Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 111


__ADS_3

Diana mencoba menggenggam tangan reyhan tetapi reyhan menepisnya. Reyhan tak pernah mau berkata kasar apalagi bersikap kasar pada diana. Jika dia marah, dia hanya diam dan tak ingin berbicara dengan diana.


" Rey, kamu marah ya?" tanya diana tetapi reyhan hanya diam saja sambil memainkan ponselnya.


Merasa diabaikan diana segera mengambil ponsel yang ada ditangan reyhan.


" Balikin ponsel aku na" tutur reyhan dingin.


" Gak mau"


" Diana balikin"


" Gak mau rey. Kamu harus janji gak akan marah sama aku dulu" ujar diana sambil menyembunyikan ponsel reyhan kebelakang.


Reyhan menatap diana begitu tajam dan mambuat diana menelan salivanya.


" Diana, kenapa kamu gak ngerti sih? Aku takut kamu kenapa-kenapa dan berusaha agar kamu jauh dari bahaya tapi apa kamu malah mau pergi ke tempat bahaya"


" Rey, aku janji bakalan jaga diri aku baik-baik disana rey. Aku gak bakalan kenapa-kenapa ya jadi kamu gak usah khawatir. Lagian aku cuma ingin mencoba pergi ketempat itu sekali ini saja karena kalau aku sudah jadi nyonya reyhan aku gak akan punya kesempatan lagi kesana" jelas diana sambil melingkarkan tangannya pada leher reyhan.


" Kamu emang keras kepala banget ya na"


" Jodoh kan cerminan dari diri sendiri rey"


" Maksud kamu na?"


" Kita sama-sama keras kepala rey makanya kita ditakdirkan bersama"


" Diana, aku memang keras kepala mengenai beberapa hal tetapi apa pernah aku menolak keinginan kamu ha"


" Buktinya sekarang kamu gak bolehin aku pergi kesana"


Reyhan terdiam karena perkataan diana dan menghadap kearah lain. Diana kemudian mencium lembut pipi reyhan.


" Sayang, aku janji bakalan pulang dengan selamat. Aku juga cuma seminggu doang disana habis itu pulang dan kita bahas pernikahan kita ya" seru diana yang membuat reyhan melirik kearahnya.


" Tapi aku takut kamu kenapa-kenapa disana na. Disana berbahaya na, aku gak mau kamu kenapa-kenapa lagi"


" Kamu percaya sama aku ya. Aku bakalan pulang dengan aman kok"


Diana terus meyakinkan reyhan yang membuat reyhan mengizinkannya tetapi tanpa sepengetahuan diana reyhan telah membuat sebuah rencana. Diana kemudian memeluk reyhan dengan begitu erat.


" Makasih ya sayang. I love you"


" I love you too"


Dilain sisi arsen tampak keluar dari kamar dengan tampilan yang sudah rapi. Dia segera menuju meja makan. Tika tampak masih menunggu arsen dimeja makan.

__ADS_1


Tika segera menyiapkan makanan untuk arsen dengan wajah yang berseri-seri. Lalu ia memberikan makanan itu pada arsen.


" Sayang, kamu mau kemana? rapi banget" tanya tika penasaran.


" Aku ada perlu ke kantor tik"


" Bukannya kamu bilang hari ini libur ya"


" Aku ada urusan sebentar aja kok ke kantor. Apa kamu mau ikut?"


" Mm.. kayaknya gak usah deh. Aku nanti pergi kerumah mama aja boleh gak"


" Boleh sayang. Sekalian aja aku antar kesana gimana?"


" Oke. Aku siap-siap bentar ya" ujar tika yang segera bergegas menuju kamar. Dia segera mengganti pakaian dan memoles wajahnya sedikit dengan make up. Dia kemudian mengambil tas dan segera menuju keluar.


Arsen juga terlihat sudah menyelesaikan makannya. Mereka segera pergi menuju rumah karin.


Diperjalanan arsen terlihat merogoh sakunya dan mengambil sebuah atm. Dia kemudian memberikannya pada tika.


" Ini untuk aku sayang" tanya tika.


" Iya tik, mulai sekarang kamu yang bakalan handle keuangan kita ya"


Tika terlihat tersenyum bahagia menerima atm tersebut dari arsen.


