. Kamu tau aku kangen banget sama kamu beb" seru laura dengan manjanya. Arsen kemudian melepaskan pelukan laura dengan wajah penuh kekesalan.
Beby! batin tika kesal hingga membuatnya menggenggam tangannya hendak memukul laura.
" Cewek gatel, lo apa-apaan sih. Dasar gak tau malu, main meluk-meluk orang sembarangan aja" pekik sovia yang terlihat begitu kesal.
" Jaga mulut busuk lo itu ya, gue disini kan meluk calon suami gue yang lo rebut. Lo lihat aja nanti gue bakalan ambil balik arsen dari lo" sahut laura sambil merangkul manja lengan arsen. Arsen merasa begitu tak nyaman dan menjauhi laura.
" Lo apa-apaan sih ha! Gue jijik lihat sikap lo yang begini ya. Gue udah nikah dan gue gak akan pernah mau nikah sama lo. Mendingan sekarang lo jauh-jauh dari gue ya!" tegas arsen kesal.
" Arsen, kamu kenapa sih? Kamu kan tau aku itu sayang banget sama kamu. Aku rela jadi yang kedua beb asal kamu jadi milik aku" seru laura.
" Lo gila ya! Lo dengerin gue ya, gue cuma mau nikah sekali seumur hidup gue dan akan habisin seluruh waktu gue sama istri gue jadi lo gak usah terlalu berharap!"
Laura yang semakin tersulut emosi hendak menyiramkan wajah sovia dengan air. Dengan sigap arsen melindunginya dengan memeluk sovia dan dari belakang tangan tika tampak memegangi tangan laura dengan erat.
" Tika" lirih sovia pelan yang membuat arsen terkejut dan segera menjauh dari sovia.
" Tika, lo apa-apaan sih. Kenapa lo ikut campur masalah gue sama mereka?" pekik laura kesal. Tika kemudian melayangkan sebuah tamparan pada pipi laura.
" Tika, what's wrong with you?" ujar laura sambil memegangi pipinya.
" Udah cukup lo ngomongnya ra, cukup! Gue gak nyangka lo sekarang jadi kayak gini ra. Kenapa lo begini sih ha! " Seru tika yang terlihat kesal sekaligus sedih dengan perlakuan sahabat masa kecilnya itu.
" Lo mau tau kenapa gue harus sampai ngerendahin harga diri gue kayak gini tik. Itu semua gara-gara arsen, gue sayang banget sama dia tik. Kita juga dulu pernah jalanin hubungan yang bahagia tik tapi karena cewek gak tau diri ini hubungan gue sama arsen hancur. Gue udah coba pergi keluar negeri buat lupain dia tapi apa hasilnya dia selalu ada dalam pikiran gue tik dan lo tau hal yang paling menyakitkan bagi gue saat gue tau dia sama cewek gak tau diri itu udah nikah" jelas laura. Mendengar perkataan laura membuat tika jadi kebingungan.
Sovia dan arsen nikah! Maksud laura apa? Kenapa dia bilang gitu? Istri arsen kan cuma gue batin tika kebingungan.
" Maksud lo apa ngomong kalau sovia dan arsen udah nikah?"
__ADS_1
" Tika, udah kamu gak usah dengerin cewek gak jelas ini sayang. Lebih baik kita pulang sekarang" ajak arsen yang tak ingin ada kesalahpahaman antara mereka karena ulah laura.
" Sayang! Kenapa lo manggil sahabat gue sayang ha!" tanya laura yang juga kebingungan.
" Karena gue istri sah arsen ra" jawab tika.
" Udahlah sayang, lebih baik kita pulang sekarang ya"
" Tunggu dulu arsen, aku masih gak ngerti maksud rara bilang kamu sama sovia udah nikah apa?"
Laura begitu terkejut mendengar pengakuan tika. Dia ternyata salah mengira bahwa sovia adalah istri arsen. Dia jadi bingung dan dilema karena saingannya kini adalah sahabatnya sendiri.
Maafin gue tik, gue sayang sama arsen. Gue gak rela dia jadi milik siapapun kecuali gue batin laura.
