Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 156


__ADS_3

Galang pun berhenti tersenyum dan fokus mengendarai mobil. Ririn kemudian mencium pipi galang yang membuatnya terkejut.


" Makasih ya, kamu selalu sabar ngadapin sikap aku sayang" seru ririn meletakkan kepalanya pada lengan galang.


" Iya sama-sama sayang tapi kalau sebelah aja gak adil dong, sebelah lagi gimana?" sahut galang menggoda ririn.


" Kamu ya, rakus banget. Udah sebelah aja dulu, yang satunya lagi kapan-kapan aja " jawab ririn. Galang kemudian mengelus lembut kepala. Ririn sangat menyukai saat galang mengelus rambutnya.


Galang kemudian menghentikan mobilnya yang membuat ririn kembali duduk dengan baik.


" Udah sampai" seru ririn sambil melihat sekelilingnya.


" Aku mau makan sesuatu dulu"


" Apa?"


Galang menarik tubuh ririn dan mendekapnya erat lalu ia mencium lembut bibir ririn. Ia me*umatnya dengan begitu lembut dan ririn pun membalasnya hingga suara klakson dari belakang mereka membuat mereka melepaskan ciuman tersebut.


Ririn tampak tersipu malu dan menutup wajahnya dengan tangan. Galang hanya tersenyum melihat tingkah ririn. Ia kemudian melajukan mobilnya kembali. Diperjalanan ririn hanya menutupi wajahnya.


" Kenapa sayang?"


" Gak apa-apa"


" Gak apa-apa tapi kok wajahnya ditutup gitu sih"


" Ya biarin aja, masih jauh gak sih tempat makannya"


" Nih kita udah sampai" ujar galang memarkirkan mobilnya.


Ririn menurunkan kedua tangannya dan melihat sekitar.


" Wah tempatnya bagus banget"


" Kamu suka gak?"


" Suka banget sayang, makasih ya" ujar ririn memeluk galang.


Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran mewah tersebut. Tempatnya begitu indah dan terkesan mewah. Mereka kemudian dipersilahkan duduk oleh pelayan disitu dengan ramah.


" Kamu sering kesini?" tanya ririn sambil mengamati sekitar.


" Gak juga sih terakhir kesini tahun lalu"


" Udah lama banget dong ya, kamu pergi sama siapa?"


" Sama teman-teman kok sayang"


" Galang!" panggil seseorang yang tiba-tiba saja memeluk galang dari kejauhan. Hal tersebut memancing emosi ririn.


" Rana, kamu disini?"

__ADS_1


" Iya dong, aku gak akan pernah lupa tempat ini. Kamu kan pernah nembak aku disini"


Jadi dia bawa aku ke tempat dia nembak cewek lain batin ririn geram. Dia meremas sendok yang kini ada ditangannya.


" Siapa nih?" tanya rana sambil melirik kearah ririn.


" Pacar aku "


" Oh, Hai aku rana teman SMA-nya galang"


" Ririn" ujar ririn singkat dengan senyuman terpaksa.


" Wah kamu makin ganteng aja ya lang, wajar sih keturunan om jero "


Dia bahkan udah kenal sama papanya galang! batin ririn semakin panas saja.


" Haha kamu bisa aja, btw kamu lagi ada acara apa kesini?"


" Aku lagi kumpul sama keluarga aja, kamu mau gabung gak. Papa sama mama ada disitu juga "


Galang kemudian melirik kearah ririn yang sedari tadi menatapnya tajam.


Kayaknya aku bakalan kena ceramah lagi nih batin galang.


" Gak usah ran, aku disini aja. Titip salam aja ya buat mereka"


" Oh yaudah, aku balik kesana dulu ya" seru rana berpamitan pada galang dan ririn.


" Wah.... Kamu hebat banget ya sayang. Bawa aku ke tempat dimana kamu nembak cewek lain"


" Sayang, kamu dengerin aku dulu ya" belum selesai galang berbicara ririn langsung saja memotongnya.


" Dengerin apa? Bilang aja kamu mau nostalgia sama dia kan. Pakai acara pelukan segala dan dia bahkan udah kenal sama ayah kamu" jelas ririn kesal kemudian pergi keluar. Galang segera mengejarnya dan menarik tangannya.


"Sayang, kamu kenapa sih? Marah-marah gak jelas gini. Lagian dia kan cuma masalalu aja dan sekarang aku sama dia cuma temanan aja. Udah ya, kita makan sekarang"


" Makan aja sama dia dan keluarganya sana" pekik ririn melepaskan genggaman galang dan pergi.


