
Dikediaman galang, ia baru saja pulang dari rumah sakit. Dia langsung merebahkan tubuhnya keatas ranjang sambil menatap layar ponsel ririn yang penuh notifikasi pesan.
Pantas dia sering telat balas pesan aku jadi ini alasannya batin galang. Dia melihat aplikasi apa-apa saja yang ada didalam ponsel ririn.
" Ririn main game" lirihnya pelan.
Galang kemudian iseng membuka akun game milik ririn dan ia begitu terkejut melihat rank ririn yang begitu tinggi. Dia juga sangat populer.
Cutegirl itu ternyata nama username game dia ya, gak nyangka banget cewek kayak ririn jago main game. Kalau aku coba main sekali gak apa-apa kali ya batin galang. Dia kemudian memainkan game dengan akun milik ririn.
Galang baru pertama kali bermain game ini karena game yang dia tau hanya permainan offline. Dia terlihat begitu pede memainkannya tetapi dia malah kalah. Akhirnya dia mencobanya terus-menerus hingga rank ririn turun. Salah satu player pun mengirimkan pesan pada ririn.
Playgirl : cute, kok mainnya noob sih sekarang. Biasanya kamu yang paling jago kenapa sekarang kayak baru pertama main
Galang langsung menutup game tersebut dan segera pergi mandi.
Sementara itu ririn yang baru saja selesai mandi tampak membuka ponsel galang. Dia merasa begitu bosan dan akhirnya mendownload game ke dalam ponsel galang.
Untung aku masih ingat email dan sandi game aku batin ririn girang. Dia terlihat tidak sabaran untuk bermain game.
Saat aplikasi game tersebut ia buka, ia langsung memasukkan email dan passwordnya. Saat ia masuk ke dalam akun gamenya betapa terkejutnya ia melihat begitu banyak pesan masuk dan rank nya yang turun begitu jauh.
Lho kenapa rank aku turun jauh banget gini ya batin ririn bingung. Dia kemudian membuka pesan dari teman satu tim nya.
Playgirl : Cutegirl ditanya malah off
Lioners : Iya nih, cutegirl kenapa noob banget mainnya
Me : Emang aku kapan mainnya?
Playgirl : lah nongol lagi, dari mana aja cute. Masa kamu barusan main udah lupa aja sih
Apa? Aku barusan main. Aku kan baru selesai mandi jadi yang mainin game aku pasti galang nih batin ririn kesal.
" Galang! Awas aja kamu nanti ya" sungut ririn kesal. Dia kemudian mengajak rekan satu timnya untuk bermain game lagi.
Ririn main hingga malam hari, dia bahkan mengabaikan pesan dari galang karena kekesalannya. Galang kemudian menelpon ririn yang membuat ririn segera keluar dari permainan dan mengangkat telpon galang.
' Halo ada apa?'
' Malah nanya ada apa, kamu dari mana aja sih kenapa gak balas pesan dan chat aku sayang'
' Aku lagi naikin rank game aku soalnya ada orang iseng yang berani mainin game aku sampai rank aku turun jauh banget!'
' Kamu sejak kapan sih main game sayang?'
' Udah lama'
' Kok jutek sih jawabnya sayang'
' Kamu ngaku gak kalau kamu yang mainin game aku'
' Iya aku jujur, emang aku yang mainin game kamu. Lagian kamu ngapain sih main-main game segala, mendingan nih ya kamu gunakan waktu luang buat hal-hal yang berguna aja sayang'
' Sayang, kamu boleh ngelarang aku apapun kecuali game ya. Aku gak bisa berhenti main game sayang, aku udah dari lama main game dan game juga hiburan aku satu-satunya'
' Iya sayang, aku gak akan ngelarang kamu main game kok tapi dengan satu syarat'
' Syarat apa?'
' Kalau aku chat kamu harus langsung dibalas walaupun kamu lagi sibuk dalam game '
' Oke sayang'
__ADS_1
' Janji ya, kamu harus langsung balas chat aku'
' Iya sayang aku janji'
' Kamu lagi apa sekarang?'
