
Diana kemudian memegang pundak jason berusaha menenangkannya.
" Kamu tau, banyak orang yang ingin diposisi kamu sekarang jason. Jadi anak orang kaya dan segala kebutuhannya terpenuhi tetapi mereka tak mendapatkannya. Kita diberikan sesuatu sesuai dengan kebutuhan kita jason. Kita harus mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah pada kita jadi aku harap kamu gak usah bersikap keras kepala lagi ya. Kasihan orang tua kamu yang sudah pusing masalah pekerjaan dan sekarang pikiran mereka akan ditambah dengan sikap kamu yang seperti ini jason" jelas diana memberikan nasehat.
Jason tampak merenung sejenak. Tiba-tiba ririn datang membawa obat penenang untuk diana.
" Ini obatnya na" ujar ririn hendak memberikan obat tersebut pada diana.
" Gak usah rin, dia udah tenang kok"
" Kok bisa, kamu kasih apa na?" bisik ririn pada diana.
" Gak aku kasih apa-apa kok "
" Terus kenapa bisa diam begini? padahal tadi kayak orang gila "
" Sstt jangan ngomong gitu rin. Gak baik tau"
" Iya deh na"
Ririn kemudian kembali mengantar obat penenang yang dibawanya tadi. Ditengah perjalanan ia ditarik oleh seseorang yang membuat ririn hampir berteriak tetapi orang tersebut segera menutup mulutnya.
" Jangan teriak sayang, ini aku" ujarnya yang tak lain adalah galang. Lalu ia melepaskan tangannya yang menutup mulut ririn.
" Kamu nih ya, kenapa harus pakai tarik-tarik kayak gitu sih? aku kira penculik"
" Aku kan emang pencuri hati kamu sayang" seru galang memeluk ririn.
" Gombal aja terus, btw aku belum mandi lho "
" Gak apa-apa sayang, aku suka kamu walaupun kamu udah mandi atau belum"
" Ada apa nih? kok kayaknya kamu manja banget sekarang. Apa kamu lakuin kesalahan makanya begini ya"
" Enggak lah sayang, aku kangen sama kamu. Dari pagi kita belum ketemu kan makanya aku mau puasin peluk-peluk kamu sekarang sebelum para pengawal herman itu kurung kamu lagi dikamar anaknya"
" Sayang, kamu tenang aja ya. Anaknya herman itu sudah sadar kok jadi aku sama diana pasti udah boleh pulang lah"
" Diana? bukannya dia udah keluar dari sini ya"
" Iya sih tapi kamu tau sendiri kan dokter bedah dirumah sakit ini sangat minim sekali hanya dua orang diana dan ilham. Ilham sibuk sama pasien lain yang meregang nyawa juga dan itu anak kecil, aku jadi gak tega buat batalin operasi anak itu gara-gara anak tuan herman makanya aku telpon diana" jelas ririn.
" Ohh gitu ya, yaudah pokoknya kamu cepetan ganti baju ya kita pulang bareng. Aku bakalan tunggu kamu dibawah "
" Oke sayang"
__ADS_1
Ririn kemudian pergi meninggalkan galang.
Sementara itu diruangan jason, ia tampak melamun dan masih terdiam.
" Mikirin apaan jason?" Tanya diana.
" Gak ada. Oh ya, makasih ya karena kata-kata kamu aku jadi tau bahwa aku emang harus bersyukur sama keadaan ini"
" Iya sama-sama, janji ya kamu gak akan berubah lagi jadi kayak dulu setelah keluar rumah sakit"
" Iya nana bawel, aku janji. Aku bakalan bantu papa dan buat papa bangga sama aku. Btw kita bisa jadi teman kan" seru jason mengulurkan tangannya.
" Tentu, tapi kenapa kamu panggil aku nana bawel ya? nama aku diana bukan nana " jawab dia menerima uluran tersebut.
" Gak apa-apa, aku suka aja sama panggilan itu. Aku boleh minta whatsapp kamu kan? jadi kalau aku nanti mau kontrol lagi bisa ke kamu"
" Tapi aku gak kerja disini lagi jason dan kamu bisa kontrol sama dokter ilham nanti kok. Dia lebih jago dari aku"
" Tapi aku maunya sama kamu na dan harus kamu juga yang ngurusin aku sampai sembuh"
" Mana bisa begitu jason, aku gak bisa kerja untuk sementara waktu karena aku udah janji sama suami aku buat nunggu rumah sakit yang bakalan dia bangun buat aku" jelas diana.
