
Mata mereka saling beradu pandang. Diana segera mendorong reyhan.
Sadar diana, dia calon suami orang batin diana.
" Kenapa tadi keluar na?" tanya reyhan.
" Ya didalam ruangan itu panas makanya aku cari angin keluar"
" Panas. Bukannya tadi ac menyala semua ya. Apa jangan-jangan hati kamu yang panas?" Goda reyhan.
" Apaan sih kamu Rey? Tadi emang beneran panas makanya aku keluar" kekeh diana.
Diana... Diana... Masih gak mau ngaku kamu ya kalau kamu itu sebenarnya cemburu batin reyhan.
Ponsel diana tampak berdering dan itu merupakan panggilan dari david.
Kak david nelpon ada apa ya? batin diana.
Diana segera mengangkat telponnya.
' Halo kak'
' Halo na, aku ganggu gak'
' Gak kok kak. Emang ada apa kak?'
' Aku mau ngundang kamu besok buat mendoa dirumah. Apa kamu bisa datang?'
' Aduh gimana ya kak? diana sebenarnya pengen datang tapi diana banyak urusan yang gak bisa ditinggalin kak'
' Oh gitu. Yaudah gak apa-apa kok, aku paham kalau kamu emang sibuk '
' Sekali lagi maaf ya kak. Diana janji deh lain hari diana bakalan kesana sama ririn'
' Iya aku tunggu ya'
' iya kak' balas diana lalu memutuskan telponnya.
Gak enak banget rasanya gak pergi kesana. Kak david dan mamanya baru aja ditinggal papanya pasti sedih banget sekarang. Andai aku bisa disana setidaknya untuk membuat kak david gak terlalu sedih lagi tapi reyhan pasti gak bolehin aku pergi kesana batin diana.
Saat melirik kearah reyhan, diana terkejut karena reyhan ternyata menatapnya dengan tajam sejak tadi.
" Kamu ngapain liat aku begitu Rey?"
" Nelpon siapa?"
" Suka-suka aku dong mau nelpon siapa aja. Lagian itu bukan urusan kamu"
__ADS_1
" Aku tanya sekali lagi! Kamu nelpon siapa?"
" Bukan urusan kamu"
Reyhan pun mengambil ponsel diana dan mencoba mengeceknya tetapi kali ini diana memberikan sandi pada ponselnya.
Aku tau kamu pasti seenaknya aja ambil-ambil ponsel aku rey. Untung aku udah pasang sandi batin diana.
" Sandinya apa?"
" Rey, itu privasi aku dan kamu gak berhak atas itu"
" Siapa bilang aku gak berhak! Aku berhak atas segala yang ada dikamu na"
" Kamu gak berhak Rey dan tolong gak usah terlalu ikut campur dalam kehidupan aku. Kamu sebentar lagi bakalan jadi milik orang jadi gak perlu ganggu hidup aku lagi" jelas diana.
Reyhan yang merasa geram pada diana pun semakin mendekati diana yang membuat diana takut dengan tatapan reyhan yang tajam.
" Kamu ngapain?" tanya diana.
Reyhan kemudian mencium diana dengan paksa hingga ke leher diana. Diana memberontak dan meneteskan air matanya yang membuat reyhan berhenti dan mengusap air mata diana.
" Maafin aku na" ujar reyhan yang tampak merasa bersalah karena tak bisa menahan dirinya.
Diana tampak hanya diam gemetar dengan bekas kemerahan dilehernya.
" Berhenti disini" pinta diana.
" Tapi kita kan belum sampai na"
" Aku bilang berhenti ya berhenti!" Tegas diana yang membuat reyhan menyuruh sopirnya untuk berhenti. Diana pun turun dari mobil dengan menggeraikan rambutnya untuk menutupi bekas ciuman reyhan.
" Diana kamu mau kemana?" tanya reyhan menahan diana.
" Lepasin tangan aku"
" Tapi na"
" Lepasin Rey!"
Reyhan segera menuruti keinginan diana karena ia tau bahwa ia bersalah. Diana terus berjalan pergi meninggalkan mobil reyhan dan reyhan tampak mengikutinya dari belakang.