" Rin, kamu kenapa sih? Cuma gara-gara hal penting kayak gini aja harus ngambek segitunya"


" Menurut kamu ini mungkin hal sepele lang. Kamu emang gak punya hati ya, udah bawa aku kesini ketempat kamu nembak cewek lain terus dia juga langsung nyosor meluk kamu dan kamu bukannya nolak malah biarin dia meluk kamu begitu. Aku pacar kamu lho! Kamu gak tau rasanya gimana ketika pacar kamu dipeluk didepan mata kamu sama orang lain. Aku kecewa sama kamu lang. Bukannya ngeyakinin aku, kamu malah ikut marah gak jelas sama aku" jelas ririn lalu pergi menggunakan taxi.


Galang terlihat kesal sendiri lalu mengikuti ririn menggunakan mobilnya. Dia berusaha mengejar taxi yang kini melaju dengan cepat dihadapannya. Galang menarik pedal gas dengan kuat lalu menyalip taxi yang dikendarai ririn.


Dia kemudian keluar dari mobil dan membuka pintu belakang taxi tersebut.


" Kamu apa-apaan sih lang? Awasin mobil kamu!" seru ririn kesal. Galang tak menjawabnya dan menarik ririn keluar. Dia kemudian membayar ongkos taxi dan menggendong ririn kedalam mobilnya.


" Galang, turunin aku!" ujar ririn yang meronta-ronta tetapi galang tak menjawabnya. Dia kemudian menyuruh Ririn masuk kedalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman lalu ia segera mengendarai mobil tersebut.


" Galang, berhenti! Aku gak mau ikut kamu"

__ADS_1


Galang kemudian mengerem mendadak mobilnya yang membuat ririn terkejut. Dia kemudian menatap tajam kearah ririn dan memeluknya.


" Maafin aku sayang" bisik galang yang membuat ririn berhenti meronta-ronta " Aku seharusnya mikirin perasaan kamu, aku seharusnya gak bawa kamu kesana. Aku minta maaf ya, aku mohon jangan marah-marah lagi ya. Aku bakalan lakuin apapun biar kamu gak marah lagi sama aku"


Galang kemudian melepaskan pelukannya dan menatap ririn. Ririn tampak masih diam menatap galang.


Galang kayaknya beneran sayang sama aku, aku seharusnya gak marah-marah berlebihan kayak tadi sama dia walaupun dia salah tapi salah dia juga sih ngapain bawa aku kesana. Kalau gak aku maafin bakalan panjang urusannya nih batin ririn iba melihat galang yang terlihat sedih.


" Oke aku bakalan maafin kamu tapi aku gak mau makan ketempat tadi lagi dan aku juga gak mau kamu ketemu sama cewek tadi lagi" jelas ririn dengan wajah yang masih jutek.


" Siap sayang, aku janji gak akan kesana lagi dan gak akan ketemu sama dia lagi. Lagian itu cuma kebetulan aja kok sayang. Berarti kamu gak marah lagi kan"


" Hmmm"


" Kok cuma hmm doang sih sayang, kalau kamu gak marah lagi senyum dulu dong"


Ririn menampilkan sebuah senyuman pada galang lalu wajahnya kembali datar.


" Kok gitu sih sayang, gini dong" ujar galang membuat senyuman diwajah ririn dengan cara mencubit pipi ririn pelan. Lalu ia memeluk ririn dengan erat.


" Maafin aku ya cutegirl"


" Cutegirl"


" Iya cutegirl, bukannya itu nama kesukaan kamu "


" Kamu tau aja, pasti lihat username game aku kan"


" Bukan dari situ aja"


" Terus dari mana?"


" Chatting aku sama sepupu kamu"


" Oh dari kak david, dia emang senang manggil aku gitu dari kecil"


" Kamu kenapa suka banget sih sama panggilan itu"


" Ya soalnya papa suka banget manggil aku itu sejak kecil makanya aku senang sama panggilan itu"


" Oh gitu. Terus kita makan dimana?"


" Terserah kamu aja sayang"


" Jangan terserah lagi dong, ntar aku bawa ke tempat lain lagi kita ribut. Lebih baik kamu yang pilih tempat ya"


" Yaudah kalau gitu tapi kamu jangan nyesal ya"


" Nyesal kenapa?"


" Lihat aja nanti"

__ADS_1


__ADS_2