" Oke sayang" jawab tika sambil memasukkan kartu atm tersebut kedalam tasnya. Dia kemudian menyenderkan kepalanya pada lengan arsen dan bersikap begitu manja.


" Kamu tau gak sayang, aku sekarang seperti lagi mimpi bisa dapatin kebahagiaan kayak gini. Aku harap kedepannya kita semakin baik ya sayang dan aku juga bakalan cari cara untuk bisa dekat sama papa kamu" seru tika.


" Amin sayang"


Arsen menatap tika sekilas lalu kembali fokus menyetir.


Tika akan banyak tantangan yang bakalan kamu hadapin buat bisa dekat sama papa. Aku juga berharap kita bisa selamanya bersama tik, semoga perasaan ku pada sovia hanya sebatas sahabat saja tak lebih. Aku akan berusaha untuk tetap stay disisi kamu sayang batin arsen.


***


Setelah selesai rapat dan berbincang-bincang akhirnya sovia diberikan waktu untuk istirahat. Dia kemudian makan ditempat biasa dia makan.


Laura, sumpah ya dari tadi gue kepikiran cewek gatel itu mulu. Arsen udah tau atau belum ya kalau laura udah balik. Kalau gue nelpon arsen takut benteng yang gue bangun kokoh buat move on bisa runtuh nanti tapi kalau gue gak kasih tau dia, laura pasti bakalan jadi ancaman banget buat hubungan dia sama tika. Ya ampun, kenapa gue harus berada di dilema kayak gini sih batin sovia bingung sendiri.


Ponselnya pun berdering yang membuat dia segera mengangkatnya.


' Halo sov'


' Halo tante, ada apa? '

__ADS_1


' Ada masalah besar nak'


' Masalah apa tante?'


' Apa kita bisa ketemu sekarang karena tante gak bisa ceritainnya lewat telpon nak'


Gimana ya? Kalau gue minta izin keluar lagi pasti gak akan dibolehin nih tapi mama arsen kayaknya lagi perlu gue banget batin sovia.


' Yaudah kita ketemu dimana tante?'


' kita ketemu di kantor papa arsen gimana sov'


' Oh, oke tante. Sovia otw sekarang'


Sovia kemudian memutuskan telponnya dan menyelesaikan makannya. Dia segera bergegas menuju ke kantor ayahnya arsen tanpa minta izin. Dia tau sanksi yang didapatkannya akan lebih besar lagi dari sebelumnya tetapi dia tak pernah bisa menolak keinginan mamanya arsen.


Dilain sisi arsen dan tika tampak telah sampai dirumah karin. Mereka pun turun dari mobil.


" Sayang, kamu gak mampir dulu?"


" Kayaknya enggak deh sayang, aku titip salam aja ya buat mama"


" Oh yaudah hati-hati dijalan ya sayang"


" Iya sayang"


Arsen kemudian mencium kening tika dan segera pergi meninggalkan halaman rumah karin. Diperjalanan menuju kantornya tiba-tiba ada nomer baru menelpon dirinya.


' Halo'


' Halo nak'


' Mama. Ini nomor mama yang baru ma'


' Mama gak punya waktu buat jelasin itu arsen. Yang jelas sekarang kamu harus ke kantor papa'


' Kantor papa. Ngapain ma? Papa kan gak bolehin arsen kesana lagi ma'


' Arsen, ini masalah serius nak. Kamu harus segera kesana, mama juga sedang menuju kesana nak'


' Yaudah, arsen segera kesana ma' ujar arsen menutup telponnya. Dia segera membawa mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kantor ayahnya.


Tak lama kemudian dia sampai dikantor ayahnya, begitupun sovia dan vira. Sovia begitu terkejut melihat kedatangan arsen.


Ya ampun! Kenapa arsen juga ada disini? Aduh gue belum siap ketemu dia lagi batin sovia panik.


" Tante, kayaknya arsen udah datang tuh. Kalau gitu sovia balik duluan aja ya" ujar sovia pelan.

__ADS_1


" Sayang, jangan pulang dulu ya nak. Kita kedalam dulu sebentar" seru vira yang terlihat mengiba.


__ADS_2