Love Me My Ex

Love Me My Ex
part 124


__ADS_3

Keesokan paginya terlihat direktur rumah sakit tempat diana bekerja dan beberapa pengawal datang menghampiri. Hal tersebut membuat para relawan heran.


" Dimana diana?" tanya direktur tersebut.


" Diana ada ditendanya pak. Ada apa sebenarnya pak? Apakah ada masalah hingga bapak langsung datang kemari" tanya galang.


" Saya harus segera membawa diana kembali karena jika tidak maka calon suaminya akan marah besar dan rumah sakit kita bisa bermasalah"


Diana terlihat keluar menggunakan tongkat dan juga dibantu oleh ririn.


" Pak, ada apa mencari saya?" tanya diana.


Direktur tersebut melirik diana dari atas hingga bawah.


" Diana, kenapa kamu bisa terluka ha! Bukannya saya sudah mengatakan bahwa kamu cukup membantu di pengungsian ini saja tidak perlu turun langsung ke tempat kejadian"


" Iya pak maaf kan saya. Ini kesalahan saya pak karena menurut saya jika semakin banyak yang mencari korban maka kemungkinan korban cepat ditemukan pak" jelas diana.


" Saya tau kamu peduli terhadap korban itu diana tapi apa kamu tidak memikirkan tentang rumah sakit juga. Kamu seharusnya tau jika kamu terluka seperti ini maka seluruh pekerja di rumah sakit yang akan menanggungnya. Kamu juga tau sendiri seperti apa pak bos reyhan kan, dia begitu marah mendengar kamu terluka sedikit saja apalagi jika dia melihat kondisi kamu yang sekarang. Bisa-bisa dia menghancurkan rumah sakit yang selama ini saya kelola diana. Seharusnya kamu juga memikirkan itu" seru direktur rumah sakit tersebut.


" Maafkan saya pak, saya janji tidak akan terjadi apa-apa pada rumah sakit pak. Saya yang akan membicarakannya dengan reyhan jadi bapak tenang saja"


" Saya sangat berharap kamu bisa memegang kata-kata kamu diana karena kalau rumah sakit itu hancur bukan hanya saya yang menderita tapi semua pekerja dirumah sakit itu. Sekarang saya minta kamu bersiap-siap untuk pulang karena reyhan menginginkan kamu segera pulang"


" Tapi pak pekerjaan saya disini belum selesai"


" Diana dengan kondisi kamu begini apa kamu yakin masih bisa. Saya mohon untuk kali ini jangan membantah saya diana, ini semua demi kebaikan rumah sakit dan para pekerja"


Mendengar perkataan direktur rumah sakit membuat diana mengerti bahwa dirinya juga tidak akan dapat membantu banyak disana karena kondisinya saat ini. Akhirnya dia memutuskan untuk ikut bersama direktur pulang.


Sementara itu laura terlihat sudah menyusun rencana besar untuk menghancurkan hubungan tika dan arsen. Laura mengambil ponselnya dan menelpon tika.


' Halo, mau apa lagi lo, ra?'


' Santai dong tika sayang. Gue ada kabar penting buat lho'


' Maksud lo apa ha! Udah deh kalau lo mau jelek-jelekin arsen sama gue, percuma. Karena gue percaya banget sama dia '

__ADS_1


' Aduh tika... tika... Sampai kapan sih lo mau dibegoin sama arsen?'


' Maksud lo apa sih? Udah deh lo cuma buang-buang waktu gue aja tau ga'


' Eits.. jangan dimatiin dulu telponnya atau lo bakalan nyesel nanti'


' Laura, gue heran ya sama lo. Lo itu cantik, smart dan juga kaya tapi kenapa harus suami orang sih yang lo pengen ha! Udah deh gue males ladenin orang kayak lo. Jangan pernah telpon gue lagi' ujar tika lalu memutuskan telponnya.


Tika kemudian mematikan ponselnya dan meletakkannya di atas nakas. Dia baru saja bangun dan telpon dari laura membuat paginya jadi kesal.


" Sayang, kamu kenapa ?" tanya arsen yang baru terbangun.


