Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 13


__ADS_3

Bu Ratmi pun datang menghampiri mereka.


" Kamu sudah pulang na?" Ujar Bu Ratmi


" Udah Bu. Oh ya, ini makanan buat ibu" sahut Diana sambil memberikan makanan pada bu Ratmi


Bu Ratmi segera mengambil makanan yang disodorkan oleh Diana. Setelah memberikan makanan Diana langsung masuk ke kamarnya. Ponsel Diana pun berdering


" Halo Rey" ujar Diana


" Halo sayang, aku udah sampai dirumah. Aku kangen kamu Na" sahut Reyhan


" Aku juga kangen sama kamu sayang" balas Diana


" Gimana kalau nanti malam kita jalan na?" Ajak Reyhan


" Rey, kayaknya aku gak bisa soalnya aku harus bantu ibu nyetrika kain malam ini" jawab Diana


" Hmm yaudah gak apa-apa sayang, kalau besok gimana? Soalnya kan besok hari libur sayang" ujar Reyhan


" Oke sayang" jawab Diana


Ketika sedang asyik telvonan dengan Reyhan Diana tak menyadari bahwa ibunya memperhatikan dirinya dari tadi.


" Diana" panggil Bu Ratmi


Diana yang mendengar suara ibunya langsung memutuskan telpon dan menghadap kearah ibunya.


" Ibu" ujar Diana gemetar


" Kamu telvonan sama siapa?" Tanya Bu Ratmi dengan wajah serius


" Temen Bu, iya Diana lagi nelpon temen buat nanyain tugas Bu soalnya Diana kurang ngerti Bu" jelas Diana sambil membelakangi ibunya


" Diana jujur sama ibu! Kamu nelvon siapa?" Tegas Bu Ratmi


" Reyhan Bu" jawab Diana menunduk


" Kamu pacaran sama anak orang kaya itu!" Ujar Bu Ratmi yang tampak emosi


" Iya Bu" balas Diana


" Diana, kamu harusnya tau nak kita ini cuma orang miskin dan kamu taukan bahwa reputasi keluarga kita juga jelek Dimata masyarakat sedangkan Reyhan dia anak orang kaya raya dan dia juga punya reputasi keluarga yang baik. Kamu harusnya sadar dengan perbedaan itu Diana!" Jelas Bu Ratmi


" Tapi Diana sayang sama Reyhan Bu, Reyhan juga gak peduli tentang status sosial itu Bu. Reyhan sangat baik Bu dia juga mau terima Diana apa adanya" sahut Diana dengan mata berkaca-kaca


" Diana sadarlah nak! Dia gak sepadan sama kita. Mungkin Reyhan bisa terima kamu tapi apa kamu pikir keluarganya bisa terima kamu! Jadi ibu minta sebelum kamu merasakan sakit hati tolong tinggalkan Reyhan." Seru Bu Ratmi


Diana hanya diam dan meneteskan air mata. Bu Ratmi pun memeluknya.


" Ibu sayang sama kamu Na, ibu ga mau liat anak ibu tersakiti. Ibu harap kamu bisa memikirkan ini baik-baik" jelas Bu Ratmi sambil pergi meninggalkan Diana


Diana hanya bisa menangis dan merenungkan perkataan ibunya.

__ADS_1


Ibu berkata benar aku dan Reyhan sangat berbeda, tapi kami saling mencintai. Apakah salah jika kami bersama? Ujar Diana dalam hatinya


Ketika sedang memikirkan perkataan ibunya tampak Ponsel Diana berdering. Itu adalah panggilan dari Reyhan. Diana bimbang harus mengangkat telponnya atau tidak. Karena Reyhan terus saja menelponnya akhirnya Diana mengangkat telponnya.


