Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 79


__ADS_3

Dua jam kemudian...


Rapat reyhan akan segera dimulai dan dia merasa kebingungan tentang diana. Diana yang kini tertidur karena ia tidak melakukan aktivitas apapun sejak tadi selain duduk dan rebahan sambil membaca beberapa majalah yang ada dihadapannya.


Reyhan pun mendekati diana dan menatapnya dengan tersenyum.


" Aku lagi kebingungan gini kamu malah tidur na, tapi gak apa-apa deh kalau aku bangunin kasihan tidurnya enak banget kayaknya" lirih reyhan pelan sambil mengelus kepala diana. Jaket reyhan yang digunakan diana untuk menutupi kakinya yang begitu mulus tanpa cacat tampak terjatuh.


Reyhan begitu terkesima melihat diana yang kini terlihat sangat menggoda, tetapi ia segera menutup kembali kaki diana dan mengalihkan pandangannya.


Sadar Rey! Diana belum sembuh sekarang. Kamu harus bisa nahan diri batin reyhan.


Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk kembali oleh clarisa.


" Pak bos" panggil clarisa sambil terus mengetuk pintu ruangannya.


Hadeuh! Kemana sih dia? Udah tau mau ada rapat penting lima menit lagi tapi pak bos malah ngurung diri diruangannya kayak orang mau nikah aja batin clarisa menggerutu kesal.


Sementara reyhan yang kebingungan pun terlihat begitu cemas. Ia mondar-mandir tak tentu arah. Kemudian ia pun segera membuka pintu dan langsung menutupnya kembali.


" Pak bos, kenapa?" tanya clarisa yang merasa curiga dengan sikap reyhan.


" Tidak apa-apa. Kamu duluan aja keruang rapat nanti saya akan menyusul"


" Tapi rapatnya tinggal beberapa menit lagi pak bos"


" Iya saya tau clarisa, saya akan datang tepat waktu jadi tidak perlu mengatur saya"


" Baik pak bos" Ujar clarisa yang terlihat menunduk lalu pergi menuju ruang rapat sementara reyhan kembali masuk kedalam ruangannya.


Pak bos kenapa sih? Gak bisa apa sekali aja baik sama aku, ini malah dingin dan selalu aja buat aku kesal batin clarisa begitu kesal.


Disela-sela perjalanannya menuju ruangan rapat, ia bertemu dengan radit.


" Radit, Kenapa kamu disini? Bukannya kamu ada rapat diluar" tanya clarisa bingung.

__ADS_1


" Pak bos, yang meminta aku buat kesini. Dia bilang dia sedang berhalangan untuk ikut rapat makannya rapat dengan arsenio company aku cancel dulu"


" Memangnya bisa begitu"


" Apa yang tidak bisa dilakukan oleh pak bos" ujar radit sambil mengulas sebuah senyuman yang membuatnya terlihat sangat manis.


Ya ampun! Ini nih yang buat aku meleleh dekat dia kalau dia senyum begini. Coba aja dia se kaya reyhan aku pasti bakalan tetap bertahan sama dia batin clarisa. Wajahnya terlihat cemberut seketika.


" Kamu kenapa?"


" Gak apa-apa kok. Yaudah yuk keruangan rapat. Klien udah nungguin kita" seru clarisa. Mereka segera bergegas menuju ruang rapat.


Sementara itu reyhan terlihat begitu lega didalam ruangannya.


Untung aku bisa mengirimkan pesan dengan cepat pada radit dan juga keberadaan tempat rapat radit tak jauh dari sini jadi aku tidak perlu meninggalkan diana sekarang batin reyhan.


Reyhan terus menatapi diana yang tertidur pulas.


Dilain sisi tika tampak begitu murung didalam kamarnya. Ia mengemasi barang-barang yang akan dibawanya keluar negeri. Saat sedang mengemasi barang-barang, sebuah foto terjatuh dan ia segera mengambilnya. Ketika melihat foto tersebut tika kembali bersedih.


