Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 36


__ADS_3

Reyhan begitu senang melihat diana perhatian padanya. Diana merasa heran melihat reyhan tersenyum sambil memegang tangannya.


" Aku gak apa-apa na" ujar reyhan yang membuat diana kesal karena reyhan terus mengerjainya. Ketika diana ingin pergi reyhan menarik tangannya sehingga diana jatuh ke dalam pelukan reyhan.


" Rey, kamu apa-apaan sih" pekik diana yang mencoba melepaskan pelukan reyhan tetapi tidak bisa karena reyhan memeluknya begitu erat.


" Rey, lepasin aku" ujar diana lagi.


" Aku bakalan lepasin kalau kamu gak ngambek lagi"


" Siapa yang ngambek sih?"


" Diana"


" Reyhan"


Mata mereka saling beradu pandang dengan jarak dekat.


Tak lama pengawal datang membawakan kompres dan memberikannya pada reyhan. Diana pun disuruh duduk diatas tempat tidur, awalnya diana menolak tetapi reyhan terus memaksa akhirnya diana pun duduk. Reyhan mengompres perlahan pipi diana yang memerah akibat tamparan tika.


Awas saja wanita itu nanti, berani-beraninya dia menampar diana aku akan membalasnya agar dia tidak berani macam-macam lagi batin reyhan kesal.


Sesekali reyhan meniup pipi diana yang membuat diana sangat senang tetapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


Rey, aku senang kamu begini sama aku rey. Aku harap kamu gak akan ngulangin hal yang kamu lakuin ke aku dulu rey. Semoga dengan memaafkan kamu hati aku bisa tenang batin diana berharap.


Diana menatap reyhan dengan cermat. Reyhan yang merasa diperhatikan oleh diana pun tersenyum lalu berkata


" Jangan diliatin mulu ntar aku geer lho"


" Apaan sih kamu rey, siapa juga yang liatin kamu?" Balas diana mengalihkan pandangannya.


Reyhan hanya tersenyum melihat tingkah diana. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah diana yang membuat jantung diana serasa ingin melompat keluar.


Aduh rey, kenapa dia sedekat ini sih? Detak jantung aku kok jadi gak karuan gini sih batin diana panik.


" Kamu deg-degankan " bisik reyhan pelan yang membuat diana merinding.


" Gak kok aku gak deg-degan" jawab diana mencoba membantah perkataan reyhan.


Reyhan semakin mendekati diana yang membuat detak jantungnya semakin cepat.


Rey, kamu ngapain sih? Ngejauh dong. Kalau gini terus bisa-bisa jantung aku lari keluar nih batin diana.


Ketika reyhan hendak mencium diana, tiba-tiba radit datang, membuat diana dan reyhan kaget.


Radit! Kenapa kamu selalu jadi perusak suasana saja sih batin reyhan kesal.


Diana segera menutup wajahnya dengan selimut reyhan karena malu pada radit.


" Maaf pak bos, saya akan kembali nanti" ujar radit ingin pergi tapi reyhan mencegahnya.

__ADS_1


" Ada perlu apa dit? Langsung katakan saja sekarang"


" Begini pak bos, ini ada beberapa berkas penting yang harus pak bos lihat dan tanda tangani"


" Bawa kemari"


" Ini pak bos" ujar radit sambil memberikan beberapa berkas pada reyhan.


Reyhan memeriksa berkas tersebut dengan cepat lalu menandatanganinya. Lalu ia memberikan berkas tersebut pada radit.


" Ini semuanya sudah kulihat dan tanda tangani"


" Terimakasih pak bos, kalau begitu saya permisi dulu" ujar radit mengambil berkas tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan.


Reyhan menatap kearah diana yang masih bersembunyi dibalik selimut. Reyhan pun masuk kedalam selimut itu.


" Kamu ngapain na?"


Diana tak menjawab dan hanya menunduk. Reyhan tertawa melihat tingkah diana yang malu-malu.


Reyhan, dasar gak tau malu batin diana kesal.


Sementara itu diluar tika masih terlihat kesal karena karin mengajaknya keluar.