Apa? dia udah nikah! tapi tidak ada tampang-tampang seperti wanita yang sudah menikah batin jason sedikit kecewa.
" Aku gak bisa ngambil keputusan itu sendiri jason, aku harus tanya suami aku dulu ya"
" Kalau kamu gak mau, aku gak akan pernah mau diobati sama dokter manapun juga dan aku juga lebih baik jadi jason yang dulu kan" ancam jason.
" Kamu lagi ngancam aku?"
" Anggap aja begitu"
Diana hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat sikap jason yang kekanak-kanakan. Dia kemudian menyentil kepala jason pelan.
" Sakit nana"
" Makanya jangan keras kepala. Kamu ini udah gede lho masih aja kayak anak-anak. Seharusnya kalau aku gak salah kamu seumuran aku kan dan seharusnya kamu juga udah nikah bukannya malah bersikap kayak gini jason. Satu lagi nama aku diana bukan nana dan tolong ya panggil aku diana aja"
" Aku gak mau, aku tau kita seumuran makanya aku mau dokternya kamu biar lebih asik aja diajak ngobrol bukannya sama dokter yang tua"
" Sembarangan aja kamu ya, dokter ilham itu masih muda bahkan belum menikah. Usianya tidak jauh beda dengan kita, apalagi dia cowok aku yakin akan asik jika diajak mengobrol"
" Aku gak mau nana"
" Kamu nih ya, jangan keras kepala dong. Pasien harus nurut apa kata dokternya"
__ADS_1
" Aku bakalan nurut kalau itu kamu na"
" Kamu ada-ada aja deh jason, udah deh aku mau pulang dulu soalnya suami aku pasti nyariin karena aku gak ijin tadi pagi" seru diana hendak pergi tetapi jason malah menarik tangan diana. Mereka kemudian saling menatap satu sama lain.
Dari kejauhan tampak reyhan yang baru saja datang hendak memaksa masuk ruangan tersebut karena melihat kejadian tersebut dari luar tetapi para pengawal mencegatnya.
" Kalian menyingkirlah jika tidak ingin mati!" tegas reyhan yang terlihat begitu emosi karena cemburu.
" Maaf tuan tapi tuan herman mengatakan tidak ada yang boleh masuk tanpa seizin dia"
" Kalian tidak kenal saya ha! Di dalam sana ada istri saya dan saya harus membawanya pulang sekarang juga" bentak reyhan.
" Maaf tuan tapi kami tidak akan pernah membiarkan anda masuk"
" Kalian memang cari mati ya!"
Reyhan kemudian memanggil para pengawalnya dan terjadi duel antara pengawal reyhan dan herman.
Mendengar keributan dari luar membuat diana segera melepaskan genggaman jason.
" Aku lihat keluar dulu ya "
" Iya nana, ingat ya kamu harus jagain aku sampai sembuh"
" Aku kan belum setuju jason, lagian nanti ada dokter ilham kok yang akan jagain kamu"
" Aku gak mau nana"
Diana kemudian keluar dan terkejut melihat kehebohan yang dibuat oleh reyhan.
" Hentikan! Apa-apaan ini? kenapa kalian malah membuat keributan disini ha. Apa kalian lupa ini rumah sakit?" pekik diana yang membuat para pengawal tersebut berhenti berkelahi.
Reyhan kemudian menarik tangan diana dan mencengkeramnya dengan erat.
" Rey, sakit tangan aku rey"
Reyhan yang masih emosi terlihat terus saja menarik diana menuju ke mobilnya.
Sesampainya diparkir diana segera melepas paksa tangannya karena ia merasa begitu sakit.
" Rey, kamu kenapa sih?"
" Kamu yang kenapa na? Kamu ngapain kesini ha? kamu kan udah janji sama aku gak akan kesini lagi dan ngapain kamu sama laki-laki tadi tatap-tatapan ha sambil pegangan tangan segala"
" Rey, aku tau aku salah gak minta izin kamu tapi kamu tau sendiri kan ini udah tugas aku untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan aku rey. Dia sekarat dan harus segera dioperasi makanya aku kemari dan masalah tatapan sama pegangan tangan tadi kamu cuma salah paham aja rey" sahut diana.
__ADS_1