
Dilain sisi diana dan reyhan pun masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu.
" Kamu mau minum apa rey?" tanya diana.
" Telat. Dari tadi dong nawarin nya"
" Yaudah kalau gak mau"
" Aku mau air putih aja na"
" Serius air putih aja"
" Iya"
" Yaudah tunggu bentar ya aku ambilin" ujar diana sambil mengambil segelas air putih untuk reyhan lalu memberikannya pada reyhan.
Reyhan segera menyeruput air putih tersebut.
" Pelan-pelan rey" ujar diana.
" Lega banget" balas reyhan meletakkan gelasnya diatas meja. Diana pun duduk disebelah reyhan.
" Rey"
" Iya na"
" Kenapa ya aku ngerasa aku bakalan pergi jauh dari kamu?"
" Apa? Diana kamu gak akan pernah pergi jauh dari aku. Kamu harus janji itu" ujar reyhan menatap tajam diana dan memegang kedua pundaknya diana.
" Rey, kamu kok panik gini sih. Itu tadi kan cuma perasaan aku doang rey, aku janji gak akan ninggalin kamu rey. Aku sayang kamu rey" balas diana memeluk reyhan dengan erat. Berada dipelukan reyhan membuat diana selalu merasa nyaman dan aman. Ntah kenapa perasaan diana kini merasa sangat tidak tenang seakan akan ada sebuah masalah lagi yang menyerangnya.
" Aku juga sayang banget sama kamu na" balas reyhan.
" Ehmmm.. ehmm" lirih ratmi yang datang tiba-tiba membuat diana melepaskan pelukannya dan menjauh dari reyhan.
" Ibu, ada apa?" Ujar diana yang terlihat agak malu-malu.
Ratmi mendekati mereka berdua dan duduk ditengah mereka berdua.
" Ibu punya kabar baik buat kalian berdua"
" Kabar baik apa Bu?" Balas reyhan.
" Ibu yakin kalian pasti senang dengar kabar ini. Ibu dan mamanya reyhan sudah sepakat bakalan jodohin kalian berdua"
" Apa?" ujar reyhan dan diana bersamaan.
__ADS_1
Apa mungkin mama bilang gitu. Bukannya dia ngebet banget buat nikahin aku sama tika batin reyhan.
" Ibu gak lagi becandakan" ujar diana.
" Enggak diana. Sebenarnya dulu ibu dan mamanya reyhan udah ngerencanain ini saat kami duduk di bangku SMA cuma karena ibu sama dia pisah karena mamanya reyhan pindah sekolah jadi ibu kira gak bakalan pernah ketemu lagi dan ibu juga udah mulai lupa janji itu tapi saat ibu bertemu lagi sama mamanya reyhan, ibu yakin kalian emang udah ditakdirkan bersama deh" jelas ratmi.
" Jadi ibu kenal tante karin dari SMA "tanya diana.
" Iya sayang. Ibu dan mamanya reyhan itu sahabat baik dari dulu"
Reyhan terlihat kesal kembali jika membahas tentang karin. Ratmi pun duduk mendekati reyhan.
" Rey"
" Iya bu"
" Kamu tau, mama kamu itu sebenarnya orang yang sangat baik rey. Ibu tau kamu dan mama kamu cuma salah paham sekarang. Jadi ibu harap kamu juga bisa bersikap sama dengan mama kamu seperti kamu memperlakukan ibu" ujar ratmi memberikan nasehat.
Ini pasti dia yang hasut ibu makanya ibu bilang begini batin reyhan kesal.
" Ibu bisa minta apapun sama reyhan kecuali buat bisa nyamain ibu sama dia. Mama sama sekali gak pantas bu buat dapatin itu Bu. Ibu adalah orang tua yang sangat baik buat reyhan pengganti dia"
" Rey, ibu tau masih ada emosi dalam diri kamu karena dia ninggalin kamu dulu tapi percaya deh sama ibu. Dia juga gak mau ninggalin kamu rey tapi demi kebaikan kamu makanya dia ngelakuin itu"
" Udahlah bu. Reyhan gak mau sampai lepas kendali dan marah sama ibu cuma gara-gara dia. Tanpa restu dia juga reyhan bakalan tetap nikah sama diana bu karena restu dari ibu yang kami butuhin Bu"
Tampaknya reyhan memang sangat keras kepala. Sulit juga kayaknya buat dekatin dia sama karin tapi aku harus tetap berusaha bantu dia dekat sama mamanya karena mamanya merupakan orang yang baik cuma karena salah paham mereka makanya hubungan mereka rusak. Dari pada membuat reyhan semakin marah pada Karin lebih baik aku bahas tentang hubungan mereka sampai disini dulu nanti aku akan pikirkan cara lain lagi untuk mendekatkan mereka batin ratmi.
