Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 71


__ADS_3

" Serius gak apa-apa! " tanya ratmi lagi.


" Iya Bu"


" Diana mana?"


" Dia tadi mau mandi dulu katanya bu"


" Oh begitu. Yasudah kita siap-siap buat makan yuk, ibu tadi udah nyiapin masakan enak"


" Iya Bu"


" Oh ya, kamu gak mandi dulu rey"


" Iya bu, reyhan boleh ke kamar mandi kamar tamu kan bu"


" Kenapa harus nanya sih Rey? Kayak gak pernah aja kamu kesini"


Reyhan hanya tersenyum lalu segera pergi ke kamar tamu untuk mandi. Sebelum mandi reyhan meminta salah seorang pengawal membawakan bajunya ke rumah ratmi karena ia tak membawa pakaian ganti. Selagi menunggu pakaian ia menelpon radit untuk menanyakan tentang kasus yang diselidiki radit.


' Halo dit'


' Iya pak bos'


' Bagaimana perkembangan kasus kecelakaan diana?'


' Saya masih menyelidikinya pak bos tapi saya menemukan hal yang mencurigakan tentang maminya tika pak bos'


' Mencurigakan! Apa itu?'


' Tadi saya melihat maminya tika bertemu dengan seorang pria secara diam-diam. Saya menduga bahwa kecelakaan itu ada hubungannya dengan maminya tika pak bos'


Apa? Mami tika lagi! Apa dia gak jera-jera ya ganggu kehidupan aku sama diana batin reyhan kesal.


' Apa kamu ada buktinya bahwa dia memang ada hubungannya dengan kecelakaan itu?'


' Saya belum memilikinya pak bos tapi saya akan segera mencari tau pak bos karena itu masih dugaan saya pak bos'


' Baiklah kalau begitu. Selalu laporkan apa saja hal yang menurut kamu mencurigakan pada saya'


' Baik pak bos'


' Yasudah kalau begitu lanjutkan pekerjaan kamu'

__ADS_1


' Siap pak bos'


Reyhan kemudian menutup telponnya dan memikirkan perkataan radit tadi. Ketika reyhan hendak mandi tiba-tiba pintu kamarnya diketuk yang membuatnya segera membukakan pintu.


" Bibik ada apa?"


" Tuan, diluar ada orang yang sedang ribut dengan nyonya besar"


" Siapa bi?"


" Bibik gak tau tuan sepertinya wanita itu bersama seorang pria ingin membawa zahra pergi"


" Apa? Membawa zahra!" ujar reyhan yang langsung pergi menghampiri ratmi yang mempertahankan zahra yang ingin dibawa pergi oleh clarisa.


" Clarisa!" Pekik reyhan yang membuat semua orang melihat kearahnya. Ketika clarisa lengah ratmi segera menarik zahra kepelukannya dan membawanya kedekat reyhan. Lalu ratmi menyuruh pembantunya untuk membawa zahra kedalam.


" Reyhan, kenapa kamu disini?" tanya clarisa terkejut.


" Seharusnya aku yang nanya kamu ngapain kesini? Dan untuk apa kamu ngambil zahra dari ibu?"


" Rey, seharusnya kamu paham dong zahra itu bukan milik mereka aja. Zahra itu juga anaknya dion rey"


" Oh ya, lalu kenapa dia menelantarkan anaknya tersebut? Kenapa dia meninggalkan indah yang sedang mengandung zahra?"


Reyhan kemudian menatap kearah dion yang terlihat menunduk.


" Dion kenapa kamu diam? Bukannya kita sudah buat perjanjian bahwa kamu gak akan ngambil zahra dari sini"


" Aduh rey, kenapa kamu harus tanya dion sih? Adik aku ini masih kecil jadi dia itu gak tau sama apa yang dia bilang lagian aku juga dengar kabar kalau diana udah meninggal kan jadi dari pada zahra dirawat sama ibunya diana dan itu pasti bakalan repotin diakan. Apalagi dia udah tua, lebih baik kalau zahra kami yang rawat"


" Aku gak nanya dan minta penjelasan kamu ya clarisa! Aku nanya sama dion!"


