
Diana segera melepaskan pelukan reyhan dan memasang infus pada reyhan. Diana memasang handscone ditangannya.
" Kalau sakit bilang ya rey" seru diana sambil mulai memasang jarum infus pada reyhan dengan hati-hati dan teliti.
Reyhan hanya memandangi diana yang sedang memasang infus padanya.
Setelah selesai memasang infus diana menyuruh reyhan untuk banyak istirahat lalu ia melepaskan handscone yang dipakainya. Diana pun pergi keluar untuk membuang sampah medisnya dan meletakkan peralatan medis.
Tika datang dan berniat masuk keruangan reyhan memakai seragam seperti seorang dokter dan memakai masker agar diperbolehkan masuk.
" Maaf, anda siapa nona" tanya pengawal.
" Saya dokter yang ingin memeriksa keadaan pak reyhan karena sebentar lagi pak reyhan harus minum obat" balas tika dengan merubah model suaranya.
" Silahkan masuk dok" ujar pengawal tersebut.
Untung aja penyamaran aku gak ketahuan kalau ketahuan kan bisa gawat batin tika lega.
Tika segera mendekati reyhan yang sedang tertidur. Sebelumnya tika mengunci ruangan tersebut. Tika mendekati wajah reyhan.
Ya ampun rey, kamu mau kayak gimana aja tetap keren dan ganteng? Aku emang gak salah pilih calon suami batin tika.
Tika pun mengeluarkan sebuah obat dari kantong bajunya.
"Dengan ini kamu bakalan jadi milik aku selamanya rey, aku gak akan biarin cewek murahan itu rebut kamu dari aku" ujar tika pelan lalu ia mulai menyuntikkan obat tersebut pada infus reyhan.
Tika memberikan reyhan obat perangsang. Reaksi obat pun terlihat karena reyhan mulai merasa tidak nyaman dan merasa tubuhnya panas.
Obatnya pasti mulai bereaksi batin tika girang.
Tika pun membuka masker dan mendekati reyhan. Dia pun berbaring disebelah reyhan. Reyhan membuka matanya dan melihat samar-samar entah siapa yang ada di sebelahnya. Reyhan mulai mencium wanita tersebut karena mengiranya adalah diana.
Diana yang kembali keruangan reyhan merasa heran karena pintunya tidak bisa dibuka.
" Kenapa pintunya dikunci?" Tanya diana.
" Saya tidak tau nona tadi ada dokter wanita yang datang memeriksa pak bos reyhan didalam"
Dokter yang memeriksa reyhan kan cuma aku sama dokter miko. Jangan-jangan dia orang yang mau nyakitin reyhan batin diana panik.
" Cepat dobrak pintunya!" Perintah diana.
Pengawal tersebut pun dengan cepat mendobrak pintu dengan sekuat tenaganya. Pada dobrakan pertama dan kedua tidak berhasil akhirnya mereka mencoba lagi dan pintu berhasil terbuka. Diana sangat terkejut melihat reyhan dan tika berciuman dihadapannya. Diana dengan cepat mendorong tika.
" Kamu ngapain disini?" Tanya diana.
" Minggir kamu cewek murahan. Kamu ini ganggu waktu aku sama tunangan aku" balas tika kesal dan mencoba mendorong diana tetapi dicegat oleh pengawal yang langsung membawa tika keluar.
__ADS_1
" Lepasin aku! Aku ini tunangan reyhan, kalian gak boleh kayak gini ke aku" pekik tika meronta-ronta ingin melepaskan diri tapi apa daya ia tak bisa karena kekuatan pengawal tersebut lebih besar dari pada dirinya.
Diana langsung memeriksa keadaan reyhan yang tampak separuh sadar dan merasa tidak nyaman pada kondisi tubuhnya.
Ini kayaknya reaksi dari obat perangsang. Aku harus segera bawa reyhan ke kamar mandi biar kondisi dia lebih baik batin diana.
Diana segera membawa reyhan ke kamar mandi dan mengguyur tubuh reyhan menggunakan air. Reyhan pun menarik tangan diana dan menciumnya dengan sangat bernafsu. Diana menjauh dari reyhan dan mencoba menahan reyhan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
" Rey, sadar dong" pekik diana.