Kenapa hidup aku begini banget sih? Aku tau awalnya aku memang salah karena memaksakan diriku sama reyhan tapi aku sudah berusaha kan untuk melepaskan dia dan memilih orang yang mencintai ku. Arsen, kenapa kamu juga sama kejamnya seperti reyhan. Padahal aku ingin mencoba untuk jadi wanita yang lebih baik buat kamu dan ingin mencintai kamu sepenuh hati tetapi kamu malah merusak semuanya batin tika kesal dan merobek-robek foto yang kini ada ditangannya. Itu adalah foto ketika tika, reyhan, sovia, david dan arsen berada disebuah cafe untuk saling bercengkrama satu dengan lainnya.


" Tika sayang, kamu kenapa?"


" Tika gak apa-apa mi. Oh ya, tika udah beresin barang-barang tika mi buat berangkat besok"


" Iya sayang. Mami udah pesanin tiket kelas utama buat kamu dan kalau kamu udah sampai nanti juga ada sekretaris mami yang akan jemput kamu"


" Iya mi, makasih ya mi" ujar tika sambil memeluk maya lalu ia berkata lagi" mami, tika boleh gak ketemu mama karin dulu sebelum tika pergi karena mama karin itu baik banget sama tika selama tika disini mi"


" Kamu yakin nak?"


" Iya mi"


" Tapi dia kan bukan wanita yang baik karena dia sangat berani datang kemari untuk memutuskan pertunangan kamu dan reyhan"

__ADS_1


" Mi, udahlah. Yang lalu biar aja berlalu ya, lagian mama karin yang selama ini jagain tika selama mami sibuk kerja jadi tika pengen ketemu dia buat terakhir kalinya mi"


" Yasudah kalau kamu maksa tapi cuma sebentar aja ya"


" Iya mi"


" Kapan kamu akan pergi menemui dia, sayang?"


" Sekarang mi"


" Apa? Sekarang! Kenapa harus sekarang?"


" Iya sekarang lah mi. Kapan lagi coba? Besok tika kan harus berangkat mi"


Dengan berat hati maya mengizinkan putrinya untuk bertemu karin walaupun sebenarnya dalam hatinya ia tak ikhlas karena ia masih menyimpan rasa tidak suka pada karin padahal saat papanya reyhan masih hidup mereka sangat dekat dan akrab.


Tika pun mengambil tas selempang nya lalu berpamitan pada maminya. Ia tidak diperbolehkan menyetir mobil sendiri oleh maya karena keadaan tika yang masih sedih sekarang. Maya takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada putrinya.


Tika diantar oleh supir pribadi maya. Ponselnya berdering dan itu merupakan panggilan dari arsen tetapi tika menolaknya dan mematikan ponselnya.


Aku gak akan mau kamu bohongin lagi arsen. Dasar penipu! Katanya cuma cinta sama aku doang tapi apa kamu malah lebih memilih gadis yang dijodohkan dengan kamu dari pada aku batin tika.


Tanpa sadar air matanya mulai menetes karena ia mulai menaruh perasaan pada arsen tetapi arsen malah menghancurkannya.


" Non, kenapa non?"tanya sopir pribadi maya.


" Gak apa-apa pak. Oh ya, nanti berhenti sebentar di toko kue ya pak. Saya mau membelikan mama kue kesukaannya"


" Baik non"


Tak lama mereka berhenti disebuah toko kue, tika tak ingin turun dari mobilnya dan menyuruh sopirnya untuk membelikan kue sesuai dengan apa yang tika inginkan.


" Ini uangnya pak"


" Iya non. Tunggu sebentar ya non" ujar sopir tersebut sambil bergegas pergi membeli kue.

__ADS_1


Mata tika kemudian tertuju pada seorang pria yang tak lain adalah arsen. Arsen tampak pergi menuju toko kue tersebut dengan seorang wanita yang tidak terlalu jelas wajahnya karena tertutupi oleh arsen.


" Arsen, dia ngapain disini? Siapa wanita itu? Kenapa sepertinya mereka begitu dekat?" Lirih tika pelan sambil terus mengamati arsen dari dalam mobil.


__ADS_2