' Aku lagi mabar tadi terus kamu nelpon'
' Jadi kamu lagi main game nih'
' Iya'
' Udah makan?'
' Bentar lagi deh, aku lagi mager ngapa-ngapain sayang'
' Kita makan keluar yuk'
' Sekarang'
' Iya, aku bakalan jemput kamu bentar lagi'
' Emang kamu gak capek apa baru pulang dari rumah sakit terus mau keluar lagi sama aku'
' Gak ada kata capek buat kamu sayang, aku otw sekarang ya'
' Yaudah kalau gitu aku siap-siap dulu ya'
' Iya sayang'
' Matiin sayang telponnya'
' Gak usah dimatiin, ntar kamu lanjut main game lagi. Udah siap-siap aja sana'
Ririn kemudian meloudspeaker ponselnya dan meletakkan ponselnya diatas ranjang. Dia kemudian mencari baju yang akan dipakainya.
' Sayang! Aku bagus pakai baju warna hitam atau putih'
' Yang mana aja terserah sayang, kamu cantik pakai apapun kok'
' Aku serius. Hitam atau putih'
' Yaudah hitam aja'
' Tapi menurut aku yang putih juga bagus sayang'
' Hmm kalau gitu pakai yang putih aja'
' Kamu kok gak konsisten sih sayang tadi katanya hitam terus putih, sebenarnya bagus yang mana sayang'
' Astaga sayang! Kita cuma pergi makan doang kok keluar. Kenapa harus ribet banget sih? Kamu tinggal cobain aja satu-satu yang mana menurut kamu bagus pakai itu aja'
' Kamu kok jadi marah-marah sih ke aku'
Galang merasa begitu kesal karena sikap ririn tetapi ia mencoba tetap bersabar.
' Aku gak marah kok sayang'
' Tadi iya'
' Aku udah didepan nih'
' Depan mana?'
__ADS_1
' Depan rumah kamu lah'
' Cepet banget. Kamu pasti ngebut kan'
' Enggak kok sayang'
' Bohong'
' Iya sayang'
' Kenapa harus ngebut sih bawa mobilnya'
Ririn terus saja menceloteh yang membuat galang harus extra sabar menghadapinya.
Untung aja aku sayang sama kamu rin, kalau enggak pasti udah aku matiin nih telpon batin galang geram.
Beberapa menit kemudian akhirnya ririn keluar dengan dress berwarna biru muda. Ririn kemudian memutuskan telponnya dan masuk kedalam mobil galang. Galang tampak menatapnya dengan tajam.
" Kamu pakai baju ini" tanya galang.
" Iya sayang, baguskan"
" Kalau kamu pakai warna biru muda gini kenapa tadi harus debat sama aku tentang warna hitam atau putih sih"
" Tadi aku udah coba dua-duanya tapi aku rasa kurang bagus makanya aku pakai yang ini. Bagus kan"
" Iya bagus banget, yaudah kita berangkat sekarang" seru galang mulai mengendarai mobilnya.
" Kita mau makan dimana?"
" Kamu maunya dimana"
" Terserah kamu aja sayang"
" Gimana kalau dicafe tempat biasa"
" Gak mau ah, aku bosan disana"
" Terus kamu maunya dimana?"
" Terserah sayang"
Ya Tuhan, berikanlah kesabaran pada hambamu ini batin galang.
" Jadinya dimana sayang?" tanya ririn.
" Terserah aku kan, aku bakalan bawa kamu ke suatu tempat"
" Dimana?"
" Ada deh, surprise buat kamu"
Ririn hanya tersenyum mendengar perkataan galang. Walaupun mereka sering berdebat tetapi galang malah semakin menyayangi ririn dan merasa ada keunikan sendiri saat bersama ririn. Saat melihat senyuman ririn, semua kekesalannya tadi lenyap seketika dan dia malah ikut tersenyum.
" Kamu kenapa senyum-senyum?" tanya ririn heran.
" Gak apa-apa"
" Hati-hati lho sayang"
" Hati-hati kenapa?"
" Kemarin tetangga aku tu suka senyum-senyum gak jelas eh besoknya dirawat di rumah sakit jiwa" jelas ririn.
__ADS_1