" Aku kakaknya jadi aku juga berhak jawab dong"


" Udah cukup! Kak reyhan aku emang janji sama kakak kalau aku bakalan ngasih hak asuh zahra sepenuhnya ke kak diana tapi saat mendengar kalau kak diana udah meninggal berarti perjanjian itu batal kak karena seperti yang dibilang sama kak clarisa ibunya kak diana gak akan bisa ngerawat zahra sendiri" seru dion.


Reyhan hanya tersenyum mendengar pernyataan dion yang membuat clarisa dan dion heran.


" Kamu kira kalau diana gak ada ibu sama aku gak bisa jagain zahra apa? Lagian kalian mau kayak gimanapun gak akan bisa ngambil zahra dari sini. Lebih baik kalian sekarang pulang dan bawa anak buah kalian ini"


" Gak bisa gitu dong rey, aku tetap mau bawa zahra dari sini!" Kekeh clarisa.


" Jangan bodoh kamu clarisa! Selagi aku masih baik lebih baik kamu pergi sekarang juga atau kamu gak akan bisa bayangin apa yang akan aku lakuin sama kamu dan keluarga kamu"

__ADS_1


Sialan! Kayaknya aku harus ngalah dulu sekarang karena gak akan mungkin juga bisa ngalahin reyhan yang licik begini. Aku harus mikirin gimana caranya buat dapatin kamu rey melalui anak itu batin clarisa.


" Oke aku pergi sekarang tapi kamu harus ingat aku gak akan pernah nyerah buat dapatin anak itu" ujar clarisa yang kemudian pergi bersama dion dan pengawalnya.


Setelah clarisa pergi ratmi dan reyhan segera masuk kedalam.


" Makasih ya rey, kamu udah nolong ibu"


" Ibu, itu udah jadi kewajiban reyhan bu buat nolongin ibu apalagi reyhan kan ayahnya zahra"


Zahra pun keluar dari kamarnya dan langsung memeluk reyhan.


" Ayah, siapa tante jahat tadi? Kenapa dia mau ambil zahra"


" Dia bukan siapa-siapa kok sayang. Gak usah zahra pikirin ya. oh ya, anak ayah udah mandi belum?" Ujar reyhan sambil memangku zahra.


" Belum ayah" balas zahra tersenyum.


" Yaudah mandi dulu sana nanti kita makan sama-sama"


" Yang bener ayah"


" Iya sayang"


" Oke zahra mandi dulu ya ayah, zahra sayang ayah" seru zahra sambil mencium pipi reyhan lalu pergi mandi ditemani oleh pembantu.


Ekspresi cemas masih terlihat diwajah ratmi walaupun ia berusaha menyembunyikannya dengan seulas senyum. Reyhan kemudian menggenggam tangan ratmi dan meyakinkannya bahwa zahra tidak akan pernah diambil darinya.


" Ibu, percaya sama reyhan ya. Zahra akan selalu ada disini sama kita"


" Ibu percaya sama kamu rey tapi ibu cuma shock aja dengan kedatangan wanita itu secara tiba-tiba"


" Udah Bu, jangan terlalu dipikirin ntar jadi penyakit lagi. Lebih baik kita siap-siap makan ya Bu. Reyhan juga mau mandi dulu Bu"


" Iya rey"


Semoga saja apa yang dikatakan reyhan itu benar batin ratmi berharap.


Ketika hendak kamar tamu reyhan melewati kamar diana. Pintu kamar diana yang terbuka sedikit membuat reyhan dapat melihat diana yang sedang mengeringkan rambutnya karena baru selesai mandi. Reyhan hanya tersenyum melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu lalu ia menutup pintu itu secara pelan-pelan. Lalu ia segera pergi menuju kamar tamu untuk mandi.


Diana yang sedang melihat dirinya dikaca tampak masih memikirkan ciumannya dengan reyhan.


Kenapa aku mikirin itu terus sih? Ayo diana coba pikirin hal yang lain batin diana.

__ADS_1


Diana segera memilih pakaian yang akan dipakainya karena ia kini hanya menggunakan handuk.


__ADS_2