
Diana menatap kesal pada kedua pelayan itu lalu kembali masuk kedalam kamarnya. Salah seorang pelayan tampak turun mengambil makanan untuk diana. Dikamar diana merasa begitu bosan. Dia kemudian mengambil ponselnya dan menchat sahabatnya.
Diana : Guys, Kalian lagi apa?
Caca : Lagi kerja na
Irma : Lagi ngurusin anak nih
Diana : Kerumah ngapa @irma@caca
Caca : Diana sayang, mana bisa sekarang aku kan lagi kerja
Irma : Sama nih, aku juga gak dibolehin keluar sama suami
Diana kemudian memfoto kakinya yang dipasang gips lalu menshare ke grup.
Caca : Diana! Kamu kenapa? Aku kesana sekarang
Irma : Aku otw sekarang..
Diana : Tadi katanya gak bisa
Caca : Bisa kok ntar aku minta izin ke bos
Irma : aku juga bisa kok, ntar aku cari alasan aja ke suami aku
Mereka langsung off dari grup chat dan bersiap-siap menuju rumah diana. Diana kemudian meletakkan ponselnya saat pelayan tiba di kamarnya dengan membawa makanan. Pelayan tersebut lalu memberikannya pada diana.
Diana mulai melahap makanan tersebut lalu meminum obat.
" Nanti teman-teman saya bakalan datang, jadi tolong antarin mereka kemari ya"
" Baik nona"
" Kalian udah makan?"
" Sudah nona"
" Yang bener?"
" Iya nona"
" Oh yaudah kalau begitu"
Diana kemudian melanjutkan melahap makanannya.
Dilain sisi reyhan yang kini berada di hotel terlihat begitu cemas karena kedatangan hanum. Hanum pasti akan membuat masalah untuknya. Dia tak peduli jika hanum ingin menghancurkan perusahaannya tetapi yang ia cemaskan saat ini adalah diana dan keluarganya. Dia takut hanum akan mengganggu mereka.
Bagaimana ini? Jika hanum tau diana adalah kekasih ku pasti dia bakalan mengganggu keluarga diana. Gak bisa! Ini gak boleh terjadi aku harus segera memperketat penjagaan diana dan mencari cara untuk mengalihkan perhatian hanum agar dia tidak mengetahui hubungan ku dan diana batin reyhan.
__ADS_1
Sementara itu radit dan clarisa juga baru tiba dikamar hotel. Seharusnya mereka menikmati bulan madu mereka kini diluar negeri tapi karena tuntutan pekerjaan mereka menundanya.
" Dit, kamu kenal cowok yang tadi? "
" Gak tau cla"
" Masa gak tau sih, kamu kan selalu ada sama reyhan bahkan sampai orang-orang ngira kalian pacaran tau soalnya berduaan mulu"
" Clarisa sayang, walaupun aku dekat sama pak bos tapi gak semua tentang dia aku harus tau kan. Kalau masalah pacaran sama pak bos ya gak mungkinlah sayang, kalau memang aku suka sama dia kenapa aku milih nikah sama kamu ha" jelas radit.
" Iya deh, tapi nih ya kayaknya orang tadi itu jahat "
" Jahat maksudnya?"
" Iya sayang, dia bilang kan pengen hancurin perusahaan reyhan"
" Clarisa, kamu berapa lama sih kerja sama pak bos"
" Emang kenapa?"
" Perusahaan pak bos itu besar sayang dan cabangnya juga ada dimana-mana bahkan sampai luar negeri. Belum lagi tabungan tersembunyi pak bos sayang, Gak akan segampang itu ngehancurin pak bos reyhan"
" Wah kaya raya banget ya dia pantesan papa ngebet banget pengen nikahin aku sama dia soalnya tujuh turunan pasti aman " jawab clarisa dengan nada santai.
" Sayang emang kebahagiaan itu harus selalu tentang harta ya?"
" Ya enggaklah. Aku kan tadi bilang papa radit bukan aku"
" Kamu masih nyimpan ini?"