" Lo mau tik maksud gue apa. Lo tanya aja mereka atau gue yang jelasin"
" Cewek gatel tutup mulut busuk lo itu ya" ujar sovia.
" Maksud lo apa sih ra? Kalau ngomong itu yang jelas dong" ujar tika yang terlihat semakin penasaran. Arsen menarik tangan tika hendak membawanya keluar tetapi tika menolaknya lalu menatap tajam arsen " Arsen, kamu jujur sama aku. Ini ada apa sebenarnya?"
" Sayang, gak ada apa-apa ya. Cewek murahan ini cuma asal bicara aja sayang. Kamu kan tau kalau aku sama sovia cuma sahabatan aja gak lebih" jelas arsen.
" Sahabatan! Hahahaha.... Tika, Lo tau gak kalau mereka sering ketemu diam-diam dibelakang lo. Selain itu, kemarin saat ada masalah saham diperusahaan bokap arsen, Lo tau siapa yang dibawa mama arsen dengan bangga kesana. Dialah sovia, dia juga ngaku-ngaku sebagai istri arsen dihadapan gue dan orang tuanya arsen jadi gue rasa gak mungkin kalau mereka cuma ada hubungan sebatas sahabat doang" jelas laura. Dia ingin agar tika membenci arsen dan arsen akan jatuh kedalam pelukannya.
" Sayang, kamu dengerin aku ya. Aku sama sovia itu cuma sahabatan aja sayang"
" Iya tik, gue berani sumpah kalau gue sama arsen emang gak ada hubungan apa-apa. Lo percaya sama gue kan tik" tambah sovia.
Tika terlihat hanya diam membisu lalu ia melayangkan satu tamparan lagi pada wajah laura.
" Gue nyesel punya sahabat kayak lo, ra. Gue kira selama ini persahabatan kita penting buat lo tapi kayaknya demi dapatin arsen lo buat kepercayaan gue sama lo hancur. Lo bukan rara gue yang dulu. Lo siapa ha! Lo kira dengan cara lo bilang begitu gue bakalan mudah percaya dan jauhin arsen. No! Lo salah besar ra, kepercayaan gue ke arsen melebihi apapun karena dia sekarang suami gue. Dia gak mungkin lakuin hal serendah itu dibelakang gue jadi alangkah baiknya sebelum lo bicara pikirin dulu pakai otak!" tegas tika yang kemudian pergi keluar dari cafe tersebut.
__ADS_1
Arsen pun mengejarnya dari belakang sementara atasan sovia terlihat juga pergi kembali ke kantor.
Kini hanya sovia dan laura yang ada disitu.
" Sakit, Lo pantes dapatin itu" ujar sovia lalu pergi meninggalkan laura. Mata laura memerah dan dia terlihat begitu emosi karena tika.
Tika! Tunggu pembalasan gue, gue akan buat lo lebih menderita batin laura.
Arsen terlihat memegang tangan tika lalu memeluknya.
" Sayang, makasih ya kamu udah percaya sama aku"
" Aku selalu percaya sama kamu sayang dan aku harap kamu gak akan pernah merusak kepercayaan aku ke kamu"
Melihat tika dan arsen yang begitu mesra membuat sovia ikut senang juga.
Dilain sisi reyhan malah terlihat begitu bimbang. Dia terus berjalan mondar-mandir tak tentu arah. Seorang pengawal terlihat menghampiri reyhan.
" Permisi pak bos"
" Ada apa?"
" Pak bos saya mendapat informasi dari pengawal yang menjaga nona diana disana bahwa nona diana terluka"
Mendengar perkataan pengawal tersebut membuat reyhan murka seketika.
" Apa? Kenapa bisa terluka ha! Bukankah saya sudah menyuruh kalian untuk menjaganya disana dengan baik"
Pengawal tersebut hanya diam karena dia tak tau apa-apa. Dia hanya disuruh untuk menyampaikan informasi tentang diana.
Reyhan kemudian segera menelpon direktur rumah sakit tempat diana bekerja.
__ADS_1