
Perjalanan menuju tempat bencana memang lumayan jauh dan jalannya pun tak begitu bagus.
Tak lama bus mereka pun sampai ketempat tujuan. Diana terlihat masih tertidur sementara ririn keluar terlebih dahulu karena dia ingin ke kamar mandi. Semua orang juga berhamburan keluar menuju tempat yang telah disediakan. Kini hanya tinggal galang dan diana yang berada didalam bus.
Galang terlihat senyum-senyum sendiri melihat diana yang sedang tertidur. Dia tak tega ingin membangunkan diana karena sepertinya diana tertidur begitu pulas.
Galang mengeluarkan ponselnya dan memotret diana secara diam-diam. Dia memang menyimpan beberapa foto diana tanpa sepengetahuan diana.
Diana, gue akan tetap mengagumi Lo meskipun gue tau kalau lo gak akan pernah jadi milik gue. Dekat sama lo aja udah buat gue seneng banget batin galang.
Beberapa menit kemudian galang melihat ririn berjalan menuju arah bus dia segera keluar meninggalkan diana. Ririn terlihat menggelengkan kepala melihat diana yang tertidur pulas.
" Putri tidur! Bangun, kita udah sampai" pekik ririn.
Diana terlihat membuka matanya perlahan sambil menatap sekelilingnya.
" Semuanya kemana rin?"
" Mereka ke tenda masing-masing lah sayang buat beres-beres. Udah yuk, kita juga harus beres-beres soalnya habis maghrib nanti kita ada rapat na"
" Iya rin"
Mereka segera turun dari bus dan mengambil barang-barang mereka. Kemudian mereka bergegas menuju tenda yang telah ditentukan. Mereka segera membereskan barang-barang bawaan mereka.
" Na, disini gak ada sinyal lho" ujar ririn yang terlihat kesal.
" Kan emang dari awal udah dibilang disini gak ada sinyal ririn, kamu pasti gak perhatiin direktur jelasin kan"
" Kamu tau aja na, bosan banget aku lihat dia ceramah panjang banget na. Coba aja galang yang jelasin pasti aku bakalan paham banget nih"
" Haha.... Sejak kapan kamu jadi bucin gini sih rin"
" Sejak dulu na waktu pertama kali ketemu sama galang tapi karena dia cuekin aku makanya aku coba nyadar diri tapi kayaknya akhir-akhir ini dia mulai perhatian sama aku na" jelas ririn yang terlihat begitu bahagia. Dia telah berekspektasi tinggi tentang masa depannya.
Diana hanya tertawa mendengar perkataan ririn. Dia kemudian membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan dari reyhan yang tak sempat dibacanya karena ia tertidur.
Rey❤ : Sayang, jaga diri baik-baik disana ya
Rey❤ : Baru sebentar kamu pergi aku udah kangen banget na
Rey❤ : Na, kok chat aku gak dibales sih
Rey❤ : Sayang, I Miss u
Rey❤ : Yaudah ntar kalau udah sampai kabarin aku ya sayang. Aku mau rapat dulu sekarang, besok ada surprise buat kamu sayang hehehe... I love you sayang
Diana hanya senyum-senyum sendiri membaca pesan dari reyhan.
__ADS_1
Surprise? Reyhan mau ngasih surprise apa ya? Oh mungkin maksud dia setelah aku pulang mau ngasih surprise tapi apa ya? Jadi penasaran batin diana bertanya-tanya.
***
Disisi lain arsen dan tika terlihat begitu bahagia membersihkan rumah bersama-sama. Tika sebelumnya tak pernah melakukan hal ini tetapi dia terlihat begitu bahagia ketika melakukannya bersama arsen.
Ponsel tika pun berdering menandakan ada panggilan masuk tetapi tika tak mengenal nomor yang menelponnya. Dia pun mengangkatnya.
' Halo, ini siapa ya?'
