Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 23


__ADS_3

Ditengah kebimbangannya itu Diana dikejutkan oleh kedatangan Reyhan yang tiba-tiba dihadapannya.


" Reyhan! Kamu kok bisa disini" ujar Diana kaget


Semoga dia gak denger ucapan aku dan Dion tadi batin Diana memohon


" Kenapa ponsel kamu gak aktif?" Tanya Reyhan


Kayaknya dia gak denger deh. Syukurlah batin Diana


" Diana!" Panggil Reyhan sambil melambaikan tangan


" Iya Rey kenapa?" Ujar Diana


" Kamu lagi mikirin apaan sih?" Seru Reyhan menatap Diana tajam


" Gak ada. Aku gak mikirin apa-apa" balas Diana membelakangi Reyhan


" Baiklah. Kenapa ponsel kamu tidak aktif?" Reyhan yang membalikkan Diana kembali menghadap dirinya


" Terserah aku dong. Itu kan ponsel aku, jadi suka-suka aku mau aktifin atau enggak. Lagian inikan hari libur kenapa kamu cari aku?" Sungut Diana kesal


" Kamu lupa kamu itu dokter pribadi aku jadi kamu harus selalu aktifin ponsel kamu! Kalau Kesehatan aku memburuk gimana?" Jelas Reyhan


"Hello! Dokter kan banyak Rey bukan cuma aku aja. Kamu kan bisa cari dokter yang lebih hebat skill nya dari pada aku. Kenapa harus aku?" Tegas Diana dengan nada tinggi


" Tapi aku maunya cuma kamu." Jawab Reyhan simpel dan tersenyum


Diana mengepalkan kedua tangannya serasa ingin menonjok wajah Reyhan sekarang juga.


" Bunda!" Panggil Zahra yang tiba-tiba datang dengan Bu Ratmi


Bu Ratmi terkejut karena ada Reyhan disitu.


" Kamu!" Seru Bu Ratmi sambil menatap tajam Reyhan yang tampak terkejut melihat Bu Ratmi.


" Iya Bu. Ini saya Reyhan" ujar Reyhan dengan sopan sambil mencium punggung tangan Bu Ratmi


Diana yang melihatnya merasa tak nyaman karena sikap Reyhan pada ibunya.

__ADS_1


" Bunda, ini ayah ya?" Tanya Zahra yang langsung memeluk Reyhan erat.


Ketika Diana ingin mengatakan tidak, tampak Dion datang menghampiri mereka sehingga Diana mengurungkan niatnya untuk mengatakan tidak.


" Iya sayang, ini ayah kamu" seru Diana sambil tersenyum manis


Bu Ratmi dan Reyhan terkejut mendengar perkataan Diana.


" Bu maafin saya Bu. Saya cuma mau nanya indah dimakamkan dimana Bu, saya ingin mengunjungi nya" ujar Dion pada Bu Ratmi


Bu Ratmi yang masih dalam kebingungannya pun memberikan alamat tempat indah dimakamkan. Dion pun pergi


Setelah Dion pergi Diana tampak sudah sedikit lega, akan tetapi ia kembali pusing dan merasa sangat malu sekali berkata seperti itu. Diana juga bingung bagaimana cara menjelaskan pada Bu Ratmi dan Reyhan.


" Ayah lama banget sih pulangnya. Zahra kangen banget sama ayah" ucap Zahra sambil memeluk Reyhan


Reyhan menggendong Zahra dan mencium pipi Zahra.


" Maafin ayah ya sayang. Ayah terlalu sibuk kerja sampai lupa nengokin kamu. Zahra gak marah kan sama ayah" balas Reyhan yang sangat menikmati perannya


" Zahra gak akan marah kalau ayah ikut pulang kerumah. Zahra mau bobo sama ayah dan bunda" ujar Zahra


" Sayang, ayah gak mungkin ikut kita pulang. Ayah masih ada kerjaan yang harus diselesaikan jadi Zahra nanti pulangnya sama bunda dan Oma aja ya" jelas Diana karena Reyhan dan dia tidak mungkin tidur bersama karena mereka belum menikah.


" Gak mau bunda! Zahra maunya ayah juga ikut pulang kalau gak Zahra gak mau pulang" rengek Zahra yang makin memeluk Reyhan erat


Bu Ratmi menarik tangan Diana dan membawanya agak jauh dari tempat Reyhan dan Zahra.