Diana pun memasukkan reyhan ke dalam bathtub dan mengisi bathub tersebut dengan air hingga penuh. Setelah itu diana ingin keluar tetapi reyhan menariknya hingga masuk juga kedalam bathub.
" Jangan pergi" ujar reyhan memeluk diana erat.
Diana pun tak tega melihat kondisi reyhan dan akhirnya menunggu reyhan disitu.
Beberapa menit kemudian rasa tak nyaman pada tubuh reyhan mulai menghilang dan kini ia merasa kedinginan. Melihat reyhan begitu, Diana segera mengambil handuk untuk reyhan. Reyhan pun memandang diana dari atas hingga bawah.
Diana segera memberikan handuk pada reyhan.
" Pakai ini, aku akan menunggu diluar" ujar diana lalu pergi keluar.
Diana tampak kedinginan juga karena berendam dalam bathtub bersama reyhan. Reyhan pun keluar dengan memakai handuk dan juga membawa sebuah handuk lalu memberikannya pada diana.
" Kamu udah selesai" ujar diana.
Ketika Diana sudah melepas pakaiannya dan memakai handuk ia pun teringat kalau ia tak membawa baju ganti.
" Ya ampun aku kan gak bawa baju ganti, terus aku pakai apa dong sekarang" guman diana pada dirinya sendiri.
Diana pun membuka pintu sedikit dan memanggil reyhan.
" Rey"
" Ada apa Na?" Jawab reyhan dari luar pintu kamar mandi.
" Rey, aku lupa kalau aku gak punya baju ganti kamu bisa gak telpon ibu buat antar baju aku kemari" jelas diana.
" Yaudah tunggu bentar ya" ujar reyhan menghampiri pengawalnya.
" Kalian pergilah cari baju untuk Diana dan pilihlah baju yang paling bagus" perintah reyhan.
" Siap pak bos" ujar pengawal tersebut lalu pergi mencari baju untuk diana.
Sementara itu tika yang merasa begitu kesal saat sedang berjalan tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang membuat tika terjatuh.
" Punya mata gak sih!" Pekik tika.
__ADS_1
" Maaf mbak saya gak sengaja" balas pria tersebut membantu tika berdiri.
" David kan" ujar tika memperhatikan pria tersebut dengan seksama.
" Tika, hai apa kabar?" Ujar david.
" Aku baik David. Kamu gimana? Dan lagi apa disini?" Balas tika.
" Aku juga baik tik, aku lagi jemput barang-barang papa yang tinggal dirumah sakit " sahut david.
" Papa kamu sakit?"
" Papa aku udah meninggal tik " jawab david dengan wajah sedih.
" Aduh maaf banget ya aku gak maksud buat kamu sedih"
" Iya gak apa-apa kok"
David pun berbincang-bincang dengan tika dicafe dekat situ sementara itu pengawal reyhan datang sambil membawa beberapa pakaian dan memberikannya pada reyhan.
Reyhan pun mengetuk pintu kamar mandi.
" Na, ini bajunya" ujar reyhan.
" Iya Rey" balas diana sambil membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengambil baju yang diberikan reyhan.
Diana pun memperhatikan baju yang diberikan reyhan dengan seksama.
Ini kayaknya bukan baju aku deh soalnya aku baru pertama kali liat baju ini batin diana.
Tetapi karena tak ada pilihan lagi akhirnya diana memakai salah satu baju yang ia rasa nyaman.
Diana pun keluar dengan rambut yang terurai basah yang membuat reyhan terus memperhatikan dirinya.
" Kenapa Rey? Kok liatin aku gitu sih" tanya diana.
" Gak apa-apa na, kamu cantik banget kalau rambut kamu lagi terurai gini" puji reyhan.
" Gombal kamu rey" balas diana lalu mengambil ponselnya.
" Rey, kayaknya besok kamu udah boleh pulang jadi hari ini aku pergi dulu ya kerumah sakit soalnya gak enak udah beberapa hari ini gak masuk" jelas diana.
" Kamu kan dokter pribadi aku Na, jadi kamu harus stand by 24 jam disamping aku na dan aku gak terima penolakan" balas reyhan.
" Tapikan Rey, disini juga banyak dokter yang bahkan lebih ahli dari aku"
" Diana, disana kan juga banyak dokter jadi kamu harus tetap ngerawat aku disini"
__ADS_1