" Ma, kenapa kita harus keluar sih?" Tanya tika.


" Karena mama gak mau reyhan makin marah sama kamu tik. Kamu juga ngapain sih pakai nampar cewek itu segala. Kamu kan tau posisi cewek itu sekarang sangat penting bagi reyhan kalau kamu menyakiti cewek itu bisa-bisa reyhan makin gak suka sama kamu" jelas karin.


Mama bener juga kalau reyhan makin marah itu bisa jadi masalah besar buat aku batin tika.


Ketika karin dan tika berjalan keluar karin tak sengaja bertabrakan dengan seseorang wanita paruh baya dan anak kecil.


" Punya mata gak sih buk" ujar tika menolong karin berdiri.


" Ini bukan salah dia tika, ini salah mama juga" balas karin.


Saat Karin melihat wajah wanita itu dia seperti mengenalnya.


" Ratmi kan" ujar karin.


" Karin" jawab ratmi lalu memeluknya.


" Ya ampun ratmi, udah lama banget kita gak ketemu. Kamu gimana kabarnya?"


" Aku baik. Kamu gimana?"


" Alhamdulillah baik juga"


Karin dan ratmi adalah sahabat baik saat mereka smp dulu. Mereka berpisah saat karin pindah sekolah karena ikut orang tuanya. Mereka tak pernah bertemu lagi setelah itu. Mereka sibuk berbincang-bincang tentang hidup mereka sekarang dan mengenang masalalu mereka. Tika pun mendekati karin.


" Ma, dia siapa sih?" Tanya tika penasaran.

__ADS_1


" Dia sahabat mama waktu smp tik. Rat, kenalin ini calon menantu aku tika"


" Hai tante" ujar tika menyalam ratmi.


" Wah.... Sudah mau punya menantu saja kamu ya. Oh ya, ini cucu aku zahra"


" Sudah punya cucu kamu"


" Iya aku sudah punya cucu satu rin. Serasa udah tua banget aku sekarang" ujar ratmi tertawa begitupun karin.


" Oh iya, kamu ngapain disini rat" tanya karin.


" Aku mau jenguk temannya anakku rin. Dia kemarin kecelakaan makanya aku kemari sekarang. Kalau kamu ngapain kesini?"


" Aku baru selesai jenguk anak ku yang kecelakaan juga rat"


" Anak kamu kecelakaan! Kok bisa Rin?"


" Ya mau bagaimana lagi mungkin udah takdirnya rat, Alhamdulillah anak aku sekarang udah baik-baik aja kok"


" Syukurlah kalau begitu rin. Yaudah aku pergi jenguk teman anakku dulu ya"


" Iya rat. Aku minta nomor mu ya biar kita bisa ketemu lagi lain waktu"


Ratmi pun membacakan nomor telponnya dan karin menyimpannya. Lalu ratmi dan zahra pergi meninggalkan karin menuju ruangan yang telah di katakan oleh diana.


Ketika ratmi masuk kedalam ruangan tempat reyhan dirawat, ia sangat terkejut melihat reyhan dan diana dibawah selimut.


" Kalian ngapain!!" Pekik ratmi.


Diana yang mendengar suara ibunya segera keluar dari dalam selimut dan turun dari ranjang reyhan.


" Ibu.. ini gak seperti yang ibu pikirkan kok Bu" ujar diana terbata-bata.


" Kalian ngapain berduaan didalam selimut?"


Diana tak dapat menjawab pertanyaan ratmi dan hanya diam menunduk.


Zahra segera berlari kearah reyhan dan reyhan membantunya naik keatas ranjang.


" Ayah kenapa? Kok kepalanya diperban. Apa masih sakit yah?" Ujar zahra khawatir pada reyhan.


" Ayah gak apa-apa kok sayang. Cuma luka kecil aja" jawab reyhan mencium pipi zahra.


" Oh iya, zahra bawa sesuatu buat ayah" ujar zahra sambil mengeluarkan buku gambar dari tasnya dan memberikannya pada reyhan.


" Ini apa sayang?" Tanya reyhan.


" Coba buka yah" pinta zahra.


Reyhan pun membuka buku gambar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2