" Diana, ini apa maksudnya sih? Ibu gak paham kenapa Reyhan ayahnya Zahra bukannya Dion" seru Bu Ratmi


" Ibu! Diana minta maaf. Diana gak mau pisah sama Zahra Bu dan satu-satunya cara biar Diana gak pisah sama Zahra cuma dengan bilang kalau Zahra itu anak kandung Diana Bu dan betapa bodohnya Diana malah nyebut Reyhan ayahnya Zahra pada Dion Bu" jelas Diana yang tampak cemas akan reaksi ibunya


Bu Ratmi memukul Diana pelan.


" Kamu ini gak mikir-mikir dulu apa sebelum ngomong. Kamu kan tau Zahra itu harus tau siapa ayah kandungnya. Diana kamu gak boleh egois gini dong"


" Ya mau gimana lagi Bu, Diana udah terlanjur ngomong begitu. Lagian Zahra itu kan kebahagiaan keluarga kita Bu dia satu-satunya kenangan yang kita punya dari indah Bu. Diana pengen ngerawat Zahra dengan baik Bu Nanti kalau saatnya tiba Diana bakalan kasih tau Zahra kok Bu siapa ayah kandungnya tapi untuk sekarang tolong ya Bu diana pengen ngerawat Zahra Bu " jelas Diana memohon pada Bu Ratmi


" Tapi yang kamu lakukan ini tidak benar Diana. Kamu lihat akibat tindakan kamu ini Zahra jadi minta Reyhan buat tinggal sama kita. Kamu bakal bilang apa ke Zahra? Kamu kan tau Zahra Sangat keras kepala seperti Indah. Permintaan nya harus selalu dituruti kalau tidak dia bisa melakukan apapun yang membuat kita melakukannya" balas Bu Ratmi

__ADS_1


" Iya Diana tau Bu. Diana bakalan berusaha bilang baik-baik ke Zahra kok Bu biar Reyhan gak akan tinggal dirumah kita" sahut Diana


Bu Ratmi hanya diam dan menatap Diana tajam, Diana tampak kebingungan akibat ulahnya sendiri.


" Diana" panggil Bu Ratmi


" Iya Bu" sahut Diana


" Kenapa Reyhan ada disini? Dan bukankah kamu sangat membencinya kenapa kamu menyebut Reyhan adalah ayahnya Zahra?" Tanya Bu Ratmi dengan wajah serius


" Bu maafin Diana. Diana sebenarnya sekarang jadi dokter pribadi Reyhan Bu. Diana udah berusaha nolak biar Diana bisa jauh dari Reyhan tetapi Reyhan maksa Diana terus Bu. Tapi serius Bu, Diana beneran gak ada perasaan apa-apa lagi sama Reyhan selain benci Bu. Diana tadi juga gak tau kenapa nama Reyhan yang Diana sebut depan Dion Bu" jelas Diana dengan menunduk, dia takut Bu Ratmi akan marah padanya.


Bu Ratmi hanya tampak tersenyum.


Ibu tau kamu masih sayang dengan Reyhan na tapi karena ego kamu, kamu selalu bilang membenci dia batin Bu Ratmi


Reyhan dan Zahra datang menghampiri mereka.


" Bunda dan Oma ngomong apaan sih lama banget?" Tanya Zahra dengan wajah bete


" Zahra, bunda sama Oma lagi bahas.. ummm.. bahas tentang sekolah kamu" jawab Diana terbata-bata


" Bahas sekolah Zahra kan bisa sama ayah dan Zahra juga bunda. Kenapa harus berdua aja sama Oma ?" Balas Zahra


Diana pun kehabisan kata-kata mendengar perkataan Zahra.


" Zahra sayang sini sama Oma? " Seru Bu Ratmi sambil menggendong Zahra


" Oma ayah jadi pulang sama kita kerumah kan?" Tanya Zahra dengan ekspresi berharap


Bu Ratmi hanya terdiam dan melirik ke arah Diana.


" Zahra sayang, ayah masih ada kerjaan sayang jadi ayah gak akan bisa ikut kita pulang. Zahra pulang sama bunda dan Oma aja ya" jelas Diana


" Zahra gak mau bunda! Maunya sama ayah kalau ayah gak ikut pulang Zahra juga gak mau pulang" tegas Zahra


" Tapi sayang ayah masih banyak kerjaan" balas Diana


Zahra pun turun dari gendongan Bu Ratmi dan mendekati Reyhan.

__ADS_1


" Ayah! Ayah maukan pulang bareng Zahra. Zahra pengen sama ayah. Zahra kangen banget sama ayah" pinta Zahra dengan mata berkaca-kaca


Reyhan tak tau harus menjawab apa. Jika dia bilang tidak, pasti Zahra akan sedih tetapi jika dia bilang iya, Diana dan Bu Ratmi pasti akan merasa terganggu karena Reyhan dan Diana belum mempunyai ikatan apa-apa.


__ADS_2