
Setelah selesai mengobati tangan reyhan diana kemudian mengembalikan kotak P3K kembali ke tempatnya lalu ia duduk disamping reyhan.
" Makasih ya na" ujar reyhan sambil melihat tangannya yang diobati diana sambil tersenyum.
" Kamu aneh ya rey, dimana-mana orang kalau luka itu sedih atau kesakitan kamu malah senyum-senyum kayak senang gitu" seru diana heran melihat reyhan.
" Ya senang lah, dapat perhatian lebih dari kamu. Aku beruntung banget ya na dapatin kamu, udah cantik baik dan bisa ngerawat aku lagi. Pokoknya paket komplit deh" jelas reyhan.
" Emang aku barang apa? kamu bilang paket komplit segala. Oh ya, masalah kantor kamu gimana?"
" Alhamdulillah sih udah aku atasi cuma sisa beberapa lagi dan aku yakin radit bisa urus itu"
" Syukurlah kalau gitu rey, aku ikut lega jadinya" sahut diana tersenyum.
" Kita jadi ke wedding organizer sekarang kan"
" Tapi kamu baru balik lho, emang gak capek?"
" Enggak kok, kita berangkat sekarang"
" Yaudah yuk"
" Kamu gak ganti pakaian"
" Gak deh rey, lagi mager banget. Kayak gini aja ya"
" Yaudah terserah kamu aja"
Mereka kemudian pergi menuju kebawah. Ratmi dan karin tampak begitu senang melihat kebersamaan reyhan dan diana.
" Kamu lihat deh rat, anak kita berdua itu emang pasangan yang serasi banget ya"
" Iya rin, semoga gak akan ada lagi ya yang mengganggu rencana pernikahan mereka"
" Aku juga berharap begitu rat"
Diana dan reyhan segera menghampiri karin dan ratmi.
" Mama, ibu. Lagi bicarain apa nih" ujar reyhan penasaran.
" Gak lagi bicarain apa-apa kok rey, kalian mau kemana?" Jawab ratmi.
" Rey sama diana mau ke wedding organizer bu buat ngurus semua persiapan kita bu"
" Yaudah hati-hati perginya ya, nanti ibu dan mama kamu menyusul soalnya zahra baru aja tidur kasian kalau dibangunin"
" Iya bu"
Mereka berdua kemudian menyalami karin dan ratmi bergantian lalu segera bergegas menuju tempat wedding organizer yang telah ditentukan oleh mereka sebelumnya. Disepanjang jalan diana merasa begitu bahagia begitupun dengan reyhan.
" Rey, kamu pengen konsep pernikahan yang kayak gimana?"
" Kalau aku terserah aja sih na yang penting secepatnya nikah sama kamu"
__ADS_1
" Kamu nih ya kebelet banget sih pengen nikah"
" Yaiyalah na, aku udah nungguin dari lama banget tau. Tiap kita mau bersama pasti ada aja halangan yang mengganggu kita, aku berharap kali ini gak ada gangguan apapun na dalam pernikahan kita"
" Iya rey aku juga berharap kayak gitu"
Sesampainya mereka di tempat wedding organizer tampak manajer tempat tersebut menyambut mereka.
" Selamat datang tuan reyhan dan nona diana. Suatu kehormatan bagi kami kedatangan tamu penting seperti tuan dan nona"
" Terimakasih" sahut diana.
" Mari silahkan masuk"
Mereka kemudian masuk kedalam. Diana tampak melihat sekelilingnya. Dia kemudian pergi menuju sebuah gaun yang pernah ia lihat saat ia menemani reyhan dan tika dulu mencari gaun pernikahan.
Gaun ini masih ada disini, padahal sudah lama sekali dan seingat aku sudah ada yang memesan gaun ini kan tapi kenapa masih disini ya batin diana sambil menatap takjub pada gaun tersebut.
" Kamu suka yang itu na" bisik reyhan dari belakang.
