
Ririn kemudian menatap galang sambil menampilkan senyum terbaiknya.
" Sayang, kamu kan tau kalau aku sama game itu udah kayak aku sama saudara aku sayang susah banget dipisahin. Kamu itu kan calon suami aku sayang dan jelas kamu paling penting dalam hidup aku tapi kamu jangan pernah ya bandingin kamu sama game karena dua-duanya sama-sama penting dalam hidup aku sayang" jelas ririn.
" Iya aku tau kamu suka banget sama game tapi aku minta kamu kurang-kurangi ya main gamenya kalau kita udah nikah nanti. Masa iya kamu cuekin aku gara-gara game nanti"
" Kamu tenang aja sayang kalau kita udah nikah nanti semua perhatian aku pasti buat kamu kok "
Mereka kemudian saling berpelukan satu sama lain. Tiba-tiba saja seorang perawat masuk kedalam ruangan dan dengan cepat ririn mendorong galang hingga terjatuh.
" Auhhh... Sakit tau" pekik galang. Ririn segera menolong galang berdiri.
" Dokter galang dan ririn sedang apa? Inikan waktunya kerja kok malah berduaan sih "
" Itu, kami.. kami lagi bahas tentang pasien. Btw kamu ngapain ya kesini? Kenapa gak ketuk pintu dulu?"
" Maaf dok soalnya ada saya disuruh oleh pasien bernama jason untuk memanggil anda"
" Saya. Kenapa?"
" Saya juga tidak tau dok"
" Yaudah saya segera kesana nanti"
" Baik dok kalau gitu saya permisi" ujar perawat tersebut meninggalkan ruangan ririn.
" Sayang, maaf ya aku beneran gak sengaja tadi"
" Gak sengaja sih gak sengaja tapi kamu jangan segitunya juga dong. Sakit nih"
" Kamu gimana sih? Aku kan udah minta maaf malah gak mau maafin"
" Lah, kok jadi kamu yang marah sih? Seharusnya aku dong kan kamu yang dorong aku sampai jatuh sayang"
" Ya aku kan udah minta maaf sayang, apasalahnya sih dimaafin ini malah nyerocos gitu"
" Astaga! Kamu sebenarnya niat minta maaf gak sih"
" Kamu nih ya, makin lama makin ngeselin. Bye" seru ririn meninggalkan galang menuju ruangan jason.
Untung gue sayang, dasar ririn emang ya. Gak pernah mau disalahin batin galang menggelengkan kepalanya.
Saat hendak keruangan jason, ririn bertemu dengan diana.
" Ririn, kenapa muka kamu? Lecek amat kayak pakaian belum disetrika" ledek diana.
" Apaan sih na? Aku tu lagi kesel banget sama galang"
" Kesel kenapa sih?"
" Pokoknya dia itu sumpah ya ngeselin banget hari ini"
" Yaudah kalau emang kerjaan kalian berantem aja tiap hari kenapa gak putus aja"
" What? Putus! Gak mungkin na. Aku kan sayang banget sama dia, aku juga gak rela kalau kehilangan dia na walaupun dia nyebelin"
" Terus maunya gimana rin?"
" Ya aku maunya dia tu sekali aja ngalah sama aku tapi dia kayaknya malah ngelawan terus"
" Hadeuh udah deh. Kalian nikah aja biar gak berantem mulu dan kalau nikahkan bisa terhindar dari dosa juga"
" Nikah. Aku masih belum mikirin sampai kesana na. Apalagi daddy sama mommy aku masih diluar negeri jadi makin susah na kalau mikir kesana. Sebenarnya aku juga pengen cepat nikah sama galang tapi kamu tau sendiri kan na kalau aku juga belum tau tentang keluarga dia gimana dan kami juga baru saling mengenal" jelas ririn.
" Yaudah kalau gitu kenalan dong dari pada nunggu lama-lama kan. Nikah enak lho rin"
" Hmm udah deh na jangan mancing-mancing ya, pokoknya aku akan nunggu keputusan daddy sama mommy dulu"
__ADS_1
" Yaudah kalau gitu"
Mereka kemudian masuk kedalam ruangan jason. Terlihat jason sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
" Jason, kenapa belum makan?"
" Diana, akhirnya kamu datang. Suapin aku ya"
" Jason kamu ini udah gede dan tangannya masih berfungsi kan. Makan sendiri aja"
" Yaudah kalau begitu aku gak akan makan"
Diana kemudian duduk disebelah jason dan menyuapinya makan. Ririn tampak menahan tawa melihat ekspresi diana. Dia kemudian memeriksa luka bekas operasi jason.
" Gimana rin?"
" Baik na, kayaknya kalau dia nurut sama prosedur pasti bakalan cepat sembuh"
" Bagus deh kalau gitu"
Ririn kemudian tak sengaja melihat ponsel jason yang sedang bermain game yang sama sepertinya.