Diana dan reyhan saling menatap satu sama lain.
" Kalau itu sih bu, semua keputusan reyhan serahkan sama diana kalau reyhan mah sekarang pun siap buat nikah sama diana" jelas reyhan yang terlihat mulai tersenyum.
" Hahaha kamu ini rey, jujur sekali " balas Bu ratmi.
" Diana, bagaimana menurut kamu?"
" Kalau diana sih bu, terserah ibu aja kapan bagusnya"
" Yaudah kalau begitu keputusan ada ditangan ibu ya. Kalau begitu dua hari lagi gimana?" Seru ratmi.
" Apa? Dua hari lagi! Kok cepat banget bu. Kita kan belum siapin semuanya" sahut diana kaget.
" Tadi terserah ibu katanya sekarang ibu sudah kasih keputusan kok gak terima na"
" Iya na, aku setuju sama ibu lebih cepat lebih baik" balas reyhan.
" Ibu sama reyhan udah kerjasama ya" ujar diana curiga.
__ADS_1
" Enggak kok na, ini murni keputusan ibu nak. Lagian ngapain nunggu lama-lama lagi sih. Masalah persiapan kamu tenang aja ibu udah mikirin semuanya" jelas ratmi.
" Yaudah deh bu. Diana setuju"
Mereka pun terlihat sangat bahagia, tetapi dalam hati diana seperti masih ada yang mengganjal yang mengganggunya.
Semoga semuanya baik-baik saja sampai hari bahagia kami batin diana berharap.
Dilain sisi tika dan maminya yang baru saja pulang tampak sudah ditunggu oleh karin.
" Karin, kamu disini?" Ujar maminya tika.
" Iya maya, tadi mau pulang karena kalian gak ada eh malah ketemu disini" balas karin.
" Mama ada apa kemari ma? Reyhan mana ma?" Seru tika sambil mencari keberadaan reyhan.
" Tika, reyhan gak ikut sama mama. Dia sekarang ada dirumah. Mama ada perlu sebentar sama mami kamu"
" Oh gitu yaudah kalau gitu kita masuk aja yuk ma biar lebih enak ngobrolnya" ajak tika.
Karin pun mengangguk dan mereka masuk kedalam rumah tersebut menuju ruang tamu. Karin dan maya duduk sementara itu tika menyiapkan minuman untuk mereka.
" Rin, ada apa? tumben kemari gak nelpon dulu"
" Begini may, aku rasa masalah ini tidak akan bisa diselesaikan ditelpon makanya aku mau ketemu langsung sama kamu"
" Masalah. Masalah apa?"
" Sebelumnya aku minta maaf may karena harus menyampaikan ini ke kamu"
" Maaf untuk apa ya Rin? Aku jadi gak ngerti"
" Maaf karena aku kesini ingin membatalkan pernikahan reyhan dan tika"
Mendengar ucapan karin, minuman yang berada ditangan tika pun terjatuh sehingga membuat karin dan maya kaget dan langsung menghampiri tika.
" Tika, kamu kenapa sayang?" tanya maya yang mengkhawatirkan putrinya tersebut. Tika pun mendekati karin dengan wajah tak percayanya dengan perkataan karin.
" Mama bercanda kan ma ngomong kayak gitu" ujar tika.
" Maafin mama sayang, mama tau ini pasti bakalan buat kamu sakit hati tapi mama memang harus bilang ini ke kamu biar kamu gak makin sakit hati sayang"
" Enggak ma.. enggak mama pasti bohong. Reyhan itu kemarin perhatian dan sayang banget sama tika mana mungkin reyhan tiba-tiba mau batalin pernikahannya sama tika. Pokoknya sebelum tika denger penjelasan langsung dari reyhan, tika gak akan percaya sama omongan mama" jelas tika histeris lalu pergi berlari menuju kamarnya.
Sementara itu maya tampak begitu emosi karena melihat kondisi putrinya seperti itu.
" Maksud kamu apa ngomong begitu rin?"
__ADS_1
" Maaf Maya tapi ini kenyataannya kalau reyhan itu emang gak memiliki perasaan apa-apa sama tika"
" Jadi perjuangan putri ku selama ini kamu anggap apa rin. Kamu tau tika selama bertahun-tahun menunggu pernikahan ini dan sekarang dengan seenaknya kalian membatalkannya. Kamu lupa ya kalau almarhum suami kamu yang meminta anak saya untuk menikah dengan reyhan. Kalau suami kamu gak mohon-mohon ke saya, saya gak akan pernah nyetujuin pertunangan itu. Dan sekarang dengan seenaknya kamu dan anak kamu itu mencampakkan anak saya"