Kenapa kamu begitu rey? Kamu gak pernah sebelumnya begitu. Kamu jadi orang yang beda banget tadi rey. Kenapa kamu masih sok peduli sama aku padahal kamu sebentar lagi menikah dengan tika? Kenapa kamu selalu perhatian ke aku rey? Gimana aku bisa lupain kamu kalau kamu begini rey batin diana.
Diana terus berjalan sambil melamun yang membuatnya tak memperhatikan jalan dan sebuah sepeda motor hampir menabrak dirinya, dengan sigap reyhan menarik tangan diana kepelukannya.
" Kalau nyebrang lihat kanan kiri mbak jangan melamun" ujar pengendara sepeda motor lalu pergi.
__ADS_1
Diana masih tampak panik dan menatap kearah wajah reyhan.
" Kamu rey, kok kamu bisa disini"
" Kamu lagi mikirin apa sih na? Sampai-sampai melamun gitu. Kamu kan tau ini jalan kalau kamu sampai kenapa-kenapa gimana? Aku tau aku salah tadi, itu semua juga gara-gara kamu yang buat aku kesal telponan sama cowok dan gak mau kasih tau siapa dia. Aku tau seharusnya aku nahan diri tapi aku gak bisa na" jelas reyhan.
" Rey, kenapa sih kamu perhatian banget sama aku? Seharusnya kamu gak perlu begini rey. Kamu selalu buat aku gak nyaman karena semua perhatian kamu rey. Kamu buat aku semakin sulit buat lupain kamu rey, padahal aku harus lupain kamu karena kamu sebentar lagi jadi suami orang " balas diana spontan.
" Kalau kamu masih sayang sama aku kenapa kamu nyuruh aku nikah sama orang lain na?"
" Aku punya alasan sendiri rey dan aku gak bisa kasih tau kamu"
" Kenapa gak bisa? Aku mau kamu kasih tau aku sekarang alasannya na"
" Ya alasannya karena aku gak mau kamu nyakitin wanita lagi rey"
" Bohong!"
" Aku gak bohong rey, emang itu alasannya" balas diana memalingkan wajahnya.
Kenapa kamu gak jujur aja na sama aku? Kenapa kamu harus bohong kayak gini. Aku tau ini pasti ulah penculik itu tapi seharusnya kamu bisa jujur sama aku na bukannya begini batin reyhan.
" Kamu ikut aku sekarang?" Ajak reyhan
" Mau kemana? Aku gak mau Rey"
" Ikut aja"
" Aku gak mau rey!"
" Diana aku mohon ikut aku"
Karena reyhan terus saja memaksanya akhirnya diana ikut dengan syarat reyhan tak boleh duduk disebelahnya tetapi duduk di samping supir. Reyhan pun menuruti keinginan diana. Reyhan tampak mengarahkan supirnya untuk pergi ke alamat yang dikirim oleh radit.
Reyhan mau bawa aku kemana sih? Sampai dia mohon-mohon gitu batin diana penasaran.
Diperjalanan reyhan memperhatikan diana lewat kaca. Diana tampak hanya diam saja memperhatikan pemandangan diluar kaca mobil. Reyhan pun melirik pada bekas ciuman yang ditinggalkannya pada leher diana yang membuatnya merasa bersalah sekaligus senang.
Akhirnya mereka sampai pada alamat yang kirimkan oleh radit. Radit dan beberapa pengawal sudah berdiri berjejer menunggu reyhan. Ketika Radit membukakan pintu belakang dia terkejut karena diana yang keluar dari sana sementara reyhan dari pintu depan.
Tumben pak bos mau duduk disebelah supir batin radit.
Radit segera menghampiri reyhan.
" Bagaimana dit?"
" Para penjaganya sudah kami lumpuhkan pak bos tetapi bos dari penculikan ini kami masih belum bisa menemukannya karena para penjaga itu menutup mulut dengan rapat pak bos. Mereka tidak mau memberi tau sedikit pun informasi tentang penculik itu dan anak itu aman pak bos tanpa luka sedikitpun. Dia ada didalam bersama beberapa pengawal lainnya"
__ADS_1
" Bagus kalau begitu, tetapi saya tetap ingin bos dari penculikan ini jadi kamu harus mencari dia sampai dapat. Kalau perlu hajar saja para penculik itu hingga babak belur agar mereka buka mulut"