" Kamu suka game juga"
" Iya, kenapa?"
" Sama aku juga, mau mabar gak" ajak ririn.
" Rin, kamu sekarang lagi dalam waktu kerja jadi gak boleh main ponsel" seru diana.
" Yuk mabar, aku juga bosen main sendiri aja dari tadi" sahut jason.
" Jason, kamu juga. Harusnya kalau masih sakit itu banyak istirahat bukannya main game"
" Nana bawel, kamu kan tau aku bosen kalau harus tidur terus lebih seru main game kan"
" Betul banget" timpal ririn. Dia kemudian tersenyum tipis mendengar panggilan jason pada diana.
" Udah na, jangan marah-marah mending ikut mabar" ajak ririn.
" Enggak rin. Ini lagi jam kerja kamu nanti bisa dimarahin sama direktur lho"
" Tenang aja. Ririn, kamu sekarang adalah dokter pribadi aku kan jadi kalau kamu nemanin aku main game berarti kamu juga kerja"
" Beneran?"
" Iya rin, berapa id kamu? biar aku tambahin"
Ririn terlihat girang dan memberikan id gamenya pada jason. Diana hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka. Diana kemudian mengambil obat jason dan memberikannya pada jason.
" Minum obat dulu jason" ujar diana.
" Aa..." Sahut jason membuka mulutnya.
Dasar ya nih anak manja banget bahkan melebihi reyhan lagi batin diana geram. Dia kemudian memberikan obat tersebut pada jason. Ririn kemudian duduk disebelah jason dan mereka mulai bermain game.
" Kamu pemilik username cutee ini"
" Iya jason, kenapa?"
" Kamu pro player kan, wah seneng banget aku bisa mabar sama kamu"
" Ah kamu bisa aja, aku juga gak pandai-pandai amat kok"
" Gak pandai gimana? Ini rank kamu tinggi banget lho"
Ririn hanya tersenyum dan mereka melanjutkan permainan gamenya. Diana terlihat begitu bosan karena tak melakukan hal apa-apa.
__ADS_1
" Jason, aku keluar sebentar ya"
" Mau kemana?"
" Aku mau ketemu sama pasien lain"
" Tapi kamu kan dokter khusus aku aja na, ngapain harus ketemu pasien lain sih?"
" Aku udah lama gak lihat mereka, dari pada aku duduk bengong gak jelas lebih baik lihat mereka kan setidaknya aku ada kerjaan sedikit"
" Yaudah tapi jangan lama-lama ya"
Jason kembali sibuk dengan gamenya. Dia terlihat begitu senang dan tertawa terus bermain game bersama ririn.
Tiba-tiba galang menelpon ririn yang membuat jaringan ponsel ririn bermasalah.
" Wtf! Apa-apaan nih?" Pekik ririn kesal.
" Kenapa kamu keluar-keluar sih rin?"
" Ada yang nelpon nih tunggu bentar ya jason"
Ririn kemudian berdiri agak jauh dari jason.
' Kamu ngapain nelpon aku sih galang?'
' Kamu bukannya seharusnya kerja ya kenapa malah login game sih?'
' Iya aku kan lagi kerja sekarang lang, udah ya jangan telpon dulu ntar aku kalah nih'
Ririn langsung memutuskan telponnya dan lanjut bermain dengan jason.
Sementara galang merasa kesal pada ririn. Saat dia hendak memeriksa pasien, dia tak sengaja bertemu diana.
" Diana, kamu disini?"
" Iya lang"
" Terus ririn mana?"
" Dia lagi main game sama jason"
" Apa? Main game bareng jason. Kenapa kamu gak larang sih na?"
" Kenapa harus dilarang sih lang. Mereka kan cuma main game doang juga"
Galang terlihat begitu kesal lalu pergi meninggalkan diana. Diruangannya, galang melampiaskan kekesalannya dengan meninju meja kerjanya yang membuat tangannya terluka.
Berarti mereka sekarang cuma berduaan aja diruangan itu, mereka ngapain ya? Apa iya cuma main game doang? Kenapa ririn susah banget sih dibilangin batin galang kesal.
Tiba-tiba seorang kepala ruangan datang menghampiri galang.
" Dokter galang, tangan anda kenapa?" Ujar kepala ruangan tersebut yang langsung memberikan tisu untuk galang.
" Gak apa-apa cuma luka kecil aja"
" Saya obati ya dok"
" Gak perlu mi, kamu ada perlu apa kemari?"
" Itu dok, ada seseorang yang mencari anda"
" Siapa?"
Tiba-tiba saja seorang gadis datang dan langsung memeluk galang.
" Galang! Aku kangen banget sama kamu" pekiknya.
__ADS_1
Kepala ruangan tersebut langsung mengeluarkan ponselnya diam-diam dan mengambil foto lalu ia segera pergi.
" Oca, kamu ngapain kesini sih?"