' Tika, ini gue masa lo gak kenal sih'
' Siapa? Gue beneran gak kenal. Udah ya salah sambung mungkin lo matiin aja'
' Tunggu tik, ini gue laura'
' Laura mana ya?'
' Lo gak ingat sahabat sendiri ya, yang dulu sering lo jailin waktu kecil'
Tika berusaha mengingat dan akhirnya dia pun ingat.
' Rara ini beneran lo!'
' Iya ini gue, tapi jangan panggil rara lagi dong. Nama gue kan bagus tuh laura kenapa harus lo ganti-ganti sih'
' Gue udah balik ke indo kok, gue janji ntar kalau ada waktu luang kita ketemuan ya'
' Oke, gue tunggu lho. Oh ya, lo dapat nomor gue dari mana?'
' Itu mah perkara gampang buat gue tik. Oh ya, nanti kita sambung lagi ya soalnya gue ada kerjaan sekarang'
' Iya ra'
' Bye tika'
' Bye rara'
' Hadeuh rara lagi'
' Ups sorry maksudnya laura hahaha...'
' Terserah lo deh tik, yaudah gue pergi dulu ya'
Laura pun memutuskan telponnya. Tika terlihat begitu bahagia mendapat telpon dari sahabat masa kecilnya yang sudah lama lost kontak dengannya. Mereka begitu dekat dulu seperti adik kakak tetapi karena ada masalah dalam keluarga laura yang membuat laura pindah keluar kota.
Arsen tampak berdiri dibelakang tika dan memandangnya tajam.
__ADS_1
" Telpon dari siapa?"
" Dari sahabat masa kecil aku sayang. Kamu tau gak, aku seneng banget akhirnya setelah sekian lama bisa denger kabar dia sayang"
" Oh gitu. Cewek atau cowok?"
" Cewek lah sayang, namanya rara. Dia itu baik banget sayang dan selalu jagain aku waktu kecil"
" Hmm.. yaudah nanti kita bahas tentang sahabat kamu ya. Sekarang kamu harus mandi dulu atau mau aku mandiin" goda arsen.
" Arsen, dasar kamu ya. Nakal"
" Gak apa-apa dong, kan nakal sama istri sendiri"
Tika hanya tersenyum lalu melingkarkan tangannya dileher arsen.
" Makasih ya sayang. Aku seneng banget punya suami yang sayang dan perhatian kayak kamu. I love you honey"
" I love you too honey" balas arsen yang kini memegang pinggang tika. Mereka hendak berciuman tetapi bel pintu rumah mereka berbunyi yang membuat mereka tak jadi melakukannya.
" Hadeuh, ganggu aja "lirih arsen kesal. Dia kemudian pergi membukakan pintu sementara tika segera pergi untuk mandi.
" Siapa?" Ujar arsen sambil membuka pintu. Terlihat seorang kurir mengantarkan makanan untuk mereka.
" Ini pak makanan pesanannya"
" Siapa yang pesan?"
" Disini tertulis atas nama buk tika pak"
" Oh iya makasih ya" ujar arsen yang segera menutup pintu dan membawa makanan tersebut masuk kedalam. Dia kemudian mencari tika yang tidak terlihat lagi ditempat tadi.
Dia segera masuk kedalam kamar dan mendengar suara dikamar mandi.
Dia pasti lagi mandi sekarang batin arsen. Arsen segera keluar dan menyajikan makanan tadi diatas meja. Dia menatanya dengan begitu rapi.
Tak lama kemudian tika terlihat keluar dari kamar mandi dengan memakai baju kaos polos dan celana pendek serta handuk diatas kepalanya.
" Makanannya udah datang sayang"
" Udah nih, yuk makan bareng"
" Iya sayang"
Tika kemudian duduk disebelah arsen. Mereka melahap makanan yang tersedia dengan perasaan yang begitu bahagia. Arsen juga menyuapi tika.
Aku akan berusaha semampu aku untuk buat kamu selalu bahagia disisi aku sayang batin arsen.
__ADS_1