" Aku gak apa-apa kok sayang"


" Gak kenapa-kenapa kok mukanya bete gitu sih"


" Aku beneran gak apa-apa sayang. Kamu mendingan sekarang cepetan mandi, kamu kan harus ke kantor sayang. Aku bakalan siapin baju kamu"


" Yaudah aku mandi ya, morning kissnya mana?"


" Gak mau ah kamu baru bangun, nanti aja kalau udah selesai mandi" jawab tika sambil tersenyum tipis.


" Kok ngancam sih sayang"


" Aku gak ngancam kok cuma mau hak aku aja"


" Dasar nakal kamu ya" seru tika sambil mencubit pipi arsen. Kemudian dia mencium pipi arsen.


" Gak mau disitu sayang, maunya disini" ujar arsen sambil menunjuk kearah bibirnya. Tika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mencium arsen sesuai keinginannya.


Arsen pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sementara tika menyiapkan pakaian arsen. Tak lupa dia juga memesan makanan melalui go food karena dia belum bisa memasak.


Tak lama kemudian pesanan go food tika datang dan ia segera keluar untuk mengambilnya.


" Atas nama buk tika"


" Iya pak, makasih ya" ujar tika lalu masuk kedalam. Dia segera mempersiapkan makanan diatas meja. Dia menatanya dengan rapi.

__ADS_1


Baju arsen udah, makanan udah, apa lagi ya? batin tika. Ketika masuk kembali kedalam kamar tika melihat ponsel arsen terjatuh dilantai. Dia segera mengambilnya dan memperhatikan ponsel itu dengan seksama.


Aku belum pernah ngeliat isi ponsel arsen. Aku ijin kedia dulu kali ya tapi buat apa juga aku lihat ponsel dia. Disini pasti hanya ada tentang kantor aja batin tika lalu ia meletakkan ponsel arsen diatas nakas.


Arsen yang baru saja selesai mandi tampak memeluk tika yang sedang membereskan tempat tidur dari belakang.


" Arsen, kamu ngapain sih?"


" Gak ngapa-ngapain kok sayang. Oh ya, kamu gak capek apa kalau harus bersihin rumah ini sendiri sayang"


" Maksud kamu?"


" Gini lho, aku pengen nyewa pembantu gitu buat bantu-bantu kamu dirumah dan dia juga bisa nemanin kamu kan kalau aku lagi gak dirumah" jelas arsen.


" Kamu bener juga sih sayang tapi aku yang milih pembantunya ya"


" Emang kenapa sayang?" tanya arsen penasaran.


" Kalau kamu yang pilih ntar pasti cari yang masih muda dan cantik"


" Hahahaha... Ya gak mungkinlah sayang. Lagian kenapa kamu takut? Kamu kan tau wanita tercantik bagi aku sekarang itu cuma kamu aja"


" Halahh kamu gombal. Udah deh mending kamu siap-siap aja sekarang ntar telat lho"


" Iya sayang" seru arsen melepaskan pelukannya. Lalu ia melepaskan handuknya dihadapan tika yang membuat tika spontan menutup matanya.


" Arsen! Kenapa kamu buka handuk sembarangan sih?"


" Emang kenapa?"


" Ya setidaknya kamu kan bilang dulu sama aku biar aku keluar dulu"


" Hahaha... Kenapa harus keluar sih? Kamu kan istri aku jadi kenapa harus malu segala sih lagian kamu kan " belum selesai arsen berbicara tika langsung menutup mulutnya.


" Diam sayang. Kamu pakai baju aja dulu ya, aku tunggu diluar" seru tika yang segera berlari keluar. Arsen hanya tertawa melihat ekspresi malu-malu istrinya tersebut.


Dilain sisi laura terlihat begitu kesal yang membuatnya mengepalkan tangannya serasa ingin menonjok orang.

__ADS_1


Tika! Lo lihat aja nanti siapa yang akhirnya milikin arsen, gue atau lo batin laura geram. Dia kemudian mengirimkan sebuah video kepada tika lalu tersenyum jahat.


Well, setelah tika lihat video ini gue yakin banget pasti bakalan ada perang dunia ketiga dalam rumah tangga mereka. Maafin gue ya tika sayang, gue sayang banget sama arsen jadi semua yang jadi penghalang gue harus menyingkir batin laura.


__ADS_2