Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 122


__ADS_3

Dia terlihat begitu emosi mendengar diana.


' Halo, pak bos reyhan'


' Halo, saya mendengar kabar bahwa pacar saya terluka ditempat bencana itu. Apakah itu benar?'


' Pak bos, kami mohon maaf sebelumnya karena tidak bisa menjaga diana dengan baik'


' Saya tidak mau mendengar alasan apapun, besok pacar saya harus sudah sampai dirumah atau rumah sakit itu yang akan jadi taruhannya'


' Baik pak bos, saya jamin besok diana akan segera pulang'


Reyhan langsung memutuskan telponnya dengan perasaan yang campur aduk. Masalah demi masalah terus mendatanginya.


Apa yang harus aku katakan pada diana nanti? Jika dia tau zahra tidak ada disini itu akan jadi masalah besar batin reyhan.


Ponsel reyhan pun bergetar dan itu merupakan notifikasi pesan dari radit.


Radit : Pak bos, saya ingin melaporkan bahwa persiapan acara untuk besok sudah 50%


Reyhan : Bagus, teruskan saja pekerjaan kamu. Oh ya, jangan lupa kirim pengawal untuk memata-matai keluarga clarisa


Radit : Siap pak bos


Reyhan terlihat duduk lemas disofa karena memikirkan semua masalah yang sedang dihadapinya.


Sementara itu dihutan galang dan ririn masih belum juga menemukan jalan untuk kembali ke tempat pengungsian.


" Lang, turunin aku aja. Aku masih bisa jalan sendiri kok"


" Kaki kamu masih sakit rin, lagian aku masih kuat kok"


Ya ampun seandainya kamu beneran jadi milik aku pasti hidup aku bakalan bahagia banget punya cowok yang care banget kayak kamu lang tapi sepertinya aku harus segera sadar karena wanita yang kamu suka bukan aku batin ririn.


Galang kemudian menghentikan langkahnya dan menemukan sebuah sungai kecil.


" Kayaknya kita semakin tersesat aja deh rin" seru galang.


" Terus gimana dong lang, hari udah mau gelap kalau kita gak ketemu jalan keluar segera pasti makin susah nanti lang"


" Kita tunggu disini aja rin, disini juga dekat sama air. Aku rasa ada kemungkinan warga setempat pasti kesini cari air"


" Mungkin juga sih"


Galang kemudian menurunkan ririn lalu ia menyusun dedaunan.


" Kamu ngapain lang?"


" Buat tempat duduk untuk kita rin kalau gak dialas nanti bisa kotor atau takutnya ada hewan-hewan kecil"


" Oh gitu"


Setelah selesai galang kemudian membopong ririn untuk duduk. Dia kemudian melihat pergelangan kaki ririn yang terdapat lebam disana.


" Kamu tahan ya rin"

__ADS_1


" Kamu mau apa lang?"


Galang kemudian memijat kaki ririn yang membuat ririn kesakitan. Dia kemudian memukul-mukul galang karena sakit.


" Gimana? Udah enakan belum"


Ririn mencoba menggerakkan kakinya perlahan dan tidak terlalu sakit lagi.


" Udah agak enakan lang. Kenapa gak dari tadi aja sih?"


" Gimana aku mau lakuin nya kalau kamu dari tadi marah-marah gak jelas mulu. Kamu sekarang udah agak tenang makanya aku pijat"


" Tapi sejak kapan kamu bisa pijat lang?"


" Aku bisa sedikit-sedikit rin, aku dulu belajar dari kakek. Soalnya kakek aku tukang pijat gitu dulu"


" Hmm gitu. Oh ya, aku boleh nanya gak?"


" Gak boleh"


" Lho kok gak boleh sih"


" Nanti kamu lupa lagi mau nanya apa"


" Ih galang aku serius lho"


" Iya deh. Mau nanya apa?"


" Kenapa kamu belum punya pacar sampai sekarang lang? Padahal nih ya yang ngejar-ngejar kamu dirumah sakit banyak lho"


" Kenapa? Padahal diantara mereka kan ada yang cantik, baik, sexy dan kaya juga. Pokoknya perfect deh kenapa kamu gak tertarik? Apa jangan-jangan kamu gay ya"


" Sembarangan kamu ngomong, aku masih normal ya"


" Terus kalau normal kenapa malah gak tertarik sama mereka? Aku curiga nih jangan-jangan kamu beneran gay lagi soalnya kamu kan sering keluar berdua sama dokter miko. Apa jangan-jangan kalian?"