" Iya rey, aku suka banget tapi kalau aku gak salah dulu gaun ini sudah ada yang memesan"
" Oh ya"
" Iya rey, kita cari gaun lain aja ya"
" Kenapa harus yang lain na? Kamu coba aja gaun ini"
" Tapi ini kan punya orang rey"
" Iya tuan"
" Tolong bantu pacar saya untuk mengenakan gaun ini"
" Baik tuan"
" Rey, gak usah. Ini punya orang, nanti kalau orangnya datang gimana?"
" Nona, yang memesan gaun ini adalah tuan reyhan sendiri sejak dulu " ujar pelayan tersebut yang membuat diana terkejut.
" Kamu rey" ucap diana tidak percaya.
" Iya na, waktu aku sama tika lagi pilih baju aku lihat kamu terpesona banget sama gaun ini makanya aku pesan gaun ini diam-diam dibelakang kamu"
" Kenapa gak kasih tau sih rey?"
" Ini kan udah aku kasih tau sayang"
" Yaudah aku cobain dulu ya" seru diana begitu bersemangat. Dia kemudian pergi bersama pelayan untuk mengganti pakaian diruang ganti.
Reyhan kemudian melihat contoh model undangan yang akan ia pakai. Manajer wedding organizer tersebut menunjukkan beberapa undangan yang paling bagus pada reyhan.
" Yang ini bagus sih tapi tunggu pacar saya aja ya karena saya gak tau dia suka yang mana"
__ADS_1
" Baik tuan"
Tak lama kemudian diana tampak keluar menggunakan gaun pengantin. Reyhan berdiri melongo melihat diana yang tampak begitu cantik.
" Gimana Rey? Bagus gak"
" Bagus banget na" ujar reyhan kemudian ia mengambil ponselnya dan memotret diana.
" Reyhan! Kok gak bilang-bilang sih mau foto aku. Hapus yang itu Rey" pekik diana.
" Biarin aja na, kamu cantik banget kalau difoto diam-diam gini"
" Reyhan"
" Diana"
Mereka kemudian tertawa bersama. Lalu reyhan juga mengganti pakaiannya karena mereka akan melakukan foto prewedding. Diana juga pergi untuk bersiap-siap sebelum foto prewedding. Diana didandani dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan hasil akhir yang bagus. Dia juga disuruh untuk memilih beberapa baju lagi untuk foto prewedding.
Setelah mereka siap, diana kemudian menggandeng tangan reyhan dengan begitu bahagia. Sesi foto mereka dibagi menjadi tiga. Yang terakhir bersama keluarganya.
Mereka berfoto dengan pose yang begitu romantis.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka masuk ke sesi terakhir. Ratmi, karin dan zahra tampak sudah datang. Mereka juga pergi bersiap-siap untuk berfoto bersama. Zahra tampak menghampiri diana.
" Bunda"
" Iya sayang"
" Bunda cantik banget"
" Kamu bisa aja nak, zahra lebih cantik dari pada bunda sayang"
" Zahra kalau udah gede besok pengen jadi seperti bunda"
" Iya sayang"
Reyhan langsung menggendong zahra.
" Gimana kalau kita foto bertiga dulu sambil nunggu mama dan ibu siap-siap "
" Iya rey"
Mereka kemudian berfoto bertiga yang terlihat seperti sebuah keluarga lengkap yang bahagia. Ratmi dan karin kemudian juga tiba dan ikut berfoto bersama.
Setelah selesai semuanya, diana tampak beristirahat disofa. Dia merasa begitu lelah. Reyhan kemudian mendekatinya.
" Sayang, kamu capek ya?" seru reyhan.
" Sedikit, istirahat sebentar ya"
" Iya sayang. Oh ya, nama-nama tamu yang akan diundang kamu udah buat"
" Udah sama ibu semua sayang"
__ADS_1
" Yaudah kalau gitu masalah undangan biar mama sama ibu yang urus ya, kamu istirahat aja disini. Aku mau ngurus yang lain dulu"
Diana menganggukkan kepalanya. Reyhan kemudian pergi memeriksa persiapan lainnya karena dia tidak ingin ada kesalahan sedikit pun dalam acara pernikahannya. Reyhan terlihat begitu cermat dalam menangani semuanya. Diana tampak tersenyum melihat reyhan yang sibuk berjalan kesana kemari.