
** Hay... Hay..... para readers tetap support dan dukung author ya karena support dan dukungan kalian sangat berarti bagi author 🥰🥰 selamat membaca🌹🌹🌹**
" hey!" Ujar Diana sambil melambaikan tangan pada Reyhan
Mendengar panggilan Diana membuat lamunan masalalu Reyhan buyar.
" Apakah begitu sakit sampai kamu nangis begini?" Tanya Diana
" Gak kok" sahut Reyhan sambil menghapus air matanya
" Pak saya turun disini!" Ujar Diana pada supirnya Reyhan lalu ia berkata lagi" terimakasih pak Reyhan atas tumpangannya tapi lain kali saya harap saya gak akan pernah naik mobil bapak lagi"
Diana pun turun lalu pergi meninggalkan Reyhan. Reyhan tampak hanya tersenyum tipis melihat tingkah Diana.
Tampaknya dia sangat marah kepadaku batin Reyhan
Mobil Reyhan melesat pergi meninggalkan Diana. Diana tampak menangis setelah kepergian Reyhan.
Ya Tuhan kenapa aku masih saja peduli terhadap Reyhan padahal dia yang sudah membuat hidupku berantakan dan hancur batin Diana
Diana segera masuk kedalam rumahnya, tampak ibunya sudah menunggu diruang tamu.
" Diana, kamu kenapa nak?" Tanya Bu Ratmi tampak khawatir melihat anaknya pulang dengan mata sembab.
" Ibu" panggil Diana sambil memeluk ibunya dan menangis
" Ada apa sayang?" Sahut Bu Ratmi sambil membelai rambut Diana
" Diana bingung sama perasaan Diana Bu, Diana benci kepada seseorang Bu tapi entah kenapa Diana tetap saja peduli pada dia Bu padahal dia udah buat Diana hancur dan sakit hati Bu" ujar Diana sambil terisak-isak
" Apakah ini masalah Reyhan?" Tanya Bu Ratmi sambil melepaskan pelukannya dan mengajak Diana duduk di sofa
" Bagaimana ibu tau?" Seru Diana
" Sayang, ibu ini ibu kamu dan ibu tau bagaimana perasaan kamu sama Reyhan. Ibu tau kamu menyayangi Reyhan tapi disatu sisi Reyhan telah begitu menyakiti kamu sehingga menimbulkan rasa benci kamu terhadap Reyhan. Tapi sayang yang ibu lihat dari kamu sekarang adalah kamu sangat menyayangi Reyhan na. Ibu tau dulu ibu menentang hubungan kamu dengan Reyhan karena ibu gak mau kamu disakiti seperti ini. Tapi sekarang semua keputusan ada di kamu sayang, ibu hanya akan mendukung keputusan apa pun yang membuat kamu senang" jelas Bu Ratmi
" Diana, gak pernah kembali lagi sama Reyhan Bu. Dihati Diana hanya ada kebencian terhadap Reyhan Bu dan Diana bakalan buktiin ke ibu kalau Diana gak akan balik lagi ke dia" tegas Diana sambil mengusap air matanya
__ADS_1
Lalu Diana pergi menuju kamarnya. Bu Ratmi hanya duduk di sofa.
Diana ibu yakin kamu masih mencintainya Reyhan nak. Tapi kamu menolak mengatakannya karena rasa sakit hati kamu batin Bu Ratmi
Di kamar Diana tampak membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Diana memejamkan kedua matanya tiba-tiba terbayang wajah Reyhan yang tersenyum manis padanya yang membuat Diana sontak langsung membuka matanya.
Kenapa dia terus sih! Aku benci kamu Rey! Aku benciiiii pekik Diana dalam hatinya.
Diana mengambil ponselnya tampak pesan dari Ririn.
Kamu dimana Diana? Kalau udah buka pesan ini cepat balas ya
Diana langsung menelpon Ririn.