" Iyalah, ini kan kado pertama aku ke kamu dan apa kamu lupa sama kata-kata aku sebelum kamu mutusin aku"
Clarisa kemudian kembali mengingatnya dan tersenyum.
" Kamu bilang, kamu akan tetap mencintai aku sampai kapanpun dan kamu juga akan memakaikan kalung ini kembali saat kita sudah menikah " ujar clarisa.
Radit kemudian memasangkan kalung tersebut pada clarisa.
" Gimana? Cantik gak"
" Kamu selalu cantik dimata aku sayang"
" Makasih ya dit, kamu selalu sabar ngadapin wanita kayak aku. Padahal aku sering banget nyakitin kamu tapi kamu masih mau terima aku"
" Kamu kan tau satu-satunya wanita yang aku sayang setelah ibu itu kamu sayang. Aku juga janji sama diri aku sendiri aku bakalan selalu jagain kamu sampai kapanpun"
" Oh ya, ibu gimana kabarnya?"
Wajah radit yang tadinya tersenyum bahagia terlihat berubah.
__ADS_1
" Kenapa dit? Dipernikahan kita ibu juga gak datang. Ibu dimana sebenarnya?"
" Ibu udah gak ada cla"
" Apa? Maafin aku ya, aku gak seharusnya nanyain itu" sahut clarisa merasa bersalah.
" Iya gak apa-apa sayang, ibu juga berpesan sama aku sebelum dia pergi. Dia bilang aku harus selalu jagain kamu"
" Maafin aku ya sayang, seharusnya aku ada disamping kamu saat itu"
" Udah gak apa-apa kok sayang"
" Kalau kita pulang nanti, kita kemakam ibu ya"
" Iya sayang"
Mereka kemudian berpelukan dengan erat.
" Sayang, kamu mandi dulu gih. Kamu belum mandi kan?"
" Kamu kan juga belum mandi, mandi bareng gimana?"
" Gak mau, kamu aja dulu baru aku"
" Kenapa gak mau? Kamu kan sekarang istri aku"
" Iya sih tapi kan aku belum terbiasa sayang jadi kita mandinya gantian aja ya, plisss" pinta clarisa sambil memohon.
" Yaudah kali ini aja ya, besok-besok kamu gak boleh nolak aku lagi"
" Iya sayang"
Radit kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara clarisa berbaring diatas ranjang menunggunya.
Hotel ini bagus juga, sangat nyaman dan besar batin clarisa. Dia melihat tas kantor yang selalu dibawa oleh radit. Dia merasa penasaran apa-apa saja yang dibawa oleh radit.
Dia kemudian mengambil tas tersebut dan memeriksanya. Dia hanya menemukan beberapa map berisi berkas-berkas kantor dan beberapa pena. Kemudian dia menemukan sebuah buku. Dia merasa penasaran apa isi buku tersebut dan saat membukanya sebuah foto terjatuh.
Clarisa segera mengambilnya dan melihat foto tersebut. Dia begitu terharu saat melihat foto tersebut. Itu adalah foto dirinya bersama radit saat masih berpacaran dulu.
Radit bahkan masih menyimpan foto ini. Padahal semua foto dan barang-barang tentang dia sudah dibuang papa. Aku sayang kamu dit batin clarisa tersenyum. Kemudian dia membaca isi buku tersebut yang tak lain adalah tentang dirinya.
Semua tentang clarisa tercantum dalam buku tersebut mulai dari hal-hal kecil hingga besar. Saat radit keluar dari kamar mandi dia langsung memeluk clarisa dari belakang.
" Lagi baca apa?"
" Kamu masih nyimpan semua ini dit"
" Iya sayang, kamu kan tau aku gak pernah nganggap hubungan kita berakhir. Cuma kamu aja waktu itu yang bilang hubungan kita selesai padahal aku gak jawab apa-apa "
__ADS_1
" Maafin aku ya dit, kamu kan tau aku terpaksa ngelakuin itu"
" Iya gak apa-apa sayang yang penting sekarang kamu milik aku "