Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 130


__ADS_3

Tika menatap tajam sekretaris tersebut yang terlihat semakin dekat saja dengan arsen. Dia kemudian berdiri dan berjalan kearah mereka. Sekretaris menatap tika dengan seksama karena ini pertemuan pertamanya dengan tika.


Arsen melirik kearah tika yang kini menatap sekretarisnya tajam.


Tika kenapa? Kok lihat gadis gitu banget batin arsen bertanya-tanya.


" Arsen kamu gak mau ngenalin dia ke aku" seru tika yang menggeser posisi sekretaris arsen. Tika kini yang berada disebelah arsen.


" Oh iya, ini sekretaris aku sayang namanya gadis dan gadis ini istri saya tika"


Oh jadi ini istrinya pak arsen, ternyata sangat cantik pantas saja pak arsen tak pernah tergoda dengan wanita-wanita disekitarnya batin gadis.


Mereka kemudian berjabat tangan. Tika tersenyum tipis pada gadis lalu ia menatap tajam arsen.


" Wow, arsen. Kamu hebat banget ya milih sekretaris. Aku yakin dia pasti gak pernah ngecewain kamu kan" ujar tika.


" Iya sayang. Gadis ini sekretaris terbaik dikantor sayang, dia selalu bisa menyelesaikan semua masalah dengan baik"


" Terimakasih atas pujiannya pak tapi bapak terlalu berlebihan pak. Saya merasa masih perlu belajar agar lebih baik lagi pak " sahut gadis.


" Ini juga kelebihan dia sayang, dia selalu merendah walaupun menerima banyak pujian. Oh ya, gadis sekarang kamu siapkan ruangan rapat karena pak bagas akan datang sebentar lagi"


" Baik pak" ujar gadis sembari pergi menyiapkan ruang rapat. Sementara arsen kembali sibuk dengan dokumen-dokumen yang dibawa oleh sekretarisnya tadi.


Arsen! Ngeselin banget sih. Dasar gak peka! Aku tu lagi kesel bukannya dibujuk atau apa gitu dia malah puji-puji sekretaris itu dihadapan aku. Terus sekarang malah cuekin aku batin tika kesal. Dia kemudian pergi kembali duduk di sofa dengan wajah cemberut.


Arsen terlihat sangat sibuk dengan dokumen-dokumen itu membuat tika semakin jengkel saja.


" Arsen"


" Iya " jawab arsen yang masih fokus pada dokumen ditangannya.


" Kalau ngomong itu lihat orangnya dong" seru tika kesal.

__ADS_1


" Sayang, kamu kan tau aku lagi sibuk sama kerjaan kantor. Ini juga proyek yang begitu besar sayang kalau aku gak periksa dengan teliti bisa rugi besar perusahaan ini sayang" jelas arsen.


Tika kemudian terdiam mendengar perkataan arsen. Disatu sisi dia begitu kesal tentang sekretaris tadi tapi disisi lain jika dia mengungkapkannya sekarang pada arsen maka itu akan berdampak buruk pada konsentrasi arsen nanti. Tika mencoba meredam rasa kesalnya tersebut.


Aku gak boleh egois, arsen sama dia kan cuma sebatas rekan kerja aja gak lebih. Sabar tika jangan emosi batin tika.


Tak lama kemudian sekretaris tadi pun kembali kedalam ruangan arsen. Dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung masuk saja. Anehnya arsen tidak memarahinya dan mereka sibuk membahas tentang rapat.


Kenapa dia main nyelonong aja sih? Bukannya dia cuma sekretaris, kok berani-beraninya gak ngetuk pintu dulu. Dulu aja waktu aku masih tunangan reyhan harus selalu ketuk pintu dulu sebelum masuk ruangan. Jika tidak dia pasti marah besar karena telah mengganggunya tapi kenapa arsen tidak marah ya? Apa mereka sedekat itu. Kenapa perasaan ku semakin kesal saja dan malah membandingkan reyhan dan arsen. Tika sadarlah, lebih baik aku segera keluar dari pada disini akan membuat ku naik darah batin tika.


Dia kemudian pergi keluar tanpa memberitahu arsen. Arsen juga tidak tau kalau tika pergi keluar karena dia juga pergi bersama gadis menuju ruang rapat. Arsen memang seperti itu jika dalam pekerjaan dia selalu melakukannya dengan cermat dan serius.