" Halo Rin" ujar Diana
" Halo Na, kamu dimana sih? Kok main pergi-pergi aja ninggalin aku sama Caca" seru Ririn
" Maaf ya Rin, aku tadi pulang duluan soalnya Zahra nanyain aku Mulu" jelas Diana
" Yang bener gara-gara Zahra?" Tanya Ririn tak percaya
" Yaudah deh aku maafin kamu. Oh ya, kamu tau gak Caca sekarang kerja dimana?" Ujar Ririn
" Dimana Rin?" Tanya Diana penasaran
" Ternyata Caca sekarang jadi pemilik cafe j itu lho na cafe yang hits banget itu, lusa dia ngajak kita kumpul di sana. Dia juga bakalan ngajak Irma" jelas Ririn
" Yang bener Rin. Yaudah aku ikut deh aku juga kangen kita kumpul bareng kayak dulu di sekolah" balas Diana
" Oke na yaudah kalau gitu aku pergi dulu ya ntar kita sambung lagi ngobrolnya" ucap Ririn
" Iya Rin. Hati-hati dijalan ya" sahut Diana sambil mematikan teleponnya.
Diana pun meletakkan ponselnya diatas meja dekat tempat tidurnya. Lalu ia pergi mandi dan beristirahat.
Keesokan harinya diana tampak bersiap-siap untuk bekerja ke rumah sakit. Zahra tampak menghampirinya.
__ADS_1
" Selamat pagi bunda" ujar Zahra
" Selamat pagi sayang" sahut Diana sambil mencium pipi Zahra
" Bunda, hari ini nganterin Zahra ke sekolah kan" ucap Zahra
" Iya sayang. Zahra udah sarapan belum?" Seru Diana sambil menggendong Zahra dan membawa tas nya menuju keluar kamar.
" Belum, bunda. Zahra maunya makan bareng bunda" ujar Zahra
" Yaudah kita makan bareng ya. Oma mana sayang?" Seru Diana
" Oma udah nungguin kita dimeja makan bunda. Hari ini Oma masak makanan kesukaan bunda sama Zahra" jawab Zahra
" Wih.. pasti enak nih. Yaudah kita makan yuk" ajak Diana yang meletakkan Zahra diatas bangku lalu ia duduk disampingnya.
Diatas meja makan sudah terhidang berbagai macam makanan kesukaan Zahra dan Diana. Bu Ratmi tampak datang sambil membawa susu untuk Zahra.
" Kok ibu yang masak Bu. Bik Ijah mana Bu?" Tanya Diana
" Buk Ijah izin na soalnya anaknya lagi sakit jadi ibu suruh jagain anaknya dulu makanya ibu yang masak sekarang." Jelas Bu Ratmi
" Oma, masakan Oma yang paling enak didunia" puji Zahra
" Cucu Oma bisa aja ya " balas Bu Ratmi
Mereka pun melahap makanan yang ada diatas meja dengan gembira. Sementara itu dikediaman Reyhan tampak suasana hening di meja makan.
Dimeja makan hanya ada Reyhan, mamanya dan juga Tika tunangan Reyhan.
" Rey, hari ini kamu temanin aku shopping ya soalnya udah lama kan aku gak keluar bareng kamu" pinta Tika
" Aku gak bisa kalau kamu mau shopping pergi aja sama mama, aku banyak kerjaan hari ini" balas Reyhan ketus
" Reyhan, kamu jangan gitu dong sama Tika. Kalian kan udah tunangan apalagi sebentar lagi mau nikah apa salahnya sih nemanin Tika pergi shopping buat ngabisin waktu berdua lagian kerjaan kantor kan bisa dihandle sama Radit" jelas mama Reyhan
" Tuh kan Rey, mama aja setuju sama pendapat aku. Kita shopping ya" rengek Tika
__ADS_1
" Aku bilang gak bisa ya gak bisa! Aku sibuk dan aku gak mau diganggu. Dan buat mama gausah terlalu berharap aku sama Tika bakalan nikah. Aku tunangan sama dia itu karena permintaan papa dan sekarang papa udah gak ada jadi mama gak usah terlalu ikut campur dalam urusan pekerjaan aku dan juga hidup aku. Nikmati aja hidup mama sekarang dan gausah perintah-perintah aku!" Tegas Reyhan lalu pergi meninggalkan meja makan.