" Halo Na. Kok tadi telponnya kamu matiin sih" ujar Reyhan


" Aku gak apa-apa, Rey" tutur Diana


" Sayang kamu kenapa? Kok suara kamu beda" Tanya Reyhan panik mendengar suara Diana


" Aku gak apa-apa Rey" jawab Diana


" Na, aku tau kamu habis nangis kan. Ada masalah apa Na?" Ujar Reyhan


" Aku gak nangis Rey. Aku baik-baik aja kok, maaf ya telponnya tadi terputus" sahut Diana meyakinkan Reyhan


" Hmm yang bener kamu gak apa-apa" seru Reyhan lagi


" Iya sayang" sahut Diana


" Yaudah deh kalau gitu aku mandi dulu ya sayang" ucap Reyhan


" Iya sayang" balas Diana


" I love you Diana" ujar Reyhan


" I love you too Rey" seru Diana lalu mematikan telponnya


" Kakak" panggil indah yang langsung datang memeluknya


" Indah, ada apa" Tanya Diana


" Kakak habis dimarahi ibu ya kak" seru Indah


" Gak kok ndah, tadi ibu cuma nasehati kakak aja" sahut Diana


" Kakak jujur aja sama indah kak, kakak gak pernah nangis kayak gini sebelumnya kak" ujar Indah


" Indah, Kakak boleh cerita gak sama kamu soalnya kakak ga tau mau cerita sama siapa lagi" pinta Diana


" Iya kak, indah bakalan jadi pendengar terbaik kakak" jawab Indah


Diana mulai menceritakan masalahnya pada indah tentang hubungannya sama Reyhan yang tidak diperbolehkan oleh ibunya.


" Jadi kakak sama kak Reyhan pacaran?" Tanya Indah


" Iya ndah, cuma kakak gak berani bilang ke ibu kakak takut ibu bakalan marah. Dan ketakutan kakak itu pun jadi kenyataan sekarang ndah. Ibu ngelarang kakak berhubungan sama Reyhan, disatu sisi kakak gak mau ngelawan ibu ndah tapi disisi lain kakak sayang banget sama Reyhan. Kakak bingung ndah harus gimana?" jelas Diana


" Hmm jadi gitu toh kak masalahnya. Kak indah punya solusi kakak mau denger gak" seru Indah


" Solusi apa ndah?" Tanya Diana penasaran


" Kakak jalanin aja keduanya" cetus Indah

__ADS_1


" Maksudnya ndah kakak nggak paham" ujar Diana bingung


"Gini kak Kakak harus nurutin nasehat ibu dan kakak juga bisa tetap jadian sama kak Reyhan. Tapi sekarang kakak harus lebih waspada kalau ada ibu kak, kakak jangan terlalu sering berkomunikasi sama kak Reyhan dulu kak untuk mengantisipasi kecurigaan ibu kak. Gimana kak?" jelas Indah


" Saran kamu bagus sih ndah tapi apa kamu yakin bakalan berhasil" balas Diana


" Indah yakin 100 persen kak" ujar Indah


" Yaudah kakak bakalan coba saran kamu ya ndah. Makasih ya ndah kamu adik terbaik didunia" ucap Diana


" Iya kak sama-sama kak" jawab Indah


Sementara itu Reyhan dirumahnya tampak sibuk mengerjakan tugas sekolahnya. Dia masih kepikiran Diana tadi.


Kenapa suara Diana beda tadi ya? Apa Diana ada masalah batin Reyhan penasaran


Tiba-tiba suara ketukan pintunya membuat lamunannya hilang.


" Permisi tuan ada yang nyariin tuan" ujar pembantu Reyhan


" Siapa bik " tanya Reyhan


" Katanya teman tuan Reyhan" sahut pembantunya


" Yaudah buk bentar lagi Reyhan turun" balas Reyhan


" Baik tuan" seru pembantu Reyhan


Siapa ya yang datang kesini batin Reyhan


Reyhan segera bergegas menuju ruang tamu, disana tampak Sovia sedang duduk dan berbincang-bincang dengan ayahnya Reyhan.


" Sovia" panggil Reyhan


" Rey" sahut Sovia


" Akhirnya Lo kesini juga" ujar Reyhan


" Temen gue minta gue kesini masa gue tolak sih" jawab Sovia


" Kalian ngobrol dulu aja ya, om ada urusan ke kantor dulu " ujar ayahnya Reyhan sambil pergi meninggalkan Reyhan dan Sovia


" Iya om" balas Sovia


Reyhan pun duduk disamping Sovia.


" Bukannya Lo mau pulang ya" tanya Reyhan


" Iya sih, tapi papa ada urusan bentar ketempat temannya jadi dari pada gue nunggu dirumah sepupu lebih baik gue kesini kan " jelas Sovia


" Oh gitu." Balas Reyhan


Reyhan dan Sovia pun bercerita tentang masa kecil mereka. Mereka tampak begitu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2