
Diana terlihat bersiap-siap untuk berangkat kerja karena dia merasa sangat merindukan pekerjaannya. Awalnya reyhan dan ratmi tidak menyetujuinya tetapi karena diana terus mendesak mereka akhirnya mengizinkannya.
Reyhan terlihat memperhatikan diana yang sedang bersiap-siap. Dia berdiri tepat didekat pintu. Ketika diana berbalik dia langsung menghampiri reyhan.
" Rey, ada apa?"
" Aku mau ngantar kamu kerja"
" Aku bisa berangkat sendiri reyhan"
" Aku tetap mau ngantar kamu na, kalau kamu nolak lebih baik gak usah pergi kerja" ancam reyhan.
" Iya.. iya kamu ngantar aku. Tunggu sebentar aku ambil tas dulu" ujar diana sambil mengambil tasnya lalu bergegas berangkat menuju rumah sakit tempat diana bekerja.
Ditengah perjalanan reyhan tampak berhenti yang membuat diana merasa heran.
" Rey, kok berhenti sih. Tempat kerja aku kan masih jauh"
" Tunggu bentar disini" seru reyhan yang kemudian memarkirkan mobilnya lalu pergi keluar.
Tak lama reyhan datang dengan membawa beberapa makanan dan minuman. Dia lalu memberikannya pada diana.
" Kamu sarapan dulu ya" ujar reyhan. Diana tersenyum sambil menatap reyhan dengan seksama. Kemudian dia segera melahap makanan yang dibawa oleh reyhan. Dia juga menyuapi reyhan sesekali. Mereka terlihat begitu bahagia.
Tak lama kemudian mereka sampai didepan rumah sakit tempat diana bekerja. Ketika diana ingin keluar reyhan tampak menggenggam tangannya.
" Rey, aku udah telat lho"
" Na, harus ya kamu kerja. Aku bisa ngasih apapun yang kamu mau na, kenapa kamu harus kerja sih"
" Reyhan, kamu dengarin aku baik-baik ya. Jadi dokter ini bukan hanya sebatas pekerjaan aja buat aku rey. Kamu tau aku senang banget bisa membantu banyak orang. Bisa lihat mereka tersenyum, bahagia terkadang menangis dan penuh kesedihan. Aku bahagia saat aku bisa berada ditengah-tengah mereka rey jadi aku harap kamu bisa ngerti ya" jelas diana.
" Iya sayang. Jaga diri kamu disana ya. Nanti jam berapa aku jemput?"
__ADS_1
" Nanti aku kabarin kamu ya rey" jawab diana. Reyhan terlihat menarik tangan diana yang membuat diana begitu dekat dengannya. Reyhan kemudian mencium kening diana dengan lembut lalu melepaskan tangan diana.
Diana kemudian pergi menuju kedalam rumah sakit dan reyhan bergegas ke kantornya. Saat memasuki rumah sakit semua mata tampak memperhatikan diana. Ririn tampak berlari dari kejauhan lalu memeluk diana.
" Diana, Akhirnya kamu balik kerja juga"
" Iya rin, aku bosan dirumah aja lagian aku udah lama juga kan gak kerja"
" Syukurlah na kamu balik kerja, aku kira kalau kamu jadi nyonya reyhan kamu bakalan berhenti kerja"
" Enggak lah rin, aku menyukai pekerjaan ini rin dan aku bakalan selamanya melakukan pekerjaan ini"
Ketika mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba salah seorang pegawai rumah sakit memanggil mereka untuk rapat.
Diruangan rapat itu terlihat semua sudah berkumpul. Diana dan ririn merasa heran kenapa mereka dikumpulkan seperti ini.
" Mohon maaf karena saya mengumpulkan semuanya mendadak seperti ini. Saya rasa mungkin sebagian dari kalian sudah mendengar tentang bencana gempa yang ada di kota s. Disini saya mengumpulkan kalian karena dari pihak rumah sakit akan mengirimkan beberapa orang dokter untuk menolong disana" jelas direktur rumah sakit.