Tika terus berjalan mengikuti kemana langkah kakinya akan pergi. Dia menatap kantor arsen dengan cermat. Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya dan melihatnya dengan tatapan tajam. Wanita itu menatap tika dari atas hingga bawah. Tika pun merasa aneh dan ikut melihat dirinya sendiri.


Orang ini kenapa sih? Apa ada yang aneh sama aku ya batin tika.


" Kamu orang yang akan melamar pekerjaan sebagai ob kan. Kenapa berpakaian seperti ini ha! Seperti mau ke pesta saja. Ayo ikut saya!" ujar wanita tersebut sambil menarik tangan tika.


" Lepasin! Kamu apa-apaan sih. Saya bukan orang yang kamu maksud, kamu salah orang"


Merasa tak terima tika pun meluapkan segala kekesalannya pada wanita itu.


" Heh mbak! Dengerin saya ya, saya bukan ob apalagi mau ngelamar jadi ob disini! Tolong jaga kata-kata anda karena kalau saya laporkan anda sama suami saya, anda akan menyesali semua perkataan anda nanti" tegas tika.


" Alah Palingan suami kamu cuma salah satu karyawan disini kan. Kamu tau siapa saya ha! Saya manager di perusahaan ini, jadi jangan macam-macam sama saya atau saya bakalan pecat suami kamu itu!" Jawab wanita itu tak mau kalah.


Cuma manager aja gayanya udah selangit, awas aja ya bakalan gue laporin ke arsen lo biar kapok. Sekalian gue suruh arsen pecat karena orang kayak gini gak pantas kerja disini batin tika.


" Kenapa diam ha! Takut kamu, makanya jangan macam-macam sama saya. Lebih baik kamu sekarang buatkan saya minuman dan sekalian belikan saya makanan diluar. Ini uangnya kembaliannya buat kamu" seru wanita tersebut melemparkan uang kewajah tika lalu ia pergi memasuki ruangannya.


Tika mengepalkan tangannya dengan kuat, dia merasa begitu kesal kepada wanita tersebut. Dia berniat ingin segera mengatakan perlakuan wanita itu pada arsen tetapi ia teringat bahwa arsen sekarang sedang rapat.


Akh.. kenapa sih hari ini ngeselin banget? Pertama postingan rara, terus sekretaris seksi itu dan sekarang manager angkuh gak tau diri batin tika kesal. Dia kemudian mencari keberadaan dapur kantor tersebut dan salah seorang ob ramah mengantarnya ke dapur.

__ADS_1


" Makasih ya pak. Kalau boleh tau nama bapak siapa?"


" Saya herman mbak. Mbak pegawai baru kantor ini ya"


" Bukan pak, saya cuma berkunjung aja kemari"


" Oh begitu. Mbak harus hati-hati kalau bertemu manager disini ya mbak soalnya dia sangat keras sekali"


" Manager gendut tadi"


" Sssttt jangan bilang gitu mbak, kalau dia denger bisa-bisa kena pecat nanti. Oh ya, apa dia nyuruh mbak beli makanan atau semacamnya"


" Iya pak, dia nyuruh saya beli makanan dengan cara yang gak sopan. Gayanya sombong banget padahal baru manager aja"


" Hahaha itu belum seberapa mbak, mbak belum melihat sifat lain dari manager itu mbak"


" Maksud bapak apa?"


" Sebenarnya banyak karyawan dan ob disini tidak menyukainya mbak tapi apalah daya kami, dia selalu mengancam akan memecat kami jika kami tidak menurutinya mbak makanya tidak ada yang berani menolaknya" jelas ob tersebut.


Kasihan banget mereka pasti tertekan gara-gara manager sialan itu. Awas aja dia aku bakalan ngasih pelajaran buat dia batin tika.


" Pak, saya boleh minta tolong"


" Minta tolong apa mbak"


" Beliin nasi goreng yang level 10 ya pak, ini uangnya" ujar tika sambil memberikan uang pada ob tersebut.


" Apa tidak terlalu pedas mbak?"


" Gak apa-apa pak, saya lagi pengen yang pedas-pedas sekarang pak"


" Baik mbak, tunggu sebentar ya mbak" seru ob tersebut sambil pergi membelikan nasi goreng untuknya.

__ADS_1


Tika terlihat mengambil gelas dan membuat kopi. Bukannya memasukkan gula dia malah memasukkan garam kedalam kopi tersebut.


Tika dilawan, lihat aja apa yang bakalan gue lakuin sama lo manager songong batin tika.


__ADS_2