Galang menyentil jidat ririn pelan karena kesal mendengar ririn mengatakan bahwa dirinya gay.


" Galang! Sakit tau"


" Kamu jangan asal bicara ya rin, aku gak punya pacar atau aku gak tertarik sama mereka yang ngejar-ngejar aku bukan berarti aku gak suka sama cewek tapi aku belum ketemu aja orang yang pas untuk jadi pacar aku"


" Emangnya kriteria kamu gimana?"


" Kamu kok jadi kayak wartawan gini sih"


" Ya tadikan kamu bilang aku boleh nanya apapun itu ke kamu"


" Hmm.. sebenarnya aku gak patokin kriteria-kriteria gitu sih rin. Cuma kalau menurut aku dia buat aku nyaman dan dia juga nyaman sama aku mungkin cewek kayak gitu yang aku mau. Kamu tanya begini pasti disuruh sama mereka kan"


" Maksud kamu apa?"


" Iyalah ngorek-ngorek info tentang cewek yang aku suka kalau bukan karena mereka, apa jangan-jangan kamu.."


" Jangan sembarangan ngomong ya kamu, aku cuma mastiin aja kamu beneran gay atau enggak"

__ADS_1


" Rin, bisa gak sih kata-kata gay itu dihilangin. Risih banget aku dengernya"


" Gak bisalah, selagi kamu masih belum punya pacar aku akan anggap kamu gay" ujar ririn dengan sedikit tertawa. Galang semakin kesal mendengarkan ririn yang terus menyebutnya gay. Dia kemudian mendekat kearah ririn yang membuat ririn terkejut.


" Kamu mau apa lang?" tanya ririn yang terlihat cemas karena galang semakin mendekatkan wajahnya padanya.


" Aku bakalan buktiin kalau aku gak gay"


" Maksud kamu apa ha! Jangan macam-macam ya lang"


Galang tak menghiraukan perkataan ririn dan semakin mendekat ke arah ririn. Wajah mereka kini begitu dekat yang membuat detak jantung ririn berdetak kencang.


Galang mau ngapain sih? Kenapa juga nih jantung jadi gak karuan gini batin ririn panik. Ririn kemudian menutup matanya perlahan. Galang pun tertawa melihat ekspresi ririn.


" Galang! Dasar gay!" Pekik ririn kesal karena galang mempermainkannya.


***


Malam harinya reyhan terlihat mengirimkan alamat sebuah cafe pada clarisa. Reyhan terlihat begitu rapi yang membuat ratmi heran.


" Rey, kamu mau kemana?"


" Reyhan ada urusan sebentar bu, ibu jangan telat makan ya. Soal zahra jangan terlalu dipikirin nanti ibu bisa sakit. Reyhan janji akan segera membawa zahra kesini Bu"


" Tapi nak, bagaimana kamu bisa membawa zahra kemari nak?"


" Ibu tenang aja ya, reyhan pasti akan segera membawa zahra kesini" ujar reyhan yang segera pergi menuju cafe.


Diperjalanan menuju kesana, reyhan kemudian mengambil ponselnya dan menelpon radit.


' Halo dit'


' Halo pak bos'


' Dit, kamu sedang apa?'


' Memeriksa ulang untuk acara besok pak bos'


' Kamu tinggalkan itu dulu dan segera temui saya'


' Baik pak bos tapi dimana kita akan bertemu pak bos?'


' Nanti akan saya share lokasinya'


' Baik pak bos'


Reyhan kemudian mengirimkan lokasi cafe tempat dia dan clarisa akan bertemu.


Tak lama reyhan kemudian sampai dicafe tersebut, disana terlihat clarisa sudah menunggunya. Reyhan pun segera menghampirinya.


" Cafe yang kamu pilih bagus juga, btw ada apa nih kamu ngajak aku ketemu?"


" Gak usah basa-basi lagi, aku cuma mau kamu segera balikin zahra sama aku"


" Kamu siapa reyhan? Kamu gak denger keputusan pengadilan ha. Lagian kalau kamu mau zahra balik, aku juga udah kasih tau kamu syaratnya kan" sahut clarisa sambil berusaha menggoda reyhan. Reyhan kemudian mengeluarkan sebuah foto dari dalam sakunya yang membuat clarisa begitu terkejut dan menatap reyhan tajam.

__ADS_1


__ADS_2