Para dokter dan perawat tampak saling berbincang-bincang. Diana juga terlihat bingung karena tak mengetahui info itu. Dia kemudian mencari informasi tersebut lewat ponselnya. Hatinya begitu tergerak ingin menolong orang disana. Akhirnya dia mengacungkan tangannya.
" Maaf diana, tapi saya sudah memilih beberapa orang relawan dan mereka juga sudah bersiap-siap untuk berangkat besok" ujar direktur tersebut.
" Pak, saya sebelumnya ingin meminta maaf karena saya tidak bisa berangkat besok pak dikarenakan anak saya sedang sakit dan tidak ada yang menjaganya dirumah" jelas salah seorang dokter yang terpilih untuk menjadi relawan. Diana pun dengan cepat mengajukan dirinya. Awalnya direktur tersebut menolak tetapi diana terus memaksa hingga direktur tersebut mengijinkannya.
Setelah rapat mereka selesai, mereka pun kembali melanjutkan tugas mereka. Diana dan ririn segera menuju ruangan mereka.
" Na, kamu serius mau ikut kesana? Itu bahaya banget lho, lagian aku yakin reyhan gak akan ijinin kamu kesana" ujar ririn.
" Iya rin, aku beneran pengen kesana. Disana pasti banyak yang butuh bantuan kita rin. Kalau masalah reyhan aku harap kamu jangan kasih tau dia ya. Nanti aku bakalan pikirin cara biar dia bolehin" jawab diana.
Mereka pun meletakkan tas lalu segera melakukan tugas mereka. Diana hari ini melakukan operasi bersama salah seorang dokter lainnya.
Saat sedang bersiap-siap dokter tersebut tampak menghampirinya.
__ADS_1
" Kemana aja na? Kok baru kelihatan" ujarnya yang juga bersiap-siap untuk operasi.
" Ada masalah dikit lang, gimana selama aku gak ada? Aman gak"
" Aman sih. Cuma gue ngerasa beda aja, biasanya ada lo kan yang selalu jadi partner operasi gue. Nah kemarin-kemarin gak ada jadi beda aja gitu rasanya" jawab galang.
Galang seorang dokter spesialis seperti diana. Dia memiliki hubungan yang begitu akrab dengan diana bahkan dia juga begitu perhatian pada diana. Dia selalu berusaha agar melakukan tindakan bersama diana.
" Hahaha kamu bisa aja, yaudah sekarang kita keruang operasi. Semoga berhasil"
" Semoga berhasil juga" jawabnya dengan senyuman.
Mereka segera memasuki ruangan operasi. Mereka begitu serius dan cekatan dalam melakukan tindakan.
3 jam berlalu
Diana dan galang tampak keluar dari ruangan operasi. Operasi mereka kali ini berhasil dengan sukses. Mereka memang selalu melakukan tindakan dengan cermat dan hati-hati.
Diana tampak membersihkan tangannya begitupun galang.
" Na, gue kagum sama lo. Lo selalu santai dalam melakukan tindakan. Padahal nih ya gue aja tu masih ada tremor "
" Kamu bisa aja lang, aku juga tremor kok cuma aku berusaha aja untuk terlihat tenang dan santai. Aku duluan ya lang" jawab diana lalu ia segera bergegas keruangannya.
Galang hanya memandang diana dari kejauhan. Memang hampir semua pria yang seangkatan dengan diana suka padanya salah satunya adalah galang. Dia begitu mengagumi diana tetapi dia tak pernah memberitahukannya karena takut merusak pertemanannya dengan diana.
Andai aja gue bisa milikin lo pasti gue adalah orang paling bahagia na batin Galang.
Dia kemudian bergegas menuju ruangannya,. ditengah perjalanan dia tak sengaja bertabrakan dengan ririn.
" Akh.... sakit!" pekik ririn.
" Maaf... maaf gue gak sengaja" ujar galang sambil menolongnya. Ririn menoleh kearah galang dengan tatapan tajam. Ririn segera mengulas senyum termanisnya.
__ADS_1
